My Wife Introvert

My Wife Introvert
pekerjaan itu halal.


__ADS_3

Azlan terbangun lebih dulu, waktu menunjukan pukul empat pagi, acara akad akan berlangsung pukul sepuluh pagi, Azlan akan memulai pekerjaan nya pukul enam pagi.


Azlan menoleh ke arah Julaika yang masih terlelap, Azlan memindai wajah teduh istrinya itu.


Azlan yakin calon suami Julaika kecewa karena Julaika menikah dengan nya, Entah kenapa terbesit sebuah ketakutan pria itu merebut Julaika kembali, karena seharusnya Julaika menjadi milik nya.


Mendengar kasus yang menjerat Rasyid, Azlan yakin pria itu bukan seorang biasa. apalagi ia terlibat kasus pembunuhan berencana.


Azlan beranjak dari duduknya membereskan semua keperluan nya, teringat akan percakapan nya dengan Julaika tadi siang.


"bagaimana kalau Jul minta kamu kerja yang lain ?"


mungkin Julaika tidak suka dengan pekerjaan nya yang seorang perias pengantin.


teringat dua orang yang jauh di sana, mereka bercerai berai juga karena keinginan nya di Tata rias.


"Kamu itu laki laki Azlan, apa tidak ada pekerjaan lain selain menjadi perias pengantin, yang benar saja kamu ini...!"


apa yang di katakan sang ayah membekas di benak nya, namun Azlan terlanjur menyukai dunia tata rias terserah tanggapan mereka seperti apa yang pasti ia senang menjalani nya.


menciptakan karya membuat seseorang wanita tampil cantik dan memukau di hari pernikahan nya, apa yang salah ? pekerjaan itu halal !


Lama Azlan termenung mengingat keluarga nya, Sang ibu yang selalu mendukung keputusan nya, namun tidak dengan pernikahan dadakan ini, Azlan berpikir ia harus bisa membuat Julaika dan sang ibu akur.


Terdengar suara adzan berkumandang, gegas Azlan mengambil wudhu.


Ia menunaikan ibadah sendiri karena istri nya masih absen, setelah selesai gegas Azlan membangun kan Julaika.


"Dek, kamu mau ikut dengan Abang ke tempat atau menunggu di sini !"


Ujar Azlan mendekatkan wajah nya dengan Julaika.


"ikut bang, aku takut sendirian di villa !"


"ya, sudah bergegas mandi !"


Julaika mengangguk lalu melangkah ke kamar mandi tanpa membawa apapun karena ia masih mengantuk, Azlan tersenyum melihat tingkah Julaika, sebelumnya ia selalu membawa pakaian ganti ke kamar mandi.


terdengar gemercik Air dari dalam, sebentar lagi Julaika pasti berteriak.


"bang.....!"


benarkan ? Azlan terkekeh kecil.


"ada apa, Air nya enggak keluar ?"


tanya Azlan pura pura tidak tahu.


"bukan, Jul lupa bawa handuk Sama pakaian ganti !"


Azlan beranjak dari duduknya lalu menyodorkan handuk setelah Julaika membuka pintu.


"pakaiannya bang ?"

__ADS_1


ujar Julaika senyum, wajah nya terlihat begitu segar karena basah.


"Di luar saja pakai baju nya Jul ?!"


"enggak mau bang, malu ah !"


Azlan terkekeh.


"enggak pokoknya di luar, Abang kan suami kamu !"


Julaika tertegun mendengar hal itu.


"tapi Abang keluar dulu dari kamar !"


pinta Julaika tetap pada keinginan nya.


"ya, sayang ayo !"


sahut Azlan tetapi ia tidak beranjak dari duduknya, menunggu istri nya keluar dari kamar mandi.


"Abang ih...!"


Rengek Julaika saat melihat Azlan masih berada di kamar tersebut.


Azlan malah terkekeh lalu mendekati Julaika, pundak dan paha nya yang putih terekspos dengan jelas membuat istri nya terlihat begitu menggoda.


"baiklah Abang keluar tapi setelah hari ini Abang jamin kamu tidak akan bisa menghindar dari Abang ?"


ujar Azlan pergi setelah mengecup pundak Julaika, Ia langsung mematung merasakan sensasi yang membuat nya merinding seketika.


semoga Ia siap jika waktu nya tiba memberikan seluruh nya pada Azlan.


