My Wife Introvert

My Wife Introvert
masalah pekerjaan saja.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Tiba pada waktu acara syukuran Tujuh bulanan kandungan Viona, Julaika hadir bersama Azlan. sebenarnya Malas namun Julaika coba untuk menghargai undangan dari Ratna.


Sikap nya juga kini lebih baik tak seperti awal awal bertemu, mungkin kehadiran Fadli berpengaruh pada suasana Hati nya.


"Azlan, ini istri nya?"


Tanya salah satu kerabat, Azlan mengangguk dan Julaika mengulas senyum.


"Belum hamil ? Tante dengar kalian menikah lebih dulu !"


Tanya nya memindai Julaika yang langsung tertegun.


"Ya, memang. kami masih berusaha dan lagi hal itu tidak menjadi beban, kita berdua sedang menikmati manisnya pacaran setelah menikah !"


Jawab Azlan dan di angguk kan ibu itu, Julaika juga cuek saja.


Acara berlangsung lancar hingga proses memandikan ibu hamil, Julaika lebih memilih untuk diam dan tidak ikut bergabung dengan mereka, Viona memperlihatkan bahwa ia bahagia bersama Kevin, meskipun sebenarnya tidak.


Sore setelah acara selesai kedua nya pamit.


Azlan langsung mengajak Julaika pulang karena ia juga harus ke tempat kerja.


"bang, aku mau ke butik nya kak Yulia boleh ?!"


Tanya Julaika, ia bosan terus di rumah.


"boleh sayang, Abang anterin sekarang ya !"


Julaika mengangguk.


Azlan juga ada janji bertemu dengan Bunga, kemarin perempuan itu memberi nya konsep rumah kaca yang hendak Azlan bangun untuk Julaika, dan hal itu akan menjadi kejutan untuk nya.


tak lama mereka sampai di depan butik, Azlan langsung menepikan mobilnya.


"Abang enggak turun dulu ya sayang !"


Julaika mengangguk.


"Kamu hati hati ya !"


"ya, Abang juga !"


jawab Julaika lalu keluar dari mobil setelah mencium tangan Azlan.


Julaika melangkah menuju butik, Ia masuk ke dalam butik tersebut dan melihat Amar tengah duduk di sofa entah sedang apa ?


Entah kapan pria itu kembali dari London, ia tidak melihat kedatangan Julaika.


Julaika melangkah masuk menghampiri Yulia yang tengah berada di dekat mesin kasir bersama karyawan nya.


"Julaika....?!"


Seru Yulia menghampiri,. seketika itu juga Amar langsung menoleh ke arah Julaika yang berjalan ke arah nya.


"kamu datang sama siapa ?"


"Sendiri ?!"


jawab Julaika mengulas senyum saat Amar beranjak menghampiri.

__ADS_1


"bang, kamu sedang apa ?"


Tanya Julaika Saat Amar mendekat.


"Temani Mama tuh !"


Julaika menoleh ke arah Salwa yang baru saja keluar dari kamar ganti bersama seorang wanita cantik.


"kapan Abang kembali dari London ?"


tanya Julaika lalu menghampiri Salwa yang mendekati nya.


"Julaika...!"


seru Salwa senyum lalu memeluk nya.


Sudah seminggu ini Amar kembali dari London, Wibowo memintanya untuk kembali memimpin perusahaan karena ia cukup kewalahan karena harus memegang dua perusahaan sekaligus.


Amar datang ke butik itu bukan hanya dengan Salwa tapi juga bersama seorang wanita yang menjadi tunangan nya, Sebulan yang lalu Wibowo menjodohkan nya. berharap Amar cepat melupakan Julaika.


Mereka ngobrol banyak di butik itu, dengan senang hati Yulia menerima kedatangan mereka.


julaika memperhatikan Erika yang tampak pendiam dan pemalu seperti dirinya, ia hanya berbicara seperlunya nya saja.


entah bagaimana tanggapan nya kalau tahu siapa perempuan yang berada di hadapannya, Sementara sejak tadi Julaika perhatikan Azlan terus saja mencuri pandang pada nya.


Banyak hal yang mereka bicarakan, Senja mereka memutuskan untuk pulang.


"Kak, kalau enggak ada acara. antar aku ke Gramedia yuk !"


"oke, kamu mau beli buku ?!"


Julaika mengangguk, terlihat Amar membuka kan pintu untuk calon istri nya itu.


