
Sore setelah itu Julaika dan Rena pergi ke butik milik Yulia, sebelum nya mereka janjian untuk bertemu dengan kakak ipar nya itu.
"Dapat bonus dong kalau jadi sekertaris ?"
Ujar Yulia senyum menunjuk kan beberapa dress cantik keluaran terbaru.
"Ya, gitu deh. tapi gimana sama Azlan ? mantap kan dia ?"
Yulia mulai menggoda Adik ipar nya itu, Rena malah terkekeh kecil mendengar hal itu, banyak sekali yang penasaran akan pria yang berprofesi sebagai perias pengantin itu, kebanyakan memang mereka banci, tapi tidak dengan suaminya itu.
"Yang ini bagus ?"
Jawab Julaika senyum mengalihkan pembicaraan, Yulia malah terkekeh.
"Kakak sih doain biar cepat dapat momongan ya!"
Sambung Yulia tahu kalau Julaika malu malu, Julaika memang tidak akan bercerita hal yang bersifat pribadi.
"Admin....!"
ujar Rena bercanda.
"Aminn ah kamu Rena !"
sahut Yulia membuat Rena terkekeh, sementara Yang tengah di bicarakan asik sendiri tak menghiraukan kedua Kakak nya itu.
"pulang dari sini makan dulu yuk di resto langganan kita !"
Ajak Rena, julaika hanya mengangguk saja tanda setuju.
"boleh deh nimbrung !"
"kak Rian ada acara ?"
Tanya Julaika setelah memilih dua dress cantik berwarna Salem dan Hitam.
"Biasa, mancing mania !"
Rian memang memiliki hobi mancing hingga akhir pekan selalu ia habiskan dengan memancing ikan bersama rekan kerja nya.
Tak pernah sekalipun Yulia ikut, Karena bagi Yulia itu adalah kegiatan yang membosankan.
"oh ya, gimana Rasyid ? dia tahu kan kamu tetap jadi menikah !"
Julaika mengangguk lalu bercerita kejadian lalu yang membuat Azlan marah.
"Azlan marah lah pasti, Jul kalau ada apa apa kamu ceritain sama Azlan jangan di pendam sendiri, Azlan tidak akan tahu kalau kamu hanya diam saja !"
Cakap Yulia menasehati dan di anggukan oleh Rena.
"Terus gimana putusan kasus nya ?"
"belum tahu, Jul enggak ngobrol banyak karena bang Rasyid keburu marah kak !"
__ADS_1
Rena dan Yulia mengangguk.
"tapi seram juga kasus nya, bersyukur kamu enggak jadi nikah sama dia !"
sergah Yulia sambil geleng-geleng kepala.
setelah itu mereka beranjak untuk pergi ke restoran langganan mereka nongkrong, Yulia mempercayakan butik pada Asisten nya.
Setengah jam kemudian mereka sampai di tempat, Restoran tersebut cukup ramai karena memang makanan nya enak dan tidak terlalu mahal.
Julaika memilih Tempat dekat Jendela dan ternyata di situ ada Amar dengan seorang wanita, entah siapa ? gegas Julaika memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Amar, mungkin itu calon istri nya ?
gumam Julaika lalu fokus pada Buku menu yang berada di tangan nya.
"Julaika...!"
Seru seseorang memanggil dari dekat membuat Amar menoleh karena memang jarak antara mereka tidak jauh.
Julaika dan kedua kakaknya tertegun saat melihat Mala dan Adi berada di hadapannya, gegas Julaika beranjak dari duduknya menghampiri wanita paruh baya itu.
"Ibu, Alhamdulillah sudah sehat !"
Mala mengangguk lalu memeluk tubuh Julaika sambil terisak.
"maaf kan Rasyid Ya Jul..."
Ucap Mala memegang kedua tangan Julaika.
"Ya Bu, jangan pikirkan itu. yang terpenting ibu sehat !"
Julaika tertegun begitu juga dengan kedua kakak nya, Amar pun kepo dan mendengar kan percakapan mereka.
Julaika menghela nafas panjang, Seperti nya Mala tidak tahu kalau Julaika sudah menikah dengan orang lain.
