My Wife Introvert

My Wife Introvert
berhitung Budi.


__ADS_3

Runi mengajak Julaika kembali ke rumah sakit saat mendengar kabar dari Amir kalau Amar sudah sadar.


keduanya berjalan di koridor rumah sakit, Sampai sore Julaika belum bisa memasukkan makanan ke dalam mulut nya, Ia masih saja mencium bangkai tikus.


maklum lah satu Minggu Julaika berada dalam keadaan itu.


Julaika masuk ke dalam ruangan bercat putih tersebut bersama Runi, terlihat Amir dan Amar tengah berbicara berdua.


"Jul....."


Seru Amar saat Julaika sampai di hadapan nya.


"kamu baik baik saja kan?" Tanya Amar membuat Julaika tertegun, seharusnya ia lah yang bertanya demikian.


"Seharusnya Jul yang bertanya seperti itu, terima kasih bang !"


Amar langsung meraih tangan Julaika, Amir dan Runi tertegun melihat interaksi keduanya.


Terlihat ada cinta di mata Amar untuk Julaika, tapi perempuan itu sudah menikah.


Azlan yang mengetahui Julaika dan Amar berada di dalam langsung masuk, kebetulan mereka tiba bersama dengan keluarga Wibowo.


Azlan terpaku saat melihat Amar menggenggam tangan Julaika, niat ingin langsung memeluk Julaika sirna sudah.


siapa lah diri nya ? Amar lah yang menjadi pahlawan.


Julaika termangu saat melihat Azlan berada di ambang pintu, gegas Julaika melepaskan tangan Amar.


Azlan tersenyum pahit lalu merentangkan kedua tangan nya untuk merengkuh Julaika yang berlari ke arah nya.


"Kamu baik baik saja ?"


Tanya Azlan memeluk istrinya, Apa pantas ia marah dalam keadaan seperti ini, bersyukur Julaika baik baik saja.


Fardan dan yang lain nya masuk lalu bergantian memeluk Julaika, sekarang Rasyid sudah kembali ke penjara, Namun kasus nya berlanjut di London.


"kami Sangat berterima kasih pada Kamu, Amar...!"


ujar fardan duduk di sofa menghadap Amar yang berbaring di ranjang.


"Ya, sudah seharusnya saya menolong Julaika, Om !"


jawab Amar mengulas senyum.


"saya berhutang Budi pada kamu, terima kasih sudah menolong istri saya !"


ujar Azlan ikut bicara karena walau bagaimanapun Julaika adalah tanggung jawab nya.


"Ya, Azlan. jaga Julaika baik baik.."


jawab Amar mencoba menerima dengan ikhlas keadaan ini, keduanya sudah menikah. tak mungkin ia merusak nya karena sebuah ambisi, ia bukan Rasyid yang hilang kewarasan. yang terpenting adalah Julaika selamat dan tidak kurang satu apapun.


Semua mendengar kan cerita Julaika apa yang Rasyid lakukan pada nya.


Azlan merengkuh tubuh Julaika, Kasihan dengan Istri nya itu, Rasyid benar benar gila.


"Ya sudah Kakak akan bicara dengan polisi terkait penganiayaan itu Jul !"


ujar Rian geram dan marah mendengar cerita Julaika.


"Ya, hm... polisi juga bilang kalau Jul tidak boleh pulang ke Indonesia sebelum kasusnya benar benar jelas !"

__ADS_1


"Ya, sudah untuk sementara waktu kita akan sewa rumah...!"


Sahut fardan dan di anggukan oleh Julaika.


Setelah itu Fardan dan Rian pamit pada Keluarga Wibowo untuk mencari rumah sewa, Julaika juga harus beristirahat.


"sekali lagi terimakasih Amar, saya sudah janji kemarin akan memberikan hadiah untuk seseorang yang menyelamatkan putri saya, kamu sudah sangat berjasa, Amar.


saya akan kirimkan nanti hadiah nya...."


ujar fardan mengulas senyum, sementara Azlan diam tanpa suara. tiba tiba saja merasa insecur.


"Tak usah Om, saya ikhlas membantu. seharusnya saya mendatangi rumah itu beberapa hari yang lalu karena sebelumnya saya datang bersama Flo...!"


Amar menceritakan kejadian sebelumnya sampai ia mengetahui kabar Julaika di culik oleh Rasyid.


