
Julaika mengerjapkan mata nya saat seseorang menyiram nya dengan air, Julaika melebarkan matanya saat melihat Rasyid tersenyum dengan tatapan buas nya.
Julaika beranjak dari tempatnya namun Tangan nya terikat dengan keras pada Kursi.
"cantik, kamu sudah bangun. nyenyak sekali kamu tidur !"
Ujar Rasyid terkekeh kecil, Julaika memindai sekeliling tempat dimana ia berada, Julaika tertegun melihat salju yang turun terlihat dari balik jendela, dimana ia berada ?
"Kamu bawa aku kemana bang? lepaskan aku !"
Pinta Julaika membuat Rasyid terkekeh kecil.
"Kita di London sayang, bukan kah aku pernah bilang kalau kita akan pergi honey moon ke London ?!"
Julaika tertegun menelan Saliva nya, mengapa ia bisa berada di negara ini.
Rasyid bergabung dengan mafia di negara itu, Mereka lah yang membantu Rasyid kabur dari penjara, dan membawa Rasyid ke London dengan pesawat pribadi milik mereka tanpa campur tangan Pemerintah.
Rasyid telah lama bergabung dengan mereka semenjak menjadi pemakai dan Penjual narkoba, tentu mereka tak segan membantu Rasyid.
"Apa mau kamu bang ?"
Tanya Julaika dingin.
"Aku ingin kamu Julaika, aku sangat mencintaimu! kenapa kau tidak menunggu ku? hah ?"
Julaika terkejut saat Rasyid melempar botol hingga pecah berserakan.
"Hati ku hancur seperti serpihan botol itu, kau tega pada ku Jul ?!"
Rasyid mencengkram erat dagu Julaika hendak mencium nya, namun Julaika berontak dan meronta ronta menghindar dari bibir Rasyid yang siap melahap nya.
"jangan bang, aku mohon !"
Rasyid menatap wajah Julaika dengan tatapan nanar, Sorot matanya tajam penuh kebencian.
"Aku tidak terima, orang lain menikmati hasil kerja keras ku...!"
Julaika meringis kesakitan saat kuku tajam Rasyid menyayat pipinya yang putih.
"sakit bang, jangan seperti ini. Jul minta maaf kalau salah tapi semua terpaksa !"
"Terpaksa.....?"
Julaika tercenung Karena Rasyid berteriak keras di telinga nya, bulir bening mengalir di pipi Julaika yang terluka.
"Aku berharap kamu menunggu ku, bukan malah menikah dengan banci itu !"
Rasyid tertawa kecil.
"Apa dia sudah meniduri mu Jul ?!"
Rasyid seperti orang gila, ia tertawa kemudian menangis sendiri.
Julaika melebarkan matanya saat Rasyid menangkap tikus kecil lalu menyayat nya di depan mata Julaika.
Julaika memejamkan mata nya, tak ingin melihat kejadian menakutkan itu, dimana Rasyid memotong kepala tikus itu di hadapan Julaika.
__ADS_1
"enggak, astaghfirullah jangan seperti itu bang ! bertobatlah bang, kasihan ibu kamu !"
"justru dia ingin kamu menjadi menantu nya !"
Teriak Rasyid lagi membuat Julaika membeku seketika.
Rasyid memicingkan mata nya lalu melempar kan tikus tersebut ke paha Julaika, " ah....."
Teriak Julaika dengan kencang karena tikus tersebut bersimbah darah.
Seseorang yang tengah Main ice skating menoleh mendengar seorang berteriak, netra nya tertuju pada rumah tua yang letaknya dekat hutan.
"Ada apa Uncle ?"
tanya gadis cantik berusia sepuluh tahun.
"uncle dengar seseorang wanita berteriak !"
Gadis itu memicingkan mata ke arah rumah tua seperti tanpa penghuni.
"ih, seram. rumah itu angker...ayo pulang uncle, ini sudah senja. udara semakin dingin !"
Amar, Ia tengah bermain ice skating dengan keponakan nya, tadi pagi ia sampai dan Flora langsung mengajak nya pergi bermain, udara begitu dingin. salju terus turun dan Angin berhembus kencang.
