My Wife Introvert

My Wife Introvert
Dua karakter yang berbeda.


__ADS_3

Dua jam kemudian mereka sampai di villa Bogor, tempat tersebut tak jauh dari acara yang akan digelar esok pagi.


Julaika keluar dari mobil lalu memindai sekeliling tempat tersebut, sepi, sunyi dan sejuk. Dari villa tersebut terlihat gunung hijau menjulang, mereka memang berada di dataran tinggi.


"Ayo masuk...!"


Ajak Azlan membuka pintu setelah seseorang memberi kan kunci villa tersebut.


"Sepi banget bang ?"


"loh bukannya kamu enggak suka yang ramai ?"


Sergah Azlan memeluk Julaika dari belakang.


"Ya, memang tapi tempat ini benar benar sunyi...!"


Julaika melangkah ke arah pintu kaca yang menapakkan kolam renang dengan air yang jernih.


"Kamu suka Renang ?"


Tanya Azlan memperhatikan Julaika menilik sekeliling kolam renang terdapat saung gazebo di samping nya.


"Suka, tapi dulu sama kak Rena. udah besar enggak pernah renang lagi. kak Rian melarang kedua adiknya berenang di luar terkecuali di rumah, Tapi di rumah juga jarang karena kesibukan masing-masing, kalau weekend juga lebih banyak menghabiskan waktu di kamar rebahan saja, kadang pergi keluar sama Reva dan Alisa...!"


Julaika bercerita tentang kehidupan nya sebelum mengenal Azlan.


"ya sudah nanti kita renang bersama !"


jawab Azlan terkekeh kecil, Julaika hanya mengulum senyum.


Julaika pernah memimpikan punya suami yang cool, tapi Tuhan takdir tuhan lain.


Azlan begitu hangat, suka bercanda, royal dan begitu senang menggoda nya.


Dua karakter yang berbeda menjadi satu dalam ikatan suci pernikahan, namun Julaika bersyukur karena hal itu hidup nya menjadi beragam.


Suka, tertawa, gemas dan yang lain nya, Azlan tidak seperti Rasyid, Ia datar dan tidak humoris seperti Azlan.


"Mau makan atau rebahan dulu ?"


Tanya Azlan kedua nya masuk kembali ke dalam villa.


"mau nya kamu rebahan ya bang ?"


senyum tersungging di bibir Azlan, pria itu mendekap pinggang Julaika yang ramping.


"bagi Abang kamu adalah kejutan yang menyenangkan, Abang senang karena sekarang ada kamu yang akan menemani hari hari Abang !"


"ya, tapi enggak tiap hari kalau Jul masuk kerja, jangan marah ya!"


Jawab Julaika mengulas senyum.


"Jul, uang Abang tuh banyak jadi sebenarnya kamu enggak perlu kerja...!"


Julaika menatap wajah Azlan, lagi lagi ia membahas itu.


"Jul laper bang, dingin gini makan mie instan enak seperti nya !"


lebih baik mengalihkan pembicaraan dari pada ujung ujungnya ia jengah.

__ADS_1


"Ya sudah kita buat spaghetti saja !"


Julaika mengangguk.


*


Hari ini Ari kembali menjenguk Rasyid di penjara, Rasyid menceritakan tentang pesan nya pada Julaika yang tidak mendapatkan respon apa apa.


"Terus Lo mau gimana Id..?"


tanya Ari memindai wajah Rasyid tampak kusut, begitu tersiksa nya dia karena berhenti menggunakan barang haram tersebut.


"coba Lo jadi gue, sakit banget gue karena Julaika, gue menderita di sini sementara dia asik sama banci itu..!"


Ari menghela nafas panjang.


"jangan mikirin Julaika terus tapi Lo juga harus mikirin Ibu Lo, beliau masih di rawat di rumah sakit, Id !"


Rasyid terdiam sejenak lalu mengusap wajah nya kasar.


"Lo bisa enggak bantu gue, tolong bilang sama Julaika, gue mau dia datang ke kantor polisi !"


Ari termenung memikirkan keinginan Rasyid, seperti nya keduanya memang harus bertemu dan menuntaskan permasalahan mereka.


"Ya udah nanti gue temui Julaika kalau dia udah masuk kerja, karena kalau sekarang Julaika masih cuti !"


