My Wife Introvert

My Wife Introvert
Rumah kaca.


__ADS_3

Julaika tertegun saat Wajah Azlan begitu dekat dengan nya, Suaminya itu mengulas senyum lalu mendekati telinga Julaika.


"selamat ulang tahun sayang....!"


Desis Azlan di telinga Julaika, mereka sudah sampai tepat di depan rumah kaca.


senyum tersungging di bibir Julaika, Ia menoleh ke arah luar mobil. Terlihat taman bunga menghampar di halaman.


Julaika tertegun melihat rumah kaca yang begitu besar, Bangunan rumah tersebut hampir semua dari kaca.


"kita di mana bang ?"


Tanya Julaika menoleh ke Azlan.


"kita di Bogor, Ayo turun sayang !"


Azlan beranjak membuka pintu lalu memutar membuka pintu untuk Julaika.


Istri nya tertegun melihat sekeliling rumah cantik itu, berbagai macam bunga dan Air mancur dekat kolam ikan.


"Ini rumah siapa ?"


"Rumah kita, hm... rumah untuk kamu sayang, Bunga yang mendesain nya, dia kan seorang arsitek...!"


"Julaika, selamat ulang tahun....!"


Seru beberapa orang berhamburan membuka pintu membuat Julaika menganga, Ada kakak dan Sahabat nya.


"loh, kalian.....!"


Rian menghampiri membawa kue ulang tahun.


"Kak, Rian....!"


"Selamat ulang tahun adik ku....!


Azlan yang ajak kita buat acara ini untuk kamu !"


Julaika menoleh ke arah Azlan yang senyum, Julaika langsung mendekap nya erat.


"terima kasih bang ?!"


Azlan mengangguk lalu mencium kening Julaika.


Mereka masuk ke dalam untuk merayakan hari ulang tahun Julaika.


Fardan dan rida juga ikut bergabung lewat video call, Julaika terharu karena mereka begitu peduli pada nya. Julaika tak menyangka Azlan membuat Kan nya rumah kaca, padahal Itu hanya imajinasi saja.


"Jul, bagus banget rumah nya. kalau di upload pasti banyak yang mau datang, soal nya banyak spot fotonya loh !"


Ujar Reva, ia kagum melihat rumah itu.


"cek itu untuk bayar kerja keras nya bunga, Kemarin ATM nya hilang jadi Abang kasih dia cek aja cuman kemarin itu Abang lupa kasih karena kita sibuk menata semua barang dengan kak Rian !"


Ujar Azlan menjelaskan tentang cek itu.


"hm, maaf ya Jul udah nuduh Abang !"


"Ya, enggak apa apa !"

__ADS_1


Jawab Azlan merengkuh tubuh Julaika.


khusus weekend ini Azlan meminta libur karena Julaika ulang tahun.


Setelah acara makan makan selesai, sorenya mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta namun tidak dengan Julaika dan Azlan, mereka akan menginap di rumah itu.


"Bang, bunga tuh hebat bisa bikin desain sebagus ini...!"


"ya, kamu juga harus tahu dek, bunga itu mantan nya Amar !"


Julaika tertegun mendengar cerita dari Azlan tentang mereka berdua.


Azlan tak sengaja pernah melihat mereka bersama, Namun bunga terlihat acuh berbeda dengan Amar yang terus mengejar.


Azlan mengajak Julaika naik ke atas kamar, dekorasi kamar yang elegan dan Mewah.


Ranjang berukuran besar dan pajangan yang terisi dengan potret kebersamaan mereka berdua.


"Malam ini kita Akan tidur di bawah bintang seperti keinginan kamu !"


Julaika terkekeh lalu mendekap erat Tubuh Azlan, Julaika begitu senang hingga tak bisa berkata apa apa, ia pikir Azlan tidak ingat dengan hari ulang tahun nya namun ternyata telah lama ia menyiapkan kejutan ini.


Malam ini akan menjadi malam yang indah untuk kedua nya, kembali menyemai benih cinta berharap berbuah hasil seperti yang di inginkan.


Keduanya menghabiskan waktu weekend di rumah itu, Julaika betah dengan suasana Tenang dan sejuk kota Bogor, bunga bermekaran seperti suasana hati nya yang merebak bahagia.


