
Sore itu Azlan menghampiri team kru nya di samping villa, Julaika masih terlelap dalam tidur nya. sengaja Azlan tidak membangunkan nya agar Julaika beristirahat.
"gimana lokasi udah siap ?"
tanya Azlan duduk di hadapan mereka yang duduk di permadani.
"udah bos, catering juga udah siap !"
jawab Andi, ia merupakan orang kepercayaan Azlan yang mengatur anak buahnya yang lain.
"Hai,Lan. baru kesini sih mentang mentang ada Julaika!" ujar viona senyum semanis mungkin.
Azlan hanya menanggapi dengan senyuman.
"ya dong punya yang endos...!"
Balas Hendar terkekeh kecil.
"tahu gitu kenapa enggak nikah dari dulu !"
tambah nya lagi membuat Azlan ikut terkekeh.
"sialan Lo emang paling bisa !"
sanggah Viona lalu menghempaskan pantat nya ke sofa dekat Azlan.
"ya sudah gue balik kandang dulu takut nyonya nyari !"
"Asik punya nyonya, mimpi apa dapat bongkahan durian ?!"
Hendra kembali menimpali membuat Viona semakin geram.
Azlan memindai penampilan viona, ia memang cantik, apa yang nampak terbuka jelas namun seperti ucapan Julaika, di saat itu juga ia mengingat istri nya.
Julaika malah membuat nya penasaran, Mungkin yang tertutup jauh lebih indah di banding ia yang membiarkan siapa saja melihat nya.
"eh tadi gue lihat yang aneh di belakang !"
ujar Viona menghampiri Rara dan Siva.
"lihat apa kak?"
Tanya Siva memindai wajah Viona.
"kayak ada bayangan gitu, bulu kuduk ku langsung meremang, asli merinding loh !"
"masa sih siang siang ada hantu kak !"
Sergah Rara menyimpan laptop nya.
"Aku juga berpikir seperti itu, tapi itu beneran loh !"
Rara dan Siva ikut bergidik takut.
Villa tersebut memang sunyi, seperti nya jarang sekali yang berkunjung. tempat nya rapih tapi tetap saja aura tersebut terasa saat mereka ke belakang villa.
*
Julaika terbangun dari tidurnya dan melihat Azlan tengah merapikan beberapa make up nya.
"sudah bangun, hampir sore dek, mau pesan makan tidak ?!"
Julaika beranjak mendekati Azlan, memindai pria yang entah kenapa suka dengan peralatan makeup.
"boleh bang, mau sate !"
__ADS_1
Azlan mengangguk lalu menghubungi seseorang memesan makanan tersebut.
"bang kamu pernah enggak di dandani ?"
tanya Julaika menilik wajah Azlan.
"pernah sih tapi makeup untuk pria yang natural aja, enggak pernah yang macam macam. aku ini pria tulen dan normal Julaika..!"
ucap Azlan dengan gemas merengkuh tubuh Julaika.
"aku kira bang, jarang banget makeup cowok, ada juga....!"
Julaika menghentikan ucapan nya.
"ada macam banci ya ?"
tanya Azlan semakin gemas pada istrinya itu.
"ya, kebanyakan seperti itu !"
"Tapi Abang enggak, banyak kok senior Abang. maksudnya pria tapi pekerjaan nya merias pengantin..!"
sergah azlan masih memeluk Julaika.
"kenapa enggak pekerjaan yang lain ? gimana kalau Jul minta Abang kerja yang lain ?"
Tanya Julaika seketika membuat Azlan melepaskan pelukan nya.
"hm, Jul hanya bercanda !"
sahut Jul memindai wajah Azlan tanpa ekspresi, mungkin ia tidak suka mendengar penuturan Julaika.
"Enggak apa apa, ya sudah Abang ke kamar mandi dulu !"
jawab Azlan lalu masuk ke dalam kamar mandi setelah membereskan make up tersebut.
lima belas menit kemudian Azlan keluar dari kamar mandi setelah mengambil wudhu.
"Abang sholat Ashar dulu ya!"