"Aku kira perempuan itu bukan tunangan nya ?!"


Ucap Yulia melajukan mobil nya menuju Gramedia.


"ya memang sudah saatnya bang Amar menikah, aku sendiri ikut senang. berharap kalau mereka cocok.."


Yulia mengangguk.


"Jul, apa kita ke restoran dulu ya !"


"di sana juga ada kak !"


"baiklah....!"


Setengah jam berlalu mereka sampai di tempat tujuan, Julaika tertegun saat melihat mobil yang ia kenal, tentu itu adalah mobil suami nya, Azlan.


"kenapa Jul ?"


"hm, itu mobil Azlan, Jul hapal betul nomor nya !"


"ya sudah ayo masuk !"


Ajak Yulia menarik tangan Julaika masuk ke dalam toko buku itu.


Julaika heran karena Tak biasa nya Azlan berada di tempat itu, Julaika melangkah mencari keberadaan suami nya.


Ia terpaku melihat Azlan tengah bersama bunga, kedua nya sama sama fokus dengan laptop masing-masing.

__ADS_1


"Mau samperin ?"


Tanya Yulia, Julaika diam sambil berpikir. sedang apa suami nya bersama perempuan itu, memang tak ada yang mereka lakukan selain memainkan laptop masing-masing, terlihat bunga menjelaskan apa yang berada di laptop nya.


Julaika membalikkan badannya lalu melangkah pergi, Yulia mengernyit kan kening nya tak mengerti dengan sikap Julaika.


"loh kenapa pergi, kita samperin aja Jul. biar kamu enggak penasaran !"


Yulia tahu apa yang Julaika rasakan, sementara tadi Azlan pamit untuk pergi merias.


"Nanti aja aku tanya di rumah kak, ini kan tempat umum. aku paling enggak bisa kalau menyangkut kepentingan pribadi."


Julaika lebih memilih untuk diam di kursi mendengar kan mereka berbicara serius, Yulia malahan yang merasa tidak sabar dan ingin menghampiri, namun Julaika melarang nya.


Selama yang dibicarakan wajar, Julaika masih bisa duduk dengan tenang, tapi kalau ada hal yang tidak wajar. ia pastikan tidak ada waktu luang untuk menjelaskan.


"ya udah bunga, nanti aku kirim konsep selanjutnya... sekarang aku harus kembali ke studio !"


Ujar Azlan lalu beranjak dari duduknya meninggal kan bunga yang tidak bergeming, Azlan terlihat buru buru.


Ia tidak tahu saja kalau istri nya berada di balik rak buku besar yang menjadi scat keberadaan mereka.


Julaika tidak ingin menyimpulkan apapun, ia berusaha untuk tenang dan berpikir kalau keduanya hanya tengah membicarakan pekerjaan saja.


seperti rencana sebelum nya, Julaika membeli beberapa buku. Bunga masih di tempat itu menatap layar laptop nya.


"Jul, kenapa sih kita enggak samperin mereka ?!"


Tanya Yulia memesan makanan karena ia sudah lapar, kedua nya duduk jauh dari Bunga.


"Nanti Jul tanya di rumah ...!"


"baiklah.. !"


jawab Yulia lalu menyantap makanan nya bersama.


malam itu Julaika kembali ke rumah, Yulia mengantar nya. dalam benak banyak sekali hal yang ingin ia tanyakan pada suami nya, mungkin mereka memang hanya membicarakan masalah pekerjaan saja, Julaika yakin kalau mereka hanya membicarakan masalah pekerjaan saja.


pukul satu Azlan kembali ke rumah, Julaika masih terjaga dengan berbagai macam pikiran nya, belum lagi soal Pertanyaan dari keluarga Azlan yang menanyakan perihal ia yang tidak kunjung hamil.


"sayang kamu belum tidur ?"


Azlan menghampiri Julaika yang terlihat gelisah, Azlan khawatir bayangan Bersama Rasyid kembali menggangu nya.


Julaika beranjak dari tempat nya, azlan naik ke ranjang merengkuh tubuh nya.


"kamu kenapa Dek ?"


Azlan membelai rambut istri nya itu.


"bang, Hm ...Jul boleh tanya sesuatu ?"


Julaika memindai wajah tampan suami nya itu.


**


***


******


bersambung..

__ADS_1


terima kasih masih setia para Reader tercinta 😘😘😍😍😍


__ADS_2