My Wife Introvert

My Wife Introvert
cinta seiring berjalannya waktu


__ADS_3

Julaika menelisik saat merasa kan berat tangan seseorang menimpa perut nya, perlahan Julaika membuka mata nya dan melihat wajah tampan yang masih terlelap di samping nya.


Julaika tersenyum kecil mengingat kembali kejadian semalam sebelum kedua nya memutus kan untuk tidur.


**


Azlan menyentuh dagu lalu menatap wajah nya lekat lekat, 'Jul dia suami mu sekarang, jangan menghindar terus '


kebaikan berbisik mendukung nya bersama pria yang ketampanan nya tak kalah dengan Rasyid.


'Tidak Jul, kau tidak memiliki rasa dengan nya, jangan biarkan dia menyentuh mu, kau juga belum mengenal nya kan '


Desis setan terus menerus mempengaruhi agar ia menjauh dari Azlan.


Namun kembali pada diri nya, Jul merasa Berhutang pada Azlan, dia sudah menolong nya dari rasa malu, pernikahan nya bisa saja batal tapi bagaimana dengan omongan kolega bisnis sang ayah, sang ibu yang langsung drop karena masalah itu.


Azlan merelakan dirinya pada keadaan yang tidak pernah ia harapkan, menikah dengan nya.


"boleh enggak Abang peluk kamu ?!"


Julaika menatap pupil mata Azlan penuh harap, meskipun dia seorang perias pengantin tapi Azlan pria normal bukan seorang banci kebanyakan.


jadi Ia memiliki hasrat pada wanita, apalagi dengan seseorang yang sudah ia miliki seutuhnya dalam ikatan suci pernikahan.


"Hm, boleh bang, Jul kan istri Abang, jadi Abang boleh lakukan apa saja asal jangan sakiti Jul...!"


Azlan senyum, Gegas ia merengkuh tubuh Julaika, tubuh nya tidak terlalu berisi namun Azlan Suka dengan perawakan nya yang tinggi dan ramping.


"Bang....hm!"


Julaika merasa gugup dan berdebar saat tangan pria itu merengkuh tubuh nya, rasa dingin yang tadi menaungi kini berganti rasa hangat yang mendebarkan.


"Kamu kalau ada apa-apa harus kasih tahu Abang, jangan diam dan memikirkan nya sendiri ! kau tidak akan pernah mendapatkan jawaban nya jika semua di simpan sendiri !"


Julaika mengangguk lalu merebah bersama Azlan, ia juga lelah namun Azlan bahagia karena kini di samping nya ada seseorang yang akan menemani malam hari nya.


Azlan pikir Julaika akan menolaknya tapi ternyata tidak, benar kata Zidan. mendekati wanita seperti Julaika harus pelan pelan dan buat dia nyaman terlebih dahulu.


"kamu enggak nyesel kan ikut sama Abang ?"


Julaika menggeleng, kalau tidak ia tak akan tahu bahwa ada seseorang yang menginginkan suami nya. dengan demikian Ia bisa lebih waspada.


keduanya kini berhadapan dan saling menatap Satu sama lain, Azlan membuat Julaika terkekeh kecil.


Azlan menarik tubuh Julaika dan memeluk nya dari belakang, lalu mencium pipi nya berulang kali.


Julaika hanya diam dengan jantung yang seperti nya bermasalah, berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Aku sangat mengantuk Jul, ayo kita tidur !"


ajak Azlan masih memeluk nya dari belakang.


Pria itu benar benar langsung tertidur, sementara Julaika tak bergeming membiarkan tangan kekar itu mendekap nya erat.


Sementara Viona merasa kesal karena Azlan tidak keluar sama sekali dari penginapan, hingga tengah malam mereka berendam kemudian kembali ke penginapan untuk beristirahat.

__ADS_1


Viona memanyunkan bibirnya melihat lampu penginapan milik Azlan gelap, tapi Viona rasa tidak ada yang terjadi dengan mereka karena Julaika tengah datang bulan tapi bisa saja kan kedua nya tetap bercinta tanpa melakukan penyatuan.


"Arghh......!"


Lani memperhatikan Viona mendengus kesal, semua kru tahu kalau Viona menyukai Azlan, hanya pria itu tak pernah menganggap nya lebih dari sebatas teman kerja saja. apa lagi sekarang sudah ada Julaika.