Julaika mengangguk lalu melangkah ke keluar dari kamar menuju kolam renang, Julaika melihat seperti ada anak kecil yang berlari ke belakang rumah, Julaika mencoba mengejar namun saat berada di belakang villa tidak ada siapa-siapa.
"Ah....!"
Julaika terkejut saat tiba tiba Azlan menepuk pundak nya.
"kamu kenapa dek ?"
"Abang tuh bikin kaget Jul...!"
Ucap Jul mengusap dadanya sendiri.
"kamu ngapain ?"
Julaika menggeleng kan kepala nya lalu melangkah pergi dari tempat itu di ikuti oleh Azlan.
"makanan sudah datang, ayo kita makan dulu !"
Ajak Azlan masuk ke dalam villa.
"bang tadi Jul lihat ada anak kecil berlari ke belakang !"
Ujar Julaika duduk di kursi hadapan Azlan.
"biarkan saja, yang penting enggak mengganggu kita. villa ini kan enggak tiap hari ada yang menyewa. terkadang beberapa waktu kosong ! hal Seperti itu sudah biasa, yang terpenting kita menjaga sikap saja !"
__ADS_1
Jawab Azlan yang sudah biasa menghadapi hal-hal mistis seperti itu.
"Jul enggak mau di villa sendiri ah takut bang, nanti besok pagi ikut ya !"
Azlan terkekeh kecil karena kejadian itu Awalnya Jul ingin stay di villa namun urung karena ketakutan.
Malam...
Azlan mengajak Julaika pergi ke villa team kru yang berada di samping, mereka tengah bakar jagung manis.
Beberapa orang terlihat asyik membolak-balik kan jagung Agar tidak gosong dan cepat masak.
Viona memperhatikan Julaika yang berjalan bersama Azlan menghampiri mereka.
"Yang ibu enggak suka adalah kenapa Azlan tiba tiba jadi pengantin pengganti ? jauh jauh hari ibu Berencana melamar kamu untuk Azlan, dia malah nikah tanpa minta persetujuan dari ibu dengan berbagai alasan..!"
Ucap Ratna saat pulang dari mall.
Viona berpikir bahwa ia masih memiliki kesempatan karena Ratna Hanya menginginkan Ia menjadi menantu nya, sementara Julaika tidak di terima baik oleh keluarga Azlan.
Ya hanya Harus sabar dan menunggu waktu berpihak pada nya, Viona yakin bisa mengambil hati Azlan lagi.
"kamu mau enggak jagung bakar ?"
tanya Azlan menghampiri Julaika yang tengah duduk di kursi bersama Rara dan Siva.
"boleh bang !"
"Rara enggak ditawarin kak ?"
Azlan senyum.
"Adik kakak yang cantik juga mau jagung ?"
Rara mengangguk sambil tersenyum.
Azlan pergi menghampiri mereka yang tengah membakar jagung.
"jangan tidur malam malam ya, besok jangan sampai kesiangan ya !"
pesan Azlan sambil membakar tiga jagung.
"siap bos, tenang aja kita kan team profesional..!"
Jawab seseorang mengacungkan jempol.
Rara memperhatikan viona yang tengah berbincang dengan kru yang lain nya, semenjak kakak nya menikah dengan Julaika, sikap nya tak lagi ramah pada nya, mungkin karena Rara mendukung Azlan dengan Julaika.
Rara memang mendukung kakak nya dengan Julaika, tentu Julaika lebih baik dari nya meskipun Sang ibu lebih menyukai Viona, Ratna belum tahu saja seperti apa viona.
malam semakin larut dan udara terasa begitu dingin, Azlan membuka jaket tebal nya dan memakai nya pada Julaika.
"so sweet banget sih bos Azlan, aku kira dia enggak doyan cewek Mak...!"
Ucap Leka, cowok seperempat cewek.
"ya lah emang bos kita kayak Lo, jadi jadian !"
jawab seseorang membuat mereka tertawa.
Julaika memperhatikan mereka yang tengah tertawa, entah apa yang membuat mereka tertawa seperti itu.
"bang, kita balik ke villa yuk, aku ngantuk !"
Azlan mengangguk lalu pamit pada Adiknya.
__ADS_1
bersambung....