
Azlan tertegun dengan Nafas memburu saat melihat Julaika dan kedua orang teman nya masuk ke kantor polisi, Azlan Tidak menyangka justru ia lah yang mendapatkan kejutan, Tidak percaya kalau Julaika pergi menemui mantan nya tanpa sepengetahuan diri nya, entah apa maksud istri nya itu ? Apa ia masih mengharapkan Rasyid.
Azlan menghentikan motor nya di depan pedagang gorengan, Azlan akan menunggu sampai Julaika dan teman teman nya keluar dari kantor polisi tersebut.
*
Rasyid begitu senang saat mendengar Julaika datang menjenguk nya, gegas ia keluar saat polisi membuka kunci sel tahanan nya.
Reva dan Alisa ikut masuk ke dalam seperti permintaan Julaika karena tidak ingin ada fitnah mengingat ia yang sudah menikah.
"Julaika.... akhirnya kamu datang!"
ujar Rasyid termangu saat melihat Reva dan juga Alisa berada di kanan dan kiri Julaika.
"hm, ya bang !"
jawab Julaika sungkan.
"Jul, kenapa Kamu tidak membatalkan acara pernikahan itu !?"
Tanya Rasyid tak memperdulikan keberadaan orang lain di tengah mereka.
"Maaf bang, tapi semua di bawah kendali kak Rian, kami tidak ingin menanggung malu sementara Tamu ayah bergulir datang ke acara itu, sudah lah bang ! mungkin kita tidak berjodoh ?!"
Ujar Julaika panjang memberi alasan yang tegas.
"Jul tidak menyangka kalau Abang seorang pemakai bahkan penjual, Apa Abang tidak tahu kalau Barang itu haram ?"
sambung Julaika ingin Rasyid sadar akan kesalahannya.
"Abang khilaf Jul, maaf kan Abang ! demi tuhan Abang sangat mencintai kamu !"
Jawab Rasyid menunduk kan kepala nya menyesal akan perilaku nya yang Buruk.
"Tapi Abang kecewa saat Ari mengatakan kamu tetap melangsungkan akad bersama pria lain ? siapa dia Jul ?!"
Tanya Rasyid dengan tatapan pilu, Ia sangat mencintai Julaika dan tidak rela Julaika menjadi milik pria lain.
bersusah payah ia mendekati Julaika, mencuri hati nya serta membujuknya agar mau menikah dengan nya, namun di hari itu justru orang lain lah yang mengucapkan janji suci di hadapan penghulu.
"Abang kecewa Jul, demi tuhan tidak rela kamu bersama orang lain !"
tambah Rasyid membuat Julaika tertegun.
"jangan seperti itu bang, mungkin semua terjadi karena kita tidak berjodoh. Jul mohon lupakan Jul,, bang ?!"
jawab Julaika tidak akan memberikan harapan apapun.
__ADS_1
"Ikhlas kan Jul dengan orang lain, mungkin nanti akan ada yang lebih baik dari Jul bang !"
Sambung Julaika memberikan pemahaman pada Rasyid !
"benar Jul, sudah lah lebih baik urus perkara mu saja, lupa kan Julaika!"
Ucap Alisa menimpa percakapan mereka.
"diam! jangan ikut campur !"
brak...
Rasyid menggebrak meja membuat ketiga nya terperanjat kaget.
gegas Polisi yang berjaga menghampiri nya dan menangkap Rasyid yang hendak menyerang Alisa.
"astaghfirullah bang, istighfar !"
Ujar Julaika memundurkan tubuh nya di ikuti oleh Reva dan Alisa yang ikut beranjak.
"Jul, demi tuhan aku sakit hati. aku tidak rela kamu bersama orang lain, lihat saja Jul saat aku keluar dari penjara maka aku akan mencari mu !"
Ancam Rasyid membuat Julaika membeku, polisi langsung membawa Rasyid kembali ke sel.
"Sudah jul,, ayo kita pergi dari tempat ini !"
Ajak Reva lalu ketiga nya melangkah meninggalkan Kantor polisi tersebut.
"kamu enggak apa apa kan Jul ?"