Rasyid mengangguk, ada secercah harapan. semoga Julaika mau bertemu dengan nya, ia sangat rindu dan ingin sekali bertemu muka dengan Julaika.


******


Keduanya selesai makan, Julaika duduk di samping Azlan sambil membaca buku, pria itu tengah memindai layar persegi panjang kecil itu.


Julaika menoleh pada Azlan yang tengah mengamati wanita dengan wajah nya yang cantik.


Azlan menoleh lalu mengambil buku yang tengah Julaika baca.


"Abang ih....!"


Julaika terpaku saat Azlan menghimpit tubuh nya yang kecil.


"Ya, Memang seperti itu hanya sebentar saja, tapi ada yang sampai semalaman aku memandanginya..."


Ujar Azlan menatap lekat wajah Julaika.


"Cantik, cuek dan jarang sekali tersenyum... saat bertemu dia menolak untuk aku dandani dan beberapa jam kemudian dia menjadi istri ku !"


Julaika semakin membeku menatap netra Azlan penuh hasrat. semua memang begitu mengejutkan, tak ada yang bisa menyangka Rencana Tuhan.


"bang, engap... Abang tuh berat!"


sergah Julaika senyum kecil saat Azlan mengecup bibirnya singkat.


Azlan beranjak lalu menutup laptopnya.


"kita rebahan di kamar yuk dek...!"


Ajak Azlan menarik tangan Julaika.


"beneran kan cuma rebahan !?"

__ADS_1


tanya Julaika senyum kecil.


"lebih enggak apa apa, kamu Kan istri Abang !"


Julaika terkekeh kecil sambil menggeleng kan kepala nya masuk ke dalam kamar bersama Azlan.


Kamar nya begitu rapih, kaca samping mengarah ke kolam renang.


"bang Rara di villa mana ?"


tanya Julaika duduk di tepi ranjang.


"Di samping villa ini dengan team kru yang lain nya, kenapa ?"


tanya Azlan duduk di dekat Julaika.


"biasanya kamu gabung atau misah ?"


Tanya Jul lagi.


"aku suka misah dari mereka, sebelum ada kamu juga aku suka minta villa sendiri!"


"kenapa ?"


Tanya Julaika memindai wajah Azlan.


sebenarnya hal itu untuk menghindar dari viona, pernah beberapa kali Viona menggoda nya, Azlan sebenarnya tahu kalau Viona mengharapkan nya namun viona bukan tipe perempuan seperti yang Azlan mau, tapi dia yang saat ini berada di hadapan nya.


menjaga kehormatan diri, tidak centil seperti kebanyakan wanita yang pernah ia temui.


"Tidur yuk dek, udah makan malah ngantuk !"


ujar Azlan mengalihkan pembicaraan lalu merengkuh tubuh Julaika untuk berbaring bersama, Azlan memindai wajah natural Julaika, cahaya nya terpancar, tentu saja seorang pria bisa membedakan mana perempuan yang menjaga diri dan tidak.


"kenapa bang ?"


Julaika mengerti saat pria itu kembali mendekat kan diri, memeluk tubuh nya erat.


***


Viona sejak tadi manyun karena Setelah sampai Azlan tidak menghampiri mereka, biasanya dia akan datang dan bertanya banyak hal pada team kru nya, tapi karena sekarang ada Julaika, Azlan tak lagi sama. padahal villa mereka bersebelahan Hanya terhalang tembok besar saja.


"jangan manyun terus Vi...!"


ujar salah satu kawan.


Rara sendiri asik bersama Siva melihat design gaun pengantin wanita.


"sekarang si bos punya Yang aduhai, apa lagi pengantin baru, kemana mana lengket. gue rasa sekarang bos enggak akan mau jauh dari istri nya, meskipun mereka menikah karena suatu alasan tapi tetap saja indah. gue sih yakin gitu !"


"ya, Lo kan udah nikah pasti tahu yang endos... haha !"


ujar salah seorang menimpali membuat viona makin panas, ia beranjak dari duduknya lalu pergi ke belakang villa.


Viona terpaku merasa bulu kuduk nya meremang, mengapa tempat itu tiba-tiba terasa mencekam.


Viona menoleh ke samping seperti ada bayangan yang terbang.


"ah masa siang siang ada hantu sih...?"

__ADS_1


gumam Viona lalu masuk kembali sambil berlari kecil.


bersambung...


__ADS_2