
Sore itu keduanya kembali ke rumah, terlihat para pembantu tengah berbincang di dapur. mereka langsung bubar saat melihat Azlan dan Julaika masuk ke dalam rumah.
"Sore Den, nona Julaika!"
keduanya hanya mengulas senyum lalu menapaki tangga naik ke atas menuju kamar.
"mereka terlihat serasi ya ?"
ujar asih sambil mengelap piring yang sudah kering.
"ya, tapi istri nya kok kelihatan jutek gitu. aku sih lebih suka sama nona Viona !"
balas Lulu yang langsung mendapatkan pukulan di pundak nya.
"enggak boleh seperti itu, kalau den Azlan dengar aku yakin kamu langsung di pecat !"
Sahut irah dan di tanggapi Lulu dengan memanyunkan bibirnya.
Mereka langsung pergi meninggalkan Asih sendiri di dapur.
"Sayang, Abang ke gudang dulu ya ! anak buah Abang masih beresin barang barang !"
Julaika mengangguk lalu merebahkan tubuh nya di ranjang kemudian merogoh ponselnya yang berada di tas.
Julaika mengernyit kan dahinya saat Melihat beberapa panggilan tidak terjawab, dan pesan suara dari nomor baru.
"Jul, ini aku Rasyid !"
deg..
Julaika langsung tertegun, jadi tadi Rasyid menghubungi nya.
"kenapa kamu begitu tega dengan Abang ? Abang pikir kamu akan membatalkan acara pernikahan kita, tapi ternyata kamu malah menikah dengan orang lain. demi tuhan Abang kecewa dan merasa sakit hati.
Apa yang Abang usahakan dan orang lain yang menikmati ?
kenapa kamu tidak menunggu Abang, Jul !
Abang sangat mencintai kamu, Abang tidak rela kamu bersama orang lain. secepatnya Abang akan bebas, kita akan pergi bersama !"
Pesan suara itu membuat Julaika membeku seketika, mendengar kata kecewa dan tidak rela membuat Julaika cemas jika kelak Rasyid menaruh dendam pada nya.
"Jul....!"
pray....
Julaika terkejut dan tidak sengaja menjatuhkan ponselnya hingga kaca nya pecah.
"Jul, kamu kenapa ? kamu melamun ? kok terkejut gitu !"
tanya Azlan menghampiri.
"enggak, aku tidak apa-apa !"
__ADS_1
gegas Julaika memungut ponselnya yang pecah namun masih hidup.
"hm, kita beli saja yang baru. awas nanti kamu kena serpihan kaca nya !"
"tidak usah bang, perbaiki saja !"
sergah Julaika, ponsel tersebut ia beli dengan gaji pertama nya bekerja di perusahaan tersebut.
Julaika sangat menyayangi nya, mendengar pesan tersebut membuat Julaika risau, Rasyid marah pada nya karena ia menikah dengan orang lain. Julaika tahu Rasyid adalah tipe orang yang berambisi.
Kenyataan Ia terlibat banyak kasus yang menjadi rahasia dalam hidup nya, Tuhan masih menyayangi nya hingga semua terjadi sebelum akad berlangsung.
Apa jadinya ia menikah namun suaminya langsung menjadi tahanan.
Azlan memperhatikan Julaika yang termenung sendiri, ia pun langsung mendekati.
"Ada apa Jul, apa yang kamu renungkan ?"
Tanya Azlan memangku wajah Julaika kemudian mengecup bibir nya singkat, hal itu semakin membuat Julaika membeku.
"Aku, hm... Bang !"
Julaika memperhatikan Azlan, Ia tidak akan memberi tahu nya sekarang. mungkin nanti saja, ia harus selesai kan masalah ini, tapi ia tidak berani menemui Rasyid sendiri.
atau lebih baik ganti nomor ponsel saja !?
"Ya sudah ponsel nya di ganti saja, Jul juga mau ganti nomor yang baru ?"
'Maaf kan aku bang Rasyid, tapi aku terpaksa melakukan hal itu, Ada nama baik keluarga yang harus aku jaga, bagi ku mereka yang terpenting '
Azlan langsung mengajak nya pergi ke counter handphone untuk membeli ponsel yang baru.
Dalam perjalanan, Julaika terus memikirkan hal itu, ia pikir Rasyid akan menerima nya dengan lapang dada tapi ternyata ia salah.
