
Amar tersenyum memperhatikan wanita yang tengah tertawa memberi makan sapi, Azlan memindahkan video tersebut ke dalam laptop nya.
Beberapa potret Julaika memenuhi galeri foto nya, di lihat dari sudut mana saja Julaika tetap terlihat cantik.
"Amar kau memang gila ? mana bisa mengagumi keindahan milik orang lain ?"
Amar terkekeh sendiri lalu kembali merebahkan tubuh nya di ranjang.
Bukan hanya Julaika, tapi ia juga meliburkan diri untuk beristirahat di rumah.
"Aku tidak tahu apa maksud tuhan, tapi aku meyakini sesuatu yang memang milik ku tak akan pernah melewatkan ku..!"
Gumam Amar lalu kembali memejamkan mata nya, Saat ini ia hanya ingin tidur.
**
Julaika menghampiri Lulu yang tengah mencuci pakaian di belakang, Azlan tengah berada di gudang bersama anak buah nya.
"Lu jas yang tadi mana ?"
Tanya Julaika pelan karena khawatir ada yang mendengar nya.
"Udah saya cuci non, punya teman non yah!"
Julaika mengangguk.
"terimakasih ya lu, udah tolongin aku ! Jangan kasih tahu pak Azlan kalau jas itu punya teman aku lu !"
Lulu mengangguk paham.
"ya Non, parfum nya wangi banget. sampai sekarang masih tercium wangi nya.."
sahut Lulu mengulas senyum.
Julaika melangkah pergi saat Azlan masuk bersama Rara.
"Sayang, Ayo ikut Abang..."
Ajak Azlan meraih tangan Julaika meninggal kan ruang belakang.
"Ada apa bang ? kita mau kemana ?"
Tanya Julaika mengikuti langkah Azlan ke garasi mobil.
"Buka garasi mobil nya ?"
Julaika mengernyit heran karena tak paham, Namun Cepat ia membuka garasi mobil yang tertutup.
Julaika tertegun saat Melihat mobil mewah berwarna Biru Berbalut pita di atas nya.
"mobil ini untuk kamu dek ?!"
Julaika terperangah mendengar Apa yang Azlan sampaikan.
"Tapi Jul enggak ulang tahun bang !"
Azlan terkekeh lalu memeluk tubuh Julaika erat, Mencium kening nya berulang kali.
"Memang nya kalau mau ngasih sesuatu harus nunggu ulang tahun dulu !"
Sambung Azlan lalu mengecup bibir Julaika singkat membuat Ia terpaku.
__ADS_1
"kalau pak Soleh sibuk sama kerjaan Abang, kamu punya kendaraan sendiri, Bukannya Abang sengaja membiarkan kamu sendiri tapi Kamu butuh ini !"
Ujar Azlan dan di anggukan oleh Julaika.
"ya, Jul paham. terimakasih bang !"
"terimakasih doang ?"
balas Azlan terkekeh lalu menuntun tangan Julaika untuk masuk ke dalam rumah.
"Abang mau siap siap, sebentar lagi berangkat !"
Rara sendiri tengah mengerjakan tugas kampus nya, kemarin Kevin datang menemui Rara dan mengajak adiknya itu untuk kuliah di luar negeri, namun Rara menolak karena tak ingin jauh dari sang ibu dan juga Azlan membutuhkan nya.
Julaika menyiapkan semua keperluan Azlan, seperti ini kalau ia di rumah, Tapi Julaika masih ingin bekerja.
"Bang....!?"
Seru Julaika saat Azlan tengah menggunakan pakaian nya.
"Apa sayang ?"
Tanya Azlan menoleh lalu mengungkung Julaika yang duduk di tepi ranjang.
"Hm, apa tidak apa-apa Abang belikan Jul mobil...?"
Tanya Julaika menilik kedalam netra Azlan.
"tentu saja tidak, Pesawat pun akan Abang belikan kalau kamu mau !"
Julaika senyum lalu memejamkan mata nya saat Azlan meraih bibir nya, mengecup nya berulang kali hingga berubah menjadi ******* penuh hasrat.
"Abang berangkat ya, kita lanjutkan Nanti sepulang Abang kerja !"
ujar Azlan terkekeh lalu memeluk Julaika, mencium pucuk kepala nya dengan mesra.
