My Wife Introvert

My Wife Introvert
buah simalakama.


__ADS_3

Julaika melangkah masuk ke dalam gedung yang beberapa tahun ini menghidupi nya, beberapa pasang mata memandang nya Heran, tentu saja mereka mengetahui permasalahan Julaika yang batal menikah dengan Rasyid.


"Astaga gimana rasanya jadi kamu jul, Tapi aku rasa kamu beruntung karena menikah dengan Azlan, dia itu kan perias terkenal."


Ujar Rosa menghampiri dan tiba tiba cakap seperti itu.


"Eh tapi yang aku dengar nih, Azlan itu banyak cewek nya, secara kan dia itu kerja nya di kelilingi wanita apalagi Viona.."


Tambah Helen memanas manasi Julaika.


"tapi masih mending play boy Jul, dari pada narapidana !"


Jul mendelik ke arah dua wanita ember itu, bukan hanya ia yang menjadi bulan bulanan nya tapi yang lain juga. mereka paling sigap perihal gosip gosip macam itu.


Julaika melangkah meninggalkan mereka namun Cepat Helen menarik tas nya.


"apa sih kalian ?"


tanya Julaika dengan geram.


"Jul kita mau tanya, Azlan doyan sama kamu ?"


Julaika melebarkan matanya mendengar ocehan mereka, keduanya tertawa terbahak bahak namun terhenti saat melihat seseorang masuk.


Julaika tak menghiraukan gegas pergi ke toilet karena air mata nya sudah tidak tertahan kan lagi.


Julaika cepat membasuh muka nya, Ia tidak ingin terlihat sembab, mereka berbicara tanpa memikirkan perasaan orang lain, setiap hari kerjanya hanya mencari kesalahan orang.


Julaika keluar dari toilet karena jam kerja sudah tiba, Julaika berjalan sambil mengambil tisu dalam tasnya hingga tak melihat seseorang di hadapan nya.


"Ah....!"


Julaika memundurkan tubuhnya saat tak sengaja menabrak seseorang.


"Ma... af.."


seru Julaika terbata melihat siapa pria yang berada di hadapannya.


"Julaika....!"


ucap pria itu tanpa ekspresi menatap wajah Julaika.


Amar yang Alisa maksud adalah pria yang pernah Ayah nya jodoh kan dengan nya, namun amar mundur karena tidak menyukai sikap Julaika yang cuek dan acuh.


"pak Amar,, Mari kita ke ruang meeting sekarang !"


Amar pergi meninggalkan Julaika yang mematung sendiri.


Kenapa di saat seperti ini Dia harus berada di perusahaan yang sama dengan nya, bersusah payah move on dan sekarang dia malah memimpin perusahaan tempat nya bekerja.


Namun Saat ini Julaika sudah menikah, Ada Azlan jadi Julaika tidak perlu menghiraukan keberadaan nya.


bekerja profesional seperti biasa, Julaika melangkahkan kakinya menuju departemen nya.


"hai Jul, kenapa semrawut gitu mukanya ? di antar Azlan ?"


tanya Reva menghampiri Julaika, ia bertugas membuat laporan hasil kerja team mereka.


"Enggak aku di antar supir, bang Azlan tuh sibuk banget...!"


"tapi dia baik kan Jul ?"

__ADS_1


Tanya Reva memindai wajah sahabat nya itu.


"baik...!"


jawab Julaika lalu membuka laptop dan mengecek pekerjaan nya.


Reva memperhatikan Julaika yang tidak biasa, seperti ada yang tengah Julaika pikir kan.


"Alisa ikut meeting sama bos besar ?"


tanya Julaika mulai mengetik laporan.


"ya, Jul. kamu udah ketemu Sama CEO baru kita ? dia itu baik banget Jul, masih singel lagi. mungkin enggak ya dia ngelirik gue yang masih jomblo !"


ujar Reva lalu terkekeh sendiri.


"oh ya Jul cerita dong gimana kelanjutan kamu sama Azlan ? enggak mau cerita sama aku ?"


Jul mendongak sekejap lalu kembali fokus dengan laptopnya.


"cerita apa VA ? ya seperti itulah, aku juga tadi di buli sama si Helen, nanya Azlan tuh normal apa enggak ? mungkin ia berpikir kalau Azlan itu banci !"