Azlan sendiri tidak merasa curiga karena memang istri nya itu selalu diam, padahal dalam diam nya ia tengah memikirkan sesuatu.
"hm, besok Jul enggak ikut ya! Jul di rumah aja deh!"
Jul memulai obrolan.
"kamu harus ikut sayang, aku enggak mau kamu sendirian di rumah !"
"ya kan ada pembantu ?!"
Balas Julaika membuat Azlan termangu.
"kenapa sih dek kamu enggak mau ikut ? Abang udah pesan villa untuk kita, kalau kamu enggak mau ikutin Abang nanti kamu bisa istirahat di villa !"
"Ya sudah....!"
kali ini Julaika pasrah tak membantah keinginan suami nya itu.
Azlan Memilihkan nya ponsel keluaran terbaru yang harga nya lumayan mahal, Julaika sempat menolak tapi lagi-lagi Azlan tidak mau di bantah, suami nya ini memang cukup royal.
__ADS_1
Setelah itu keduanya kembali ke rumah, waktu sudah senja. kedua nya langsung ke kamar kemudian bergantian ke kamar mandi.
Azlan menunaikan shalat Maghrib sendiri karena Julaika masih absen, satu Minggu biasa nya ia mendapatkan tamu bulanan.
Julaika menelungkup kan tubuh nya sembari membaca buku, ponsel baru nya ia biarkan tergeletak begitu saja setelah menghubungi orang terdekat memberi tahu nomor nya yang baru.
"Jul..mana perhiasan yang Abang beli untuk kamu ?"
Julaika langsung beranjak lalu mengambil paper bag berwarna putih dan memberikan nya pada Azlan.
"kemari..!"
titah Azlan membuka kotak berbentuk hati yang berisi dua cincin pernikahan, kalung berlian, Anting dan dua gelang cantik.
"pakai cincin nya ya, istri Abang !"
Seru Azlan membuat wajah Julaika merona.
keduanya bergantian memakai kan cincin.
"yang lain nya mau di pakai juga ?"
tanya Azlan mengambil kalung berlian.
"hm, nanti saja bang! sebenarnya Jul enggak terlalu suka pakai perhiasan. cukup cincin saja ! di simpan dulu, nanti Jul akan pakai !"
Julaika mengulas senyum, Semoga hal itu bisa membuat Azlan mengerti.
"ya sudah kalau begitu, kita mau makan sekarang atau nanti !?"
tanya Azlan membelai rambutnya yang panjang.
"nanti saja Jul belum lapar !"
Azlan mengangguk lalu meraih dagu milik nya, memindai bibir nya yang berwarna pink muda. ranum dan menggemaskan.
"boleh Abang cium kamu ?"
Julaika tertegun, apa memang harus mendapatkan izin terlebih dahulu ?
Julaika tersenyum dalam hati, Azlan tampak menuggu jawaban dari nya.
"boleh asal jangan minta lebih karena Jul Kan sedang datang bulan !"
jawab Jul senyum membiarkan Azlan merebahkan tubuhnya di ranjang.
Julaika meyakinkan hati untuk bertahan dengan Azlan, meski keadaan tak selalu berjalan mulus. contoh Ratna saja, Julaika yakin kelak lambat laun semua akan membaik.
dan soal Rasyid, Julaika pikir lebih baik menghindar dan mengabaikan jeritan hati nya, mungkin terkesan tega tapi sungguh ia sendiri tidak berdaya dengan keadaan itu, Julaika juga tidak ingin Keadaan ini tapi takdir berkata lain, mungkin benar ia dan Rasyid tidak berjodoh.
semoga tuhan melapangkan hati nya, memberikan nya hidayah agar kembali ke jalan yang benar.
Azlan menatap pupil indah milik Julaika, nafas nya tersengal karena pagutan tersebut, Julaika tidak bergeming di bawah himpitan pria itu ? menolak keinginan suami itu dosa ? hal itu Rida tegaskan sebelum Hari pernikahan, sang ibu banyak memberikan nasihat termasuk jadilah seorang yang pandai menyenangkan hati suami.
__ADS_1
bersambung.
terimakasih yang sudah mampir dan memberikan dukungan, love untuk para reader yang masih setia.😍😍😍