Adi meminta Julaika untuk tidak berbicara dengan isyarat tangan nya, Julaika mengangguk paham, itu semua pasti demi kesehatan beliau.
Karena Mala hendak pulang akhir nya ia pamit pada Julaika setelah berbincang sebentar mengenai Rasyid.
Pria itu tidak terbukti ikut campur dalam rencana pembunuhan itu, namun Ia mengetahui rencana tersebut dan tentang Obat haram itu, Rasyid memang memakai dan juga menjual nya.
Restoran milik nya juga sementara waktu Rina yang mengelola, Mala mempercayai adiknya untuk memegang kembali usaha anak nya agar tidak bangkrut.
Julaika kembali duduk di kursi nya setelah mala dan Adi pamit pulang, Rena dan Yulia memindai wajah Julaika tampak berpikir.
"Bu Mala tuh baik banget, tapi sayang nya Rasyid malah seperti itu ?"
Ujar Rena Iba pada adiknya mengingat mertua nya yang sekarang.
"di dunia ini tidak ada yang sempurna, ada sih rokok doang !"
Ujar Yulia sedikit bercanda tak ingin terlalu serius, Sementara Amar sudah pergi lebih dulu bersama wanita nya.
"kamu pulang sama siapa Jul, biar kakak yang anterin kalau Azlan enggak bisa jemput !"
__ADS_1
"ya kak, Boleh !"
jawab Julaika lalu mereka mulai menyantap makanan.
**
Viona menghampiri Azlan yang tengah beristirahat, Kali ini ia harus bisa menjalin kedekatan dengan Azlan seperti dulu lagi.
"lan, gimana job yang di Cianjur ?"
Tanya Viona duduk di samping Azlan tanpa sungkan, menampakkan paha nya yang putih dan mulus namun Julaika memiliki hal yang lebih dari viona, Ia jaga keindahan itu hanya untuk nya.
"udah beres,, mereka juga udah kasih DP Tujuh puluh persen, Aku udah share di grup kan untuk job yang di Cianjur, dan respon kru juga baik'!"
Jawab Azlan lalu beranjak pindah ke kursi yang hanya muat satu orang.
"Lan, kenapa sih sekarang kamu menjauh terus dari aku ?"
Tanya Viona dengan tatapan sendu.
"Aku, hm...maaf Vi, bukan maksud aku untuk menjaga jarak tapi saat ini ada seseorang yang harus aku jaga hati nya !"
Viona tertegun, Sebaik itu Azlan pada Julaika yang baru di kenal nya kemarin.
"Ya, aku tahu tapi apa sih kelebihan perempuan pendiam itu di banding aku, enggak mungkin kamu enggak peka dengan sikap aku selama ini lan !"
Azlan tertegun melihat Viona menitik kan air mata nya.
"kalau aku ada di acara akad itu, aku enggak akan membiarkan kamu mengganti kan posisi calon suami Julaika yang tertangkap polisi, sadar enggak sih kalau aku lama berharap sama kamu ?"
Tambah Viona tak dapat lagi menahan perasaan nya, Ia langsung memeluk Azlan yang berdiri mematung, mendekap erat pinggang Azlan sembari terisak.
Azlan tidak tahu kalau seseorang merekam semua kejadian itu dengan ponsel nya.
Azlan melepaskan pelukan Viona, Ia menghapus air mata nya.
"maaf kan Aku Vi, aku enggak bisa sama kamu karena aku sudah menikah !"
Jawab Azlan membuat Viona kembali terisak lalu memeluk tubuh Azlan lagi.
Azlan menghela nafas panjang lalu mengusap kepala Viona agar ia berhenti menangis.
"Vi, aku anggap kamu seperti adik ku sendiri jadi berhentilah mengharap sesuatu yang lebih !"
Viona melepaskan pelukan nya dan menatap wajah tampan Azlan.
"Tapi aku cinta sama kamu !"
Sergah Viona hendak mencium Azlan namun cepat Azlan menghindar.
"Maaf Vi, aku sudah menikah jadi jangan bersikap seperti itu..!"
Sahut Azlan lalu pergi meninggalkan viona yang tersenyum licik, Ia tidak akan membiarkan mereka begitu saja.
__ADS_1
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir dan kasih like and komentar 😍😍😍