"Astaga, kurang ajar tuh si Helen !"


"Udah lah biarin, aku enggak mau tanggapi, biarkan orang lain berkomentar tentang hidup aku yang penuh dengan hal tak terduga...!"


ujar Julaika mengingat Azlan yang tengah tidur di rumah.


"ya Jul, kamu sabar aja ya !"


Julaika mengangguk lalu fokus pada pekerjaan nya yang sudah ia tinggal satu Minggu ini.


Amar sejak tadi memikirkan Julaika yang ternyata salah satu karyawan di perusahaan sang ayah, Mereka sebelum nya bertemu di Palembang, sudah sangat lama sekali tapi Amar tidak lupa dengan gadis pendiam itu.


Amar dengar Julaika sudah menikah, dan ini hari pertama ia masuk setelah satu Minggu mengambil cuti.


Azis bilang, Julaika batal menikah dengan calon suami nya yang malah tersandung masalah hukum, lalu dengan siapa Julaika menikah ?


"bos, ke kantin atau mau di antar kemari makan siang nya ?"


tanya Azis assisten nya.


"makan di kantin saja sekalian cari udara segar !"


Jawab Amar lalu beranjak dari ruangan itu.


*


Julaika tertegun saat Ari menemui nya di kantin, Ia meminta untuk bicara berdua tanpa Reva dan Alisa.


"Rasyid ingin bertemu dengan mu Julaika, ia ingin membicarakan hubungan kalian !"


"hubungan yang mana ? semua berakhir karena ulahnya sendiri !"


jawab Julaika jengah dengan keadaan itu.


"Ya aku tahu Jul, maka dari itu temui lah Rasyid dan bicara pada nya agar ia pahami keadaan kamu !"


ujar Ari lalu beranjak dari duduknya.


"Aku mohon temui Rasyid Jul, kau harus tahu kalau dia itu seorang yang nekad, bagaimana kalau dia kabur dari penjara karena ingin bertemu dengan mu...!"

__ADS_1


tambah Ari lalu pergi meninggalkan Julaika yang langsung memijat keningnya.


Dari jauh Amar memperhatikan julaika yang duduk sendirian namun Tak lama kemudian Reva dan Alisa menghampiri.


"Ada apa Jul ?"


tanya Alisa penasaran dengan kedatangan Ari.


"bang Rasyid minta aku untuk datang ke kantor polisi !"


"jangan Jul, udah lah ngapain sih tuh orang !


enggak nyangka deh kasus nya bikin malu, untung kamu belum sempat nikah sama dia."


Julaika termangu mendengar penuturan Alisa.


Namun Julaika tidak menjawab, Ia malah memijat keningnya yang terasa pusing.


"Udah Jul, kita balik ke kantor yuk !"


Ajak Reva, Julaika langsung beranjak.


"nikah sama Nafi apa banci ya ?"


ujar Helen tertawa kecil lalu melenggang pergi.


"dasar mulut ember...!"


umpat Alisa dengan geram.


"enak aja bilang Azlan banci?!"


Tambah nya menoleh ke arah Julaika.


"dia normal kan Jul cuma kerjaan nya doang yang kayak gitu !"


Julaika tak menjawab ia langsung melangkah pergi.


mengapa keadaan seperti buah simalakama, Serba salah dan membuatnya jengah, sementara Amar hanya memperhatikan dari jauh tanpa mendengar percakapan mereka.


Julaika melanjutkan pekerjaan nya, Pukul dua ponsel nya berdering terlihat Azlan melakukan panggilan telepon.


Gegas Julaika mengangkat telepon tersebut, menggeser tombol hijau pada layar sentuh nya.


"Sayang kamu lagi sibuk ?"


"hm, enggak biasa aja bang, ada apa ?"


"enggak, Abang kangen aja sama kamu Jul. Abang mau berangkat kerja, sebenernya pengen ketemu kamu dulu tapi enggak keburu, nanti Abang usahakan enggak pulang pagi ya !"


Ujar Azlan panjang.


"ya, bang hati hati...!"


jawab Julaika singkat lalu menutup telponnya.


"Jul, kamu di minta keruangan pak Amar bawa semua laporan !"


ujar Alisa sambil berjalan ke meja nya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2