
Beberapa hari berlalu...
Siang itu Ratna datang saat Azlan masih di rumah, Ia merengek meminta mobil baru seperti milik Julaika.
"jangan cuma istri kamu dong yang mobil nya baru !"
Azlan tertegun menepuk keningnya sendiri karena di rumah Ratna bahkan memiliki lima mobil bagus.
"ya sudah nanti Azlan belikan mobil baru, tapi sehabis Azlan ke Cianjur ya Bu !"
jawab Azlan tak ingin menolak permintaan ibu nya itu.
"Benar ya lan, ibu tunggu kabar dari kamu !"
ucap Ratna lalu pergi mengecek keadaan rumah, Untung saat itu Istri nya masih di kantor, kasihan Julaika karena selalu mendapat perlakuan tak sepantasnya dari Ratna, sementara Azlan juga tidak mungkin melawan ibu nya.
hingga sore Hari Ratna masih di rumah, keadaan tak santai jika ada Ratna di rumah.
Azlan mengirimkan pesan agar Julaika tidak langsung pulang karena ada Ratna di rumah, mungkin baiknya menghindar karena kasihan jika pulang dalam keadaan lelah harus menghadapi Ratna yang tidak pernah mau akur.
*
Julaika menghampiri Amar untuk meminta Izin dua hari karena Azlan terus memaksa agar ia ikut ke Cianjur.
"gimana pak Amar, apa saya boleh ambil cuti..."
Amar tak bersuara, ia tengah memindai pekerjaan Julaikah.
"Tapi Dua hari kedepannya aku sibuk dan butuh kamu Jul, kita akan meninjau pembuatan iklan coconut milk di pantai. tapi kalau kamu memaksa silahkan saja..."
jawab Amar lalu beranjak dari duduknya mengambil sebuah berkas.
Julaika melengos pergi tanpa mengatakan apapun pada Amar.
sebenarnya Julaika juga tidak ingin ikut ke Cianjur, apa lagi menyaksikan acara wedding.
Tak ada yang tahu bagaimana Jul harus menghadapi keadaan dimana ia pernah hancur karena Seseorang yang ia harapkan penuh dusta.
Wedding menjadi hal yang menakutkan, menyaksikan kisah bahagia orang lain yang berbanding terbalik dengan dongeng nya.
Julaika ingin melupakan kejadian itu, tapi setiap kali melihat acara tersebut membuat nya teringat kejadian memilukan itu, Siapa pun tidak ada yang mengharap menikah dengan seseorang yang baru ia temui pagi hari, meskipun Pria itu jauh lebih baik.
Julaika Menyesal memutuskan menerima Rasyid, dan Azlan selalu saja memaksa nya untuk larut dalam keadaan memilukan itu.
Julaika tertegun saat Azlan mengirim pesan kalau Ratna ada di rumah, ia sendiri sudah berangkat kerja. mungkin Azlan ingin Ia menghindari Ratna.
Amar memperhatikan Julaika yang termenung sendiri di mejanya, tumben sekali dia belum pulang Padahal jam kantor sudah habis.
"Jul, kamu mau lembur ?"
Tanya Amar membuat Julaika menoleh seketika.
__ADS_1
Julaika tidak menjawab, Alisa sudah pulang karena anak nya sakit dan Rena juga sudah Lebih dulu pulang karena hendak pergi berbelanja.
"Jul, kamu kenapa sih ?"
Amar duduk di hadapan Julaika, memindai wajah yang terlihat begitu banyak pikiran.
"Aku mau ke toko buku, kamu mau ikut ?"
Tanya Amar.
"Boleh pak !" Julaika merespon dengan menerima ajakannya, Tentu saja Amar begitu senang.
Mungkin lebih baik ke toko buku sembari menunggu Ratna pulang, Julaika malas bertemu dengan Ratna karena pertemuan mereka tidak pernah mulus, selalu saja ada hal yang membuat Kesal.
"kita jalan kaki saja Jul, enggak jauh kok !"
Julaika mengangguk.
Ia berjalan di belakang Amar, beberapa kali Amar menyamai langkah Julaika, namun Ia tetap memilih di belakang Amar, akhir nya pria itu mengalah dan membiarkan Julaika berjalan di belakang nya.