**


Sepuluh menit kemudian Julaika keluar dari kamar menggunakan dress cantik berwarna navy dan pasmina berwarna pink.


"sini duduk...."


titah Azlan hendak merias wajah istrinya itu.


"mau apa bang...?"


Julaika tertegun saat Azlan mulai memoles wajah nya dengan make up, masih ada waktu satu jam lagi untuk datang ke tempat.


Julaika memperhatikan Azlan yang begitu telaten merias wajah nya, apa ia siap melihat Azlan merias wajah perempuan lain di hadapan nya, memindai wajah perempuan lain di hadapan nya.


"udah bang, jangan menor menor, Jul enggak Suka !"


sahut Julaika meminta untuk berhenti.


"Ya Abang tahu, tenang aja. istri Abang harus cantik !"


"emang enggak cantik kalau enggak Makeup.."

__ADS_1


Azlan terkekeh lalu mengecup kening Julaika.


"cantik tapi seperti ini lebih cantik...!"


Tukas Azlan mengusap pipi Julaika yang merona.


"Ayo kita berangkat sekarang ?"


Ajak Azlan lalu beranjak dari tempat bersama Julaika menuju mobil.


Sepuluh menit mereka sampai ditempat, dekorasi pelaminan yang begitu indah dengan bunga yang menguarkan wangi nya.


Azlan menggenggam tangan Julaika masuk ke tempat ramai tersebut, Ia langsung menghampiri pengantin yang hendak di dandani.


"kamu tunggu di sini ya!"


titah Azlan meminta Julaika duduk tak jauh dari nya.


Rara dan Siva sudah siap membantu Azlan merias wanita cantik itu, Julaika tertegun Azlan tampak santai padahal wanita tersebut tampil begitu seksi dengan celana hotpants dan atasan yang ketat dan terbuka di bagian bahu.


dari jauh Viona merias ibu dari pengantin perempuan, viona tersenyum dalam hati melihat ekspresi wajah Julaika, apa ia bisa bersama Azlan dengan pekerjaan nya itu.


bagi yang tidak terbiasa Viona yakin itu tidak mudah, apa lagi kalau Jul tipe yang pencemburu.


"rasain Lo Jul..!"


gumam Viona dalam hati.


keadaan begitu bising karena mereka tengah mempersiapkan semua keperluan menyambut kedatangan keluarga mempelai pria.


bayangan kejadian menyakitkan itu kembali melintasi benak nya, keadaan ini membuat nya selalu ingat akan seseorang.


Julaika Beranjak dari duduknya, ia tidak bisa berada terus di tempat itu. ia butuh suasana tenang dan sepi gegas Julaika melangkah keluar tanpa sepengetahuan Azlan.


Julaika menarik nafas panjang lalu membuang nya perlahan, Saat ini ia berada di taman belakang rumah itu, ada kolam ikan yang cukup besar, tidak sepi namun tidak berisik seperti di dalam.


Julaika duduk di kursi panjang dekat taman itu, rasanya lebih tenang tanpa memperhatikan suaminya bekerja.


Udara juga sejuk tak panas seperti di dalam, mungkin karena terlalu banyak orang.


Dua jam berlalu Azlan selesai merias wajah perempuan cantik itu, Azlan dengar ia sudah hamil lebih dulu sebelum pernikahan, namun Azlan menanggapi nya dengan biasa, bukan nya di jaman sekarang hal itu sudah biasa, beberapa kali ia merias perempuan yang tengah hamil lebih dulu sebelum akad.


"Ra, kamu tinggal pakai kan kebaya nya..."


Azlan menoleh ke kursi yang kosong, kemana istrinya itu ?


"kak Jul kemana ? kamu lihat enggak Siva?"


tanya Azlan, dia belum bisa pergi karena pekerjaan nya belum selesai.


"paling di luar, kak Jul enggak akan jauh kok ! tenang aja !"


sahut Rara menyikapinya dengan tenang.

__ADS_1


Repot kan kalau terus ngurusin kak Jul yang enggak betah di keramaian ? bisa bangkrut urusannya !


Bersambung...


__ADS_2