"Ya, tapi saya sudah janji, kamu tidak boleh menolak. harga nominal uang tak seberapa jika di bandingkan keselamatan Julaika, kami sangat takut jika terjadi hal buruk pada Julaika...!"


Tambah fardan lalu memeluk putri bungsunya itu.


"Ya, sekali lagi terimakasih Amar!"


Amar mengangguk.


"saya pamit pak Wibowo Rizaldi...!"


pria berambut putih itu mengangguk lalu keduanya berpelukan.


Azlan merangkul Julaika keluar dari Ruangan itu, Amar menghela nafas panjang.


"kamu adalah seseorang yang tinggal di hati ku, meski aku tidak bisa memiliki mu, kamu bukan takdir ku, namun bayang wajahmu melekat di benak ku..."


*


Mereka masuk ke dalam rumah yang sudah Rian sewa, Rena menelpon menanyakan kabar Julaika. Saat ini mereka tengah melakukan panggilan video.


Azlan memindai wajah Julaika yang terluka namun sudah di obati.


"Sayang kamu mau makan ?"


"enggak, Rasanya masih bau bangkai tikus bang !"


"di paksakan Jul, nanti kamu sakit !"


sahut Rida lalu menyodorkan makanan, namun dengan cepat Julaika menutup mulutnya lalu berlari ke kamar mandi.


Fardan dan Rian termangu memperhatikan Julaika.


"Jul, kamu seperti orang hamil saja !"


sahut Rian membuat Azlan dan Julaika terpaku di tempat nya.


"hm, enggak kok yah. Jul kemarin habis menstruasi !"


jawab Julaika lalu duduk di samping Azlan yang tidak bergeming, tak ada yang tahu permasalahan itu selain Yulia dan Rena, Julaika tidak akan hamil sebelum Azlan melepas pengaman nya.


"oh gitu, ayah berharap loh kalian punya anak..."


sahut fardan mengulas senyum.


"ayah ah, biarkan mereka berdua dulu.."

__ADS_1


jawab Rida lalu menyuruh mereka untuk makan.


"ya, Ayo dek kamu coba makan "


"enggak bang, aku mual. aku mau istirahat saja..."


jawab Julaika beranjak dari duduknya lalu masuk ke dalam kamar.


"biarkan Jul istirahat, nanti coba suruh dia makan lagi.."


jawab Fardan lalu mereka makan.


Azlan masuk ke dalam kamar dan melihat Julaika tengah duduk di tepi ranjang memandangi Salju yang kembali turun


"Dek, Abang bawa makanan kemari ya! kamu harus makan dek...!"


Julaika menghela nafas panjang mengingat masa menakutkan itu.


"Maaf ya dek, Abang enggak bisa seperti Amar...!"


Julaika menoleh pada Azlan.


"Abang enggak bisa jadi kebanggaan keluarga kamu, hm... Abang minta maaf..."


Julaika tertegun melihat Azlan menunduk di hadapan nya, Ia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima apa yang terjadi dalam hidup nya, mungkin memang sudah tergaris dalam perjalanan nya.


"Jul, Abang semakin sadar kalau Abang....!"


Azlan menghentikan ucapan nya saat Julaika mendekap nya erat.


"Jangan bicara seperti itu, aku sudah menerima semua nya ! aku tidak mau banyak menuntut dan jangan berpikir bahwa Bang Amar mencari kesempatan, dia tidak seperti Rasyid. Jul yakin dia akan mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Jul..."


Azlan tertegun, Justru dialah yang terbaik.


"Saat ini Jul hanya ingin Abang bantu Jul melupakan peristiwa menakutkan itu..."


Azlan mengangguk lalu memeluk Julaika sayang.


"Maafkan Abang ya!"


Julaika mengangguk lalu memejamkan mata nya.


Semalaman Julaika tidak bisa tidur karena terus mengingat malam kelam bersama Rasyid, beberapa kali Julaika menangis hingga pagi barulah Julaika tertidur pulas dalam dekapan Azlan, Julaika merasa trauma dengan keadaan gelap. susah payah Azlan menenangkan Julaika, berkat kesabaran nya Ia mampu membuat Julaika nyaman bersama nya.


*


**


***


****


*******


bersambung.....


Terima kasih untuk para reader yang masih setia 😍👍👍


bertahan untuk setia itu sulit, Seseorang datang membawa cinta namun Ia lebih dulu mencinta, benar kah cinta itu buta?


Hehehe..

__ADS_1


__ADS_2