"Kalau kamu enggak kerja, kita akan punya banyak waktu untuk bersama seperti sekarang ini !"
"hm, ya habis tahun ini ya bang. nanti Jul Risen !"
Azlan mengangguk tak ingin memaksakan kehendak nya pada Julaika.
"ya sudah Abang berangkat sekarang !"
Julaika mengangguk lalu melangkah keluar bersama Azlan.
"Ra, kamu mau ikut atau pulang ?"
Tanya Azlan, Rara terdiam karena tugas nya belum kelar.
"belum kelar nih tugas nya kak, Rara di sini aja deh sama kak Jul..."
"Ibu tahu kan kamu di sini ?!"
Rara mengangguk.
"Malah ibu bilang mau kesini !"
sambung Rara membuat Julaika tertegun mendengar hal itu.
Azlan mengangguk lalu mengajak Julaika keluar.
__ADS_1
"Sayang, kalau ibu bicara macam macam jangan di dengar, biarkan saja !"
Ucap Azlan paham dengan apa yang akan terjadi, Azlan juga terkadang merasa aneh karena sang ibu sangat mudah mengeluarkan kata kata pedas, bukan hanya pada Julaika tapi juga pada anak buah nya yang teledor.
"Ya....!"
jawab Julaika singkat, Perihal kemarin saja belum selesai dan sekarang Ia hendak datang lagi.
Julaika melambaikan tangan nya saat mobil Azlan melaju pergi meninggalkan halaman rumah, Julaika langsung masuk dan menghampiri Rara yang tengah mengerjakan tugas.
"Ada yang bisa kakak bantu Ra !"
Rara mengulas senyum saat Julaika duduk di hadapannya.
"Boleh kak!"
Jawab Rara lalu pindah ke samping Julaika.
Satu jam berlalu, Julaika masuk ke dalam kamar setelah membantu Rara mengerjakan tugas kampusnya.
Ia menoleh saat mendengar Sebuah mobil berhenti di depan rumah, sudah di pastikan itu mobil Ratna.
Julaika menghela nafas panjang, ia bingung antara menemuinya atau menghindari nya. Namun Julaika berpikir untuk tetap menghormati Ibu suami nya, Julaika turun ke bawah saat wanita itu masuk dengan sikap angkuh nya.
"Kamu ada di rumah ?"
Tanya Ratna saat Julaika menghampiri meraih tangan nya, melupakan kata kata menyakitkan yang pernah Ratna lontarkan.
"Ya, Saya Cuti Bu...!"
Ratna mengangguk lalu pergi memeriksa keadaan rumah termasuk garasi mobil dimana terdapat kendaraan baru milik Julaika.
"siapa yang beli mobil baru ?"
Tanya Ratna saat Julaika menapaki anak tangga hendak masuk ke dalam kamar.
"Itu milik istri nya bang Azlan, Bu !"
ujar Rara jujur.
"Azlan yang belikan ?"
Rara mengangguk dengan polos nya.
"Baru sebulan jadi istri sudah minta beliin mobil baru, gimana kalau udah berbulan bulan!? pasti permintaan nya banyak !"
Tutur Ratna sedikit mendongak ke atas dimana Julaika mendengar ocehan nya.
Julaika masuk ke dalam kamar tak mau meladeni Ratna, Julaika biarkan mertua nya berbicara dengan ekspektasi nya, Toh mau bagaimana pun Ia selalu salah ?
Julaika lebih memilih untuk tidur, paling pembantu dan yang lain nya kalang kabut mendengar ocehan Ratna.
***
Viona termenung mengingat kejadian semalam, Kenapa Ia sampai mabuk berat dan berakhir dengan pria asing yang entah siapa?
Viona mendapati dirinya tertidur pulas dengan seorang pria yang mirip sekali dengan Azlan, licik nya Viona memanfaatkan keadaan itu untuk menjebak Azlan, Ia yakin Julaika pasti akan langsung meminta cerai pada Azlan jika ia memperlihatkan Poto mereka berdua yang tengah satu ranjang, Viona tersenyum dengan berbagai rencana busuk nya ingin menghancurkan rumah tangga mereka.
bersambung.
terima kasih sudah mampir 😍😍😍
__ADS_1