**


"bang....."


desis Julaika di telinga Azlan karena posisi mereka yang begitu dekat.


"hm, Aku masih ngantuk...."


Jawab Azlan mengeratkan pelukannya.


"HM, kenapa guling nya hangat sekali, bisa ngomong lagi...."


Sambung Azlan senyum.


Julaika manyun lalu menepuk pundak Azlan pelan hingga membuat pria itu terkekeh.


"Astaga, guling nya cantik sekali bak boneka Barbie...."


"His..... apa sih ?"


Azlan kembali terkekeh kemudian mencium pipi Julaika berulang kali, seperti itu saja rasanya begitu Nikmat apalagi lebih dari itu.


"Jul, apa pikiran mu pertama melihat ku ?"


julaika menoleh ke arah Azlan yang berada di belakang nya masih memeluk pinggang nya.


"hm, Abang bilang enggak akan meminta sebelum Jul....!"


Julaika termangu sendiri menatap wajah Azlan.


"Ya, tapi aku normal. kau istri ku mana bisa aku membiarkan mu tidur kedinginan ! memangnya salah ? percayalah cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu..."


Julaika kembali tertegun.


"Kau tidak suka aku menyentuh mu Jul !"


Julaika diam, pertanyaan macam apa itu ? Ia bukan tipe wanita yang suka blak blakan, kalau pun menolak ia akan berdosa.


Julaika menunduk di hadapan Azlan, Ia membiarkan Azlan mengangkat dagunya pelan.


"jangan selalu diam, aku ingin kau bicara ! kebanyakan perempuan itu cerewet tapi kau irit sekali bicara !"


Julaika malah termangu, kemudian tercengang saat Azlan Naik lalu mengungkung tubuh nya.


"bang, kamu mau apa ? ingat ya aku lagi mens !"


Azlan senyum melihat wajah Julaika tampak ketakutan.


"ya, Memang kenapa kalau lagi mens?"

__ADS_1


Julaika melebarkan pupil mata nya mendengar pertanyaan dari Azlan.


pria itu malah terkekeh kecil lalu mengecup bibir Julaika singkat, Ia membuat Julaika membeku seketika.


"Aku bercanda sayang, tapi kalau kau tidak mens mungkin aku akan melakukan lebih !"


Azlan kembali terkekeh Melihat Julaika terperangah.


"oh ya mas kawin yang aku kasih apa kamu menyimpan nya ?"


tanya Azlan menetralkan keadaan mereka.


"Ada, kenapa ? Mau ambil balik ?!"


tanya Julaika beranjak dari Kungkungan Azlan.


"Enggak lah, itu untuk mu istri ku...!"


Jawab Azlan sembari memiringkan kepalanya menatap wajah Julaika tanpa ekspresi.


"benarkah ?"


Azlan mengangguk lalu kembali merengkuh tubuh Julaika.


"bang, sebentar lagi siang ! kamu enggak sholat dulu !"


"HM, ya aku betah dengan mu, kau yang membuat ku terlambat !"


"his, kenapa menyalahkan aku !"


Azlan kembali terkekeh.


"Jul, kau tahu aku mensyukuri keberadaan kita, jadilah istriku yang menerima aku apa adanya !"


lagi lagi Azlan membuat nya termangu sendiri.


Siap tidak siap, Ia harus siap menjalani hidup sebagai istri Azlan. pria yang sehari hari nya selalu di kelilingi wanita.


"sudah bang, pergilah ambil wudhu ! aku juga ingin ke kamar mandi !"


"baiklah istri ku...!"


Jawab Azlan menggoda istri nya itu.


Julaika membuka pintu penginapan, pagi itu udara begitu sejuk.


Ia hendak pergi ke kantin untuk membeli kopi dan kue untuk sarapan mereka berdua, Azlan masih di dalam tengah memakai baju.


Julaika berpapasan dengan Viona yang mendelik tidak suka, melewati Julaika begitu saja. tak seperti sikap nya saat ia bersama Azlan, Julaika tahu ia hanya pandai mencari muka, namun Julaika tidak menghiraukan nya.


"Ayo sayang....!"


Julaika tertegun saat azlan menarik tangan nya untuk pergi mencari sarapan.


bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir, jangan lupa dukungan nya, like and komentar ya !


__ADS_2