Tanya Reva, Julaika menggeleng namun tak dapat menyembunyikan kesedihannya karena sikap Rasyid.
Alisa langsung memeluk Julaika saat air mata meluncur bebas dari matanya.
Alisa paham semua tak mudah, Namun ia bersyukur karena Julaika tidak jadi menikah dengan Rasyid yang ternyata memiliki perangai buruk.
"kamu sabar Jul, sekarang kita mau pulang atau ke masjid ?"
Adzan magrib terdengar berkumandang dari masjid yang tidak jauh dari kantor polisi.
Azlan masih memperhatikan Julaika dengan rasa kecewanya.
"Kita ke masjid saja...!"
Jul pikir pulang pun ia sendiri karena Azlan juga sudah berangkat kerja, dan di saat seperti ini ia butuh teman teman nya.
Azlan melajukan motornya meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan berkecamuk di dada, sementara Julaika melangkah masuk ke dalam masjid bersama keduanya untuk menunaikan shalat Magrib.
__ADS_1
"Ya Allah ampunilah aku, saat ini aku hanya memohon padamu, berikan bang Rasyid hidayah, lunak kan lah hati nya jangan engkau biarkan keras...!"
"Jul, mau langsung pulang atau makan dulu ?"
tanya Alisa, di depan masjid tersebut ada pedagang nasi goreng.
"aku lapar, kita makan nasi goreng saja !"
jawab Reva dan di anggukan oleh Julaika.
Alisa sendiri sudah berkeluarga dan memiliki satu anak namun ia sudah terbiasa dengan aktivitas nya di luar karena ada baby sitter yang mengurus anaknya.
berbeda dengan Reva yang masih singel dan tengah mengharap pangeran datang melamar nya.
Ketiga nya makan nasi goreng sambil membahas Sikap Rasyid yang tidak pantas, Di saat seperti ini hanya kedua sahabat nya yang paham bagaimana Julaika.
"Kamu harus hati-hati Jul, khawatir Rasyid kabur dan hal itu akan mengancam keselamatan kamu !"
Ujar Alisa, Julaika juga berpikir seperti itu. apalagi setiap malam ia sendiri karena Azlan selalu pulang pagi.
"Ya, nanti aku bicarakan dengan Azlan ! ya sudah kita sholat isya dulu setelah itu pulang !"
ketiga nya beranjak lalu menunaikan shalat isya berjamaah, setelah itu Reva kembali memesan taksi online untuk mereka pulang.
jalanan cukup macet, hingga membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di rumah, Julaika melangkah dengan malas ke dalam rumah, untuk pertama kalinya ia pulang malam setelah satu Minggu ia pulang tepat waktu.
Beberapa ruangan sudah gelap, Julaika naik ke atas menuju kamar. rumah begitu sepi karena para pembantu juga seperti nya sudah tidur.
Julaika tertegun saat pintu kamar tidak terkunci, apa Azlan lupa mengunci nya saat hendak pergi.
Julaika membuka pintu menyembul masuk, Jul langsung menyalakan lampu dan langsung terperangah melihat Azlan duduk bersidekap di sofa dekat ranjang.
"apa seperti ini kelakuan kamu jika aku tidak ada di rumah ?"
tanya Azlan melipat tangan nya di dada, berbicara tanpa menatap istrinya.
"Bang, kamu enggak kerja ?"
tanya Julaika tidak menyangka Azlan ada di rumah.
"kenapa memang nya kalau aku tidak kerja ? kamu ingin bebas pulang pergi ke kantor polisi ?"
Tanya Azlan membuat Julaika melongok, Azlan tahu ia baru saja menemui Rasyid.
"Aku bisa jelas kan bang ? aku memang ke kantor polisi tapi demi Tuhan baru kali ini ?!"
sanggah Julaika tak menyangka kalau ia ketahuan.
__ADS_1
"tadi nya aku hendak memberi mu kejutan, tapi ternyata malah kamu yang membuat ku terkejut Julaika, katakan padaku bagaimana pertemuan kalian ? pasti mengharukan !"
bersambung....