"sayang, ada yang mau Abang sampai kan sama kamu ?!"


"Abang pasti keluar kan uang banyak untuk membuat rumah ini ?!"


Tanya Julaika mendahului Azlan yang hendak berbicara.


Julaika mengulas senyum, tapi apa tanggapan Ratna jika mengetahui perihal itu.


Rara pasti akan cerita pada Ratna tentang rumah kaca ini.


"Abang tadi mau bicara apa ?"


tanya Julaika.


"HM, dek, Abang di tawarin jadi salah satu juri di acara mencari bakat selebriti, Abang yang akan berkomentar tentang make up dan fashion nya nanti!"


Julaika tak bersuara.


"Abang izin dulu sama kamu, nanti juga ada waktu libur nya kok ! menurut kamu gimana dek, boleh enggak ?"


Julaika mengangguk, Ia tidak mau memupus kan Harapan Azlan yang ingin menjadi besar, Tak ada hal lain yang suaminya harapkan selain dukungan.


"Boleh, asal Abang bisa atur waktu saja. untuk keluarga, untuk istirahat. Uang memang sangat penting tapi perhatian juga tak kalah penting ?!"


"ya, sayang makanya Abang bicara dulu sama kamu, karena di studio juga Abang masih kerja kan. cuma kalau pekerjaan itu ngambil nya Hari Jumat sampai Minggu dan waktu nya malam !"


Julaika mengangguk mencoba memahami keinginan suami nya, semua usaha dan kerja kerasnya memang untuk keluarga.


"ya udah enggak apa-apa bang!"


Azlan mengangguk lalu memeluk Julaika.


Beberapa hari berlalu...

__ADS_1


Azlan benar benar sibuk, Julaika malah sering datang ke rumah kaca dengan Rena atau kedua sahabat nya, sesekali Azlan mengambil libur untuk menemani istrinya nya itu.


siang ini Tiba tiba Ratna singgah di rumah, Azlan tengah tidur di kamar, sementara Julaika tengah memasak bersama Asih.


"Jul, mana Azlan ?"


tanya Ratna.


"HM, ada di kamar Bu!"


"cepat panggil, kamu dan Azlan temani saya ke rumah sakit, viona mau melahirkan dan Kevin sedang di luar negeri !"


Julaika mengangguk lalu naik ke atas.


"Bang, ada ibu di bawah !"


"biarin aja dek, ngantuk ah!"


Jawab Azlan malah menarik tubuh Julaika.


"Abang, Viona mau melahirkan, ibu minta kita menemani nya !"


"Ada Kevin kan ?!"


Julaika menghela nafas panjang saat Azlan malah menciumi nya.


"Bang Kevin lagi di luar negeri, cepat nanti ibu marah !"


Azlan tertegun sejenak lalu menatap wajah cantik istri nya yang sedikit berkeringat.


"kamu habis ngapain sih sayang ?"


"masak....!"


jawab Julaika menolak saat Azlan hendak membuka hijab nya.


"jangan sampai ibu teriak, nanti Jul kasih tapi jangan sekarang !"


Azlan mendesah lalu beranjak dari ranjang, Ia pergi ke kamar mandi.


"sayang,bawa masakan kamu ke rumah sakit ya !"


Julaika mengangguk lalu beranjak, ia menyiapkan pakaian untuk Azlan lalu pergi keluar.


Azlan membawa Viona ke rumah sakit, beserta Ratna dan juga Julaika. Azlan tertegun melihat Viona yang terus meringis kesakitan, Ratna terlihat sabar mengelus perut buncit Viona.


Tak lama mereka sampai di rumah sakit, Azlan langsung meminta perawat membawa brankar dan membantu mengangkat tubuh viona.


gegas ia masuk ke ruang persalinan, Azlan dan Julaika duduk di kursi tunggu depan ruang persalinan.


Julaika memperhatikan seseorang yang ia kenal, Amar tengah mendorong kursi roda berisi Bunga. perempuan yang katanya mantan pacar nya.


"loh, itukan Amar sama bunga ?!"


Ujar Azlan lalu beranjak di ikuti oleh Julaika menghampiri kedua nya.


bersambung....


terimakasih masih setia sama author 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2