My Wife Introvert

My Wife Introvert
help Us..


__ADS_3

Amar sampai di rumah tua itu, ia mengendap mengintip apa yang terjadi di dalam ruangan gelap dan berbau bangkai tikus.


Wajah Julaika pucat dengan beberapa luka, Pakai nya juga kotor dan Bau karena setiap hari Rasyid melempari nya tikus penuh darah.


Tempat itu bau bangkai tikus, Julaika beberapa kali muntah karena tak sanggup menahan bau, sementara Rasyid memaksa nya untuk Makan.


"Makan jule...ayo makan !"


"enggak aku enggak Mau, untuk apa aku makan ? bukan kah kau ingin aku mati !"


Julaika frustrasi hanya Air mata yang menjadi teman setianya.


Rasyid terkekeh lalu mencengangkram rambut Julaika, menjambak nya dengan keras hingga Julaika meringis.


"kau berani melawan ku Jul, kau memang luar biasa !"


Hahaha...


Rasyid kembali tertawa sendiri.....


"lihat mana suami mu yang banci itu, apa dia bisa menyelamatkan mu?


kau lihat ini !"


Julaika meringis melihat air keras yang berada di tangan Rasyid.


"bagaimana kalau aku melenyapkan kesombongan mu lewat air keras ini, seperti nya akan bagus jika mengenai wajah mu yang cantik ini !"


Amar melebarkan matanya mendengar semua itu, melihat dengan jelas apakah benar itu Julaika.


Rasa penasaran nya terjawab, Kenapa Hati nya terus condong ke rumah tua itu.


"jangan bang, aku mohon !"


Rintih Julaika memohon pada Rasyid.


Amar menghubungi Runi untuk memberi tahu polisi dan meminta warga untuk mendatangi rumah tua dekat hutan.


Gegas Runi mengikuti perintah Adik nya, meski ia tidak paham tapi sepertinya seseorang dalam bahaya.


Amar bersiap untuk mendobrak pintu rumah tersebut, Di rumah itu tidak ada penjagaan hanya ada Rasyid dan Julaika.


Saat Rasyid hendak menyiram air keras pada wajah Julaika, dengan cepat Amar menendang pintu hingga membuat Rasyid tercengang, dengan cepat Julaika menendang cairan tersebut hingga tumpah ke bawah.


"Amar.....!"


Julaika tidak percaya dengan apa yang ia lihat, tapi itu benar benar Amar.


"siapa kamu ?"


Tanya Rasyid langsung melayang kan pukulan ke arah Amar, namun pria itu bisa menghalau nya. malah Amar yang berbalik memukuli Rasyid hingga babak belur, Rasyid tak mampu melawan karena ia dalam keadaan mabuk.


Tak lama kemudian Rasyid jatuh tersungkur di lantai penuh darah tikus, gegas Amar membuka ikatan Julaika.


"Astaga Jul...!"


Amar langsung memeluk tubuh lemah itu, Julaika terisak dalam pelukan Pria yang bukan suaminya.


"Ayo pergi dari rumah terkutuk ini...."


Rasyid meraih kekuatan hingga ia bisa bangkit dan berlari mengejar Mereka.


"tunggu Julaika, aku belum membunuh mu!"

__ADS_1


Dor....


satu tembakan Rasyid layangkan ke atas hingga kedua nya berlari semakin cepat, Rasyid terus mengejar.


"bang, Aku lemas. enggak kuat !"


Amar tertegun lalu menyodorkan punggung nya.


"cepat naik, kita harus segera mencari bantuan !"


Julaika mengangguk lalu naik ke punggung Amar, pria itu membawa nya berlari dari Kawasan Hutan terlarang itu.


"help Us, please....!"


Teriak Amar berulang kali sementara Julaika memegang leher nya erat karena takut terjatuh, beberapa kali Rasyid membidik mereka dengan tembakan.


namun tuhan melindungi keduanya hingga Amar bisa menghindari tembakan itu.


"Help us....!"


teriak Amar hingga mereka sampai di perbatasan dan bertemu dengan beberapa orang yang hendak membantu, di tambah Polisi yang turun Dari Mobil.


Namun dengan cepat Rasyid melayangkan tembakannya pada punggung Amar.


Door...


"Ah.......!"


teriak Julaika saat Amar langsung Ambruk di tempat dengan darah yang bersimbah.


Tempat tersebut riuh penuh orang, Dengan cepat polisi menangkap Rasyid dan dengan segera mobil ambulance membawa Amar ke rumah sakit terdekat.