Lima belas menit berjalan mereka sampai di toko Gramedia, Ternyata kedua nya memiliki hobi yang sama yaitu membaca buku.
Amar memperhatikan Julaika yang melangkah ke arah rak dimana novel novel bagus berjejer di rak tersebut.
"Kamu suka baca novel...?"
Tanya Amar berdiri di samping Julaika, Ia menatap lekat wajah perempuan yang tampak sendu.
Amar mengikuti langkah Julaika sembari membawa satu buah buku bergenre komedi romantis.
Amar duduk di hadapan Julaika yang mulai membuka novel Ia ambil dengan serius.
"kenapa dia terus diam ?"
tanya amar dalam hati nya.
"jauhi Amar Jul, kakak enggak suka karena dulu dia menolak kamu !"
"Apa alasan seseorang di tolak ?"
"Mungkin sedang mencari kepastian !"
Jawab Amar paham dengan maksud Julaika, Amar memperhatikan Julaika yang beranjak pergi entah kemana ?
Julaika tertegun sambil memesan dua cup minuman, kenapa ia melontarkan pertanyaan seperti itu pada Amar !?
lima belas menit kemudian Julaika kembali dengan membawa dua cup minuman rasa cappucino.
"Ini untuk Anda pak Amar!"
Ujar Julaika lalu duduk di ruangan lain yang jauh dari Amar, saat ini ia hanya ingin sendirian.
__ADS_1
Amar memperhatikan cup es cappucino yang mulai berair, Ia menoleh pada Julaika yang fokus membaca setiap halaman.
Waktu sudah senja, semburan jingga merona terlihat dari jendela, beberapa orang mulai beranjak dari duduknya sementara kedua nya terpisah beberapa rak, namun Amar masih bisa melihat Julaika dari celah celah buku.
Amar terpaku saat tak mendapati Julaika di tempat nya, sekejap mata Perempuan itu pergi tanpa pamit.
Amar menoleh pada jendela dimana terlihat seorang perempuan berjalan sendirian ke arah basman kantor.
"Aku tidak tahu mengapa Tuhan mendekat kan kita saat aku tak lagi sendiri, atau kau datang sebagai ujian untuk rumah tangga ku?"
gumam Julaika menelungkup kan wajah nya di setir mobil, jalanan begitu macet hingga mobil berjalan merayap, Julaika harap Ratna sudah pulang.
Pukul tujuh Julaika sampai di rumah, Bersyukur karena Ratna sudah pulang. keadaan rumah tidak lagi mencekam.
"Non untung baru pulang...!"
Ujar Lulu nyengir.
"Kenapa lu ?"
tanya Julaika pura pura tidak tahu padahal ia pulang terlambat juga untuk menghindari Ratna.
"biasa non, tadi kan ada nyonya besar...!"
Julaika hanya mengulas senyum lalu masuk ke dalam kamar nya.
Pagi...
Julaika sudah siap berangkat ke kantor, Azlan belum kembali karena ada pekerjaan mendadak, Azlan pikir Julaika libur tapi Julaika memutus kan untuk tidak ikut ke Cianjur, dua hari kedepannya ia akan menginap di rumah Rian.
"sayang kamu mau kerja ?"
Tanya Azlan saat masuk ke dalam rumah.
"Ya, enggak bisa libur karena kerjaan lagi banyak bang !"
Azlan tertegun memindai Julaika.
"Tapi Abang mau kamu ikut dek!"
Azlan tetap memaksa membuat Julaika menghela nafas panjang.
"Bang, kali ini biarkan Jul di rumah, Jul akan menginap di rumah kak Rian selama Abang di Cianjur !"
Azlan menghela nafas panjang.
"Abang tetap Mau kamu ikut, besok kan kamu libur, Abang akan menunggu kamu pulang kerja !"
Jawab Azlan membuat Julaika tertegun, entah harus beralasan apa lagi agar Azlan mengerti dengan keinginan nya.
Julaika masuk ke dalam mobil setelah mencium tangan Azlan, Ia pamit pergi ke kantor.
__ADS_1
bersambung.