My Wife Introvert

My Wife Introvert
kompak.


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu...


Kini usia kandungan Julaika hampir menginjak empat bulan, beberapa kali Azlan dan Julaika melakukan pemeriksaan USG.


Keduanya begitu bahagia saat Tuhan menganugerahkan sepasang bayi kembar.


Namun belum di ketahui pasti jenis kelamin nya, Ratna juga ikut senang karena ia mendambakan cucu kembar.


"Kita bikin acara empat bulanan kandungan Julaika, semua kerabat di undang. ibu juga kan belum pernah ketemu keluarga Julaika..."


ujar Ratna Dengan antusias sembari menggendong rafki, Tak jauh dari mereka ada baby sitter nya. Viona sendiri kini memiliki usaha Wo sendiri di bantu oleh Kevin.


Jika sibuk Viona akan menyerah kan Rafki pada Ratna.


Sesekali datang menemui Julaika yang tengah mabuk karena hamil muda, Sesehari nya Ratna selalu membawa Rafki ke restoran.


"Ide yang bagus, Azlan setuju. kita Suruh Ayah dan ibu datang ke Jakarta untuk pertemuan keluarga !"


jawab Azlan membuat Julaika termangu, memang Ratna belum pernah bertemu dengan keluarga nya, hal itu terjadi karena sikap Ratna yang tidak menerima keberadaan nya dulu, namun saat ini semua sudah berubah dan keadaan semakin membaik.


"ya sudah Weekend yang akan datang saja, Kami beri tahu semua kerabat kamu ya Jul, kita hanya mengundang orang terdekat saja !"


Sambung Ratna dan di anggukan oleh Julaika.


*


Sore itu Azlan pamit pada Julaika untuk pergi bekerja, Saat itu Julaika tengah berbaring sambil memainkan ponsel nya, Julaika langsung memberi tahu semua keluarga terutama Ayah dan ibu nya. Mereka bersedia datang dengan senang hati.


"enggak apa apa kan Abang tinggal kerja? kalau ada apa apa kamu minta tolong bi asih ya?"


"ya, bang !"


jawab Julaika singkat membiarkan Azlan menciumi seluruh wajah nya.


"Jangan main HP terus, kamu istirahat ya !"


Julaika mengangguk lalu Azlan beranjak pergi meninggalkan nya.


Azlan memang sibuk tapi ia selalu mengutamakan kepentingan nya, Ia juga tidak pernah pulang larut, setelah semua pekerjaan selesai Azlan langsung meminta untuk pulang.


Dan Bersyukur nya para crew memahami keadaan Azlan dan memberi waktu luang pada perias kondang itu, karir nya semakin naik, beberapa kali di undang di acara televisi.


Julaika sendiri tak banyak mengeluh karena ia seorang yang pengertian, Azlan juga tidak pernah mengabaikan nya.


Memberi apa pun yang Jul minta, mencari apa yang membuat Julaika ngidam, dengan payah Azlan berusaha mewujudkan keinginan istri nya itu.

__ADS_1


Julaika berpikir, apa sebaik nya ia membuat acara syukuran itu di rumah kaca ?


Sudah satu bulan ini ia tidak mendatangi rumah tersebut.


Julaika akan bicarakan semua itu dengan Azlan nanti.


*


**


***


Ke esok kan hari nya...


Seperti biasanya Julaika menemani Azlan berenang, meskipun ia hanya duduk di kursi sambil membaca buku.


"sayang, weekend ini Abang libur. kita ke rumah kaca yuk !"


Netra Julaika langsung melirik ke Arah Azlan yang berada di tepi kolam.


"Boleh bang, ajak saja ibu. beliau kan belum pernah ke rumah kaca !"


"tidak apa-apa Kita ajak ibu ?"


Julaika mengangguk sambil mengulas senyum.


"Gimana bang ?"


Tanya Julaika menilik wajah Azlan.


"Mereka akan ikut nanti !"


jawab Azlan lalu naik ke atas permukaan, pria itu memindai Julaika yang terkena sinar matahari.


"Sayang, kamu masih mual ?"


Julaika menggeleng membiarkan Azlan mengusap kepalanya, kemudian berjongkok di hadapan Julaika.


"Apa ada yang kurang dari Abang ?"


Tanya Azlan membuat Julaika tertegun memindai Wajah tampan suami nya yang basah.


"Enggak, apa yang Abang berikan sudah lebih dari cukup, terimakasih.!"


Julaika senyum.

__ADS_1


"kalau bisa Jul ingin kita membuat acara syukuran empat bulan Dede kembar di rumah kaca saja bang !"


Pinta Julaika dan di anggukan oleh Julaika.


"baiklah kalau begitu, Abang akan atur jika itu menjadi keinginan kamu !"


Jawab Azlan sembari mengelus pipi Julaika yang memerah.


Azlan menjalani aktivitas nya seperti biasa, namun ada beberapa yang ia kurangi setelah kehamilan istri nya itu, seperti menjadi juri di salah satu acara mencari bakat, Ia hanya akan datang seminggu sekali saja.


Saat ini bagi Azlan yang terpenting adalah Julaika, trimester pertama kehamilan sangat penting karena awal mula pertumbuhan anak mereka. dan Azlan sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin kembar mereka.


*


Weekend ini Mereka pergi ke rumah kaca, mengajak Rara dan juga Siva yang ingin ikut serta. Julaika sendiri tak masalah karena rumah itu juga cukup besar dan muat untuk orang banyak.



Seperti ini kira kira halaman depan rumah kaca Azlan dan Julaika di Bogor.


Ratna terkagum melihat langsung rumah itu, sebelum nya ia hanya melihat dari postingan Dari Rara saja.


Azlan menugaskan dua orang pembantu dan dua orang tukang kebun mengingat Tanam rumah mereka cukup luas.


"Siapa arsitek nya lan ?"


Tanya Ratna memindai sekeliling Rumah itu,


Asri dan begitu nyaman.


"Bunga, yang kemarin menikah dengan Amar ! teman kami !"


Jawab Azlan merengkuh pundak Julaika, pembantu langsung menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka. kali ini Ratna tidak membawa Rafki karena Viona dan Kevin membawa nya pergi jalan-jalan ke Bandung.


"Bagus sekali Desain nya, Ibu pernah liat dari postingan Rara !"


"Ya, jadi rencana nya Julaika ingin Kita membuat acara syukuran di Rumah ini Bu, HM...Azlan nanti akan minta tukang kebun undang ibu ibu pengajian dekat sini !"


"boleh, ibu setuju... Tidak apa-apa kita bikin Acara di sini, nanti ibu kasih tahu semua kerabat kita !"


Azlan mengangguk dan bersyukur karena Ratna setuju dengan keinginan Istri nya itu, semenjak Julaika hamil kedua nya menjadi kompak dan tidak pernah berselisih seperti awal hubungan mereka.


Azlan mengajak Julaika untuk naik ke atas kamar, Ratna menyuruh mereka untuk beristirahat.


Baru saja Julaika masuk hujan tiba tiba saja turun cukup deras. Suasana sejuk yang Julaika rindukan terlepas dari hiruk pikuk kota Jakarta yang melelahkan.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2