"kita butuh donor darah golongan Ab..!"


"darah saya Ab dokter !"


kebetulan Darah Julaika sama dengan Amar, gegas ia mengikuti langkah dokter.


*


Pihak kepolisian Langsung menghubungi Rian terkait penangkapan Rasyid, Gegas Rian memberi tahu Azlan dan yang lain nya untuk terbang waktu itu juga ke London.


*


Julaika menatap kaca ruang operasi dimana Amar berada, bulir bening nya kembali tumpah. ia takut terjadi sesuatu dengan Amar. pria itu sudah menolong nya.


"Julaika...."


seru Runi membuat Julaika menoleh seketika.


"Aku Runi, kakaknya Amar.."


Julaika mengangguk lalu membungkuk.


"bersihkan diri Dulu, kakak bawa pakaian ganti dan Sabun untuk mu mandi.." Ujar Runi menyodorkan sebuah paper bag.


"Tapi kak, aku ....."


"ya, aku paham...semoga Amar baik baik saja"


Jawab Runi menyuruh Julaika untuk ke kamar mandi membersihkan diri.


Dua jam berlalu, Julaika dan Runi menunggu hingga operasi berjalan lancar.

__ADS_1


Satu jam yang lalu polisi meminta keterangan pada Julaika terkait permasalahan penyanderaan tersebut.


"kamu baik baik saja Julaika..."


Julaika mengangguk, semua badan nya terasa remuk, sendi sendi nya terasa linu, Rasyid bahkan memotong sebagian rambut nya hingga tidak beraturan.


"Kamu makan dulu, sebentar lagi operasi nya selesai..."


Ucap Runi menyodorkan makanan yang di bawa oleh Amir, kakak Amar.


Julaika menutup mulut nya serasa ingin muntah karena bau bangkai tikus itu terus menjalar di Indra penciuman nya.


"enggak kak, aku tidak mau makan "


sahut Julaika membuat kedua nya tertegun melihat Julaika langsung muntah.


"Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar, kita tunggu Pasien sampai sadar..."


Ujar Dokter dan di anggukan oleh Runi dan Amir.


Runi tahu kalau Julaika adalah perempuan yang di cintai Amar, entah apa maksud semesta mempertemukan kembali kedua nya. padahal Amar sengaja menjauh dari Julaika, namun kejadian itu membuat nya dekat.


"Jul, kita pulang dulu. kamu harus istirahat, setelah Amar sadar kita akan kembali... biar kak Amir yang menunggu."


Amir juga langsung memberi tahu Salwa dan Wibowo perihal kejadian itu, papah dan mamah nya juga langsung terbang ke London.


**


"Ayo masuk Jul, kamu istirahat saja dulu. kakak yakin badan kamu sakit semua..." ujar Runi saat mereka sampai di rumah.


Julaika mengangguk, Wanita yang berada di hadapannya begitu baik, Ia tidak menyalahkan nya atas apa yang menimpa Amar, kalau Ratna pasti akan memaki nya habis habisan.


"terimakasih kak..." jawab Julaika mengulas senyum.


"ya, kita akan kembali setelah Amar sadar, kalau butuh sesuatu kamu jangan sungkan..."


Julaika mengangguk lalu masuk ke dalam kamar, Julaika tertegun karena kamar tersebut seperti nya milik Amar, rumah tersebut memang tidak terlalu besar.


Julaika melihat jaket tebal milik Amar, Teringat kejadian tadi. Amar berlari sambil menggendong nya melewati salju, tak percaya pria itu begitu tangguh, Ia bahkan menghantam Rasyid hingga babak belur, namun karena pengaruh obat Membuat Rasyid kuat berkali kali lipat, entah bagaimana kejadian jika Amar tidak cepat datang, sementara saat itu Rasyid hendak menyiram nya dengan air keras.


bersyukur Amar cepat datang menolong nya, Saat ini Rasyid sudah di ringkus oleh Polisi.


"mimpi buruk itu sudah berakhir....!"


gumam Julaika lalu memejamkan mata nya lelah. berharap esok bisa melihat Amar sadar pasca operasi nya.


*


**


****


*****


bersambung...


terima kasih yang masih Setia.


Jangan lupa like dan komentar ya😍😍😍


terkadang orang sekitar juga berpengaruh terhadap kewarasan kita, jangan ragu untuk memilih karena diri sendiri lah yang bertanggung jawab atas kebahagiaan sendiri..


Author bingung, Azlan atau Amar ya? hehehe

__ADS_1


Love love untuk para reader setia author 😍😍😍


__ADS_2