Amar meniggalkan tempat itu dengan penasaran, Ia yakin itu bukan hantu !
"Ayo masuk uncle !"
ajak flora menarik tubuh Amar.
"Ada apa Flo...?"
Rumah kakak Amar berjarak jauh dari rumah tua dimana Amar mendengar seseorang berteriak.
Namun entah kenapa sampai saat ini Amar merasa penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi di rumah tua itu.
"ya, rumah di pinggir kota itu memang sudah tua dan terdengar angker, jangan dekati rumah itu...!"
ucap Runi menyodorkan makanan untuk mereka.
"Akan ada badai, jangan pergi kemana mana, tinggal lah di rumah !"
"baik mah ..!"
jawab Flo, berbeda dengan Amar, ia malah memikirkan rumah Itu, rasa penasaran nya kian menjadi.
Beberapa hari kemudian...
Azlan merasa frustasi karena Hampir satu Minggu ini Ia tidak mendapatkan hasil apapun, entah dimana istri nya itu ?
polisi juga masih mencari dan belum menemukan hasil apapun, Azlan mengusap wajah nya kasar.
entah Harus berbuat apa ? Ia sudah menyebar berita itu di sosmed dan yang lainnya, Semua temannya juga berusaha membantu dan men share berita kehilangan itu.
"sabar lan....!"
Ujar Kevin, Ia dan viona sudah menikah, kedua nya hendak pergi ke luar negeri, dengan berat hati viona meninggal kan pekerjaan nya.
__ADS_1
"Ya seperti itulah kalau meninggal kan orang begitu saja, jadi dendam kan !"
Seru Ratna lalu melengos pergi. bukan memberi support Ratna justru membuat keadaan hati Azlan tambah kacau.
Viona tersenyum dalam hati, ia mensyukuri apa yang terjadi pada Julaika dan berharap kalau Rasyid menghabisi Julaika.
"Nanti gue bantu....!"
ujar Kevin, Azlan beranjak pergi dari kediaman itu. bukan solusi malah tambah runyam.
Beberapa hari ini ia absen dari pekerjaan nya karena masih mencari Julaika, Bersyukur karena team nya memahami keadaan Azlan, mereka bahkan memberikan support untuk Azlan, agar tidak menyerah dan terus mencari keberadaan istri nya itu.
**
Dari hasil penyelidikan polisi mereka menangkap kalau Rasyid membawa Julaika ke luar negeri, karena hasil Intel menemukan penerbangan ilegal menuju negara London, polisi juga masih menyelidiki hal itu.
"seperti nya Rasyid bekerja sama dengan jaringan mafia... Polisi bilang Rasyid seperti nya membawa Julaika ke luar negeri..."
ujar Rian saat Azlan sampai di rumah, pria itu diam tak berkutik. Rasa takut terjadi sesuatu pada Julaika semakin membuat sesak, Azlan memangku kepala nya tak bisa berpikir lagi.
"kita akan coba hubungi Kepolisian di negara itu, berdoalah lan...kita juga sangat mengkhawatirkannya..."
Rida hanya bisa menangis di pelukan fardan, rasa cemas merajam dada nya. takut kalau Rasyid mencelakai Julaika.
"sabar Bu..."
Rida menggeleng memeluk fardan dengan erat.
**
byur....
"ah......"
Julaika terkesiap saat Rasyid kembali mengguyur nya, dingin dan badannya terasa sakit. Rasyid benar benar tidak melepaskan nya sama sekali, ke kamar mandi pun dengan borgol di tangan nya.
"Bang, apa sih mau kamu !?"
Julaika terisak.
"kenapa kamu siksa aku seperti ini, mana rasa cinta kamu bang ! bunuh saja aku!"
"ya, aku memang akan membunuh mu, tapi secara perlahan lahan....!"
Rasyid kembali tertawa terbahak-bahak sendiri, ia pergi keluar dari ruangan itu lalu minum hingga mabuk.
*
Amar tertegun saat mendengar kabar tentang Julaika, jadi sudah satu pekan ini Julaika hilang, Amar penasaran dengan rumah tua itu, gegas Amar pergi membawa alat ice skating nya untuk pergi mendatangi rumah itu.
*
**
***
***
__ADS_1
bersambung....