My Wife Introvert

My Wife Introvert
Berbeda.


__ADS_3

Mala tersadar Dari kondisi nya yang sempat kritis, Ia memindai sekeliling ruangan bercat putih tersebut.


Ia termenung mengingat kejadian terakhir kali ia sadar, Dimana Rasyid?


"Kak sudah sadar....?"


Ujar Rina menghampiri Mala yang termenung sembari menitikkan air mata nya, Ia tidak menyangka keadaan nya akan seperti ini ? kasihan Julaikah Ia dan keluarga pasti menanggung malu.


"kak, istighfar... kakak baik baik saja kan ?"


Mala mengangguk pelan.


"bagaimana keadaan Rasyid ?"


Tanya Mala lirih mengumpul kan kekuatan agar ia bertahan.


"Rasyid masih di penjara, keadaan nya baik baik saja ! kak Adi juga sudah menyiapkan pengacara untuk membebaskan Rasyid, kak Mala tenang ya!"


Mala menggeleng kan kepalanya.


"kasihan Julaika?"


Rina tertegun, Ia sungkan untuk memberi tahu Mala kalau Julaika tetap melangsungkan pernikahan, namun dengan pria lain.


Mala pasti kecewa, Ia sangat menyukai Julaika, tapi mau bagaimana lagi mereka juga tidak ingin menanggung malu.


"kak, jangan pikirkan yang lain. Julaika baik baik saja !"


Mala tertegun, mana bisa Julaika baik baik saja jika keadaan nya seperti ini ? Julaika pasti kecewa !


"Rina paham apa yang kak Mala pikir kan tapi saat ini kak Mala harus memikirkan kesehatan kak Mala terlebih dahulu, Rasyid butuh dukungan dari kita !"


Mala mengangguk membiarkan Rina memanggil dokter.


*


Julaika berjalan jalan di sekitar rumah Azlan, memindai ikan ikan yang nampak senang tanpa beban, berenang kesana kemari dengan Riang, mengepakkan sayap kecil nya bermain air.


Beberapa orang terlihat masuk ke dalam gudang, Azlan bilang mereka hendak membereskan semua keperluan yang hendak di bawa sore ini ke Bogor.


Julaika menoleh pada Azlan yang tengah memberikan perintah pada anak buah nya, Mereka terlihat cekatan dan Profesional.


Julaika Tak tahu apa rencana tuhan, memiliki suami seperti Azlan yang setiap hari nya berinteraksi dengan orang banyak, menghabiskan waktu di keramaian resepsi pernikahan dan yang lain nya.


berbanding terbalik dengan dirinya yang justru jarang berinteraksi dengan banyak orang, di lingkungan kerja juga ia hanya akrab dengan Reva dan Alisa, selebihnya Ia memang menjaga jarak.


Azlan meminta nya untuk ikut, apa ia bisa berbaur dengan mereka? hal yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan ?


belum lagi harus melihat Azlan mendandani pengantin?


Julaika berdecak sendiri, Ia bingung Harus mencari alasan apa untuk tetap tinggal di rumah ?


Azlan menghampiri Julaika yang duduk sendiri dekat kolam, seperti itu lah Julaika?


Senang dengan tempat teduh dan sepi, jauh dari kebisingan.


"apa yang sedang kamu pikirkan ?"


tanya Azlan berjongkok di hadapan Julaika.

__ADS_1


"kenapa sih Abang mau Jul ikut ke Bogor ?"


Tanya Julaika mengungkapkan apa yang berada di pikiran nya.


"Agar tidak ada perempuan genit yang mendekati ku, Jul kenapa kau tidak seperti perempuan lain ?"


"maksudnya ?" Julaika mengernyit kan kening nya tidak mengerti.


"ya, kebanyakan wanita yang aku dandani mereka itu cerewet dan banyak bertanya, kagum melihat hasil kerja ku tapi hanya kamu yang bersikap jutek pada pria setampan aku !"


sahut Azlan kemudian terkekeh sendiri.


"dasar narsis ? aku malah enggak nyangka ayah pakai jasa kamu, mentang-mentang semua aku serahkan pada mereka !"


tukas Julaika memanyunkan bibirnya.


"memangnya aku kenapa ?"


"menyebalkan...!"


jawab Julaika di tanggapi gelak tawa oleh Azlan, pria itu langsung merengkuh tubuh ramping Julaika.


"kamu tuh bang, ini di luar !"


sergah Julaika cemberut melepaskan pelukannya.


"Abis kamu lucu, pokoknya besok harus ikut ke Bogor, biar nanti enggak ada yang berani godain Abang !"


"hm, kenapa enggak bersikap acuh. itu sih mau nya Abang ?"


Azlan terkekeh lagi mengusap kepala Julaika.


Ajak Azlan pada istri nya itu.


Julaika melangkah ke dalam kamar lalu mengambil ponselnya, terlihat beberapa panggilan tidak terjawab dari rian dan juga Rena, Gegas Julaika menghubungi balik Rena.


"Halo assalamualaikum kak, ada apa ?"


tanya Julaika langsung saat Rena mengangkat telepon dari nya.


"Jul, kalau bisa datang lah ke rumah kak Rian sekarang juga, ayah dan ibu hendak kembali ke Palembang !"


"baiklah, tunggu sebentar !"


Jul langsung mematikan panggilan tersebut lalu menghampiri Azlan yang tengah menerima telpon di balkon.


"Ya sudah, atur aja keberangkatan nya hari ini.


besok aku datang siang, acaranya kan lusa, tolong pesan kan villa untuk ku dan Julaika. jangan lupa hubungi Rara juga !"


Ujar Azlan berbicara dengan seseorang di telpon.


Pria itu tetap kekeuh membawa nya ikut serta, Julaika berdiri di samping Azlan yang memainkan ponselnya.


"bang, ayah dan ibu hendak pulang. mereka meminta ku untuk datang ke rumah kak Rian !"


"oh gitu, ya sudah kita berangkat sekarang !"


jawab Azlan merengkuh bahu Julaika untuk beranjak.

__ADS_1


"besok kita tetap pergi? maksud nya Jul harus tetap ikut !"


Azlan mengangguk sambil menuruni anak tangga, Ia tidak mau Istri nya itu sendirian di rumah, Azlan akan bawa Julaika kemana pun ia pergi.


Kini keduanya berada di perjalanan menuju rumah Rian, setengah jam mereka akan sampai.


Tak ada percakapan apapun di antara keduanya, Julaika lebih memilih memejamkan mata nya yang mengantuk, sementara Azlan menyetir sembari berbicara dengan anak buah nya yang hendak pergi ke Bogor, Azlan bilang acara tersebut berada di puncak.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah Rian, terlihat tukang kebun tengah Merapikan tanaman.


"jule sudah sampai !"


Julaika langsung mengerjap kan mata nya melihat sekeliling tempat ia berada.


"Baru sampai ?"


tanya Julaika, Azlan mengangguk lalu membukakan sabuk pengaman milik istri nya.


"maaf bang, ngantuk banget !"


"enggak apa apa ?!"


Azlan mengulas senyum lalu keluar lebih dulu untuk membuka pintu Julaika.


Keduanya langsung masuk sambil mengucap salam.


"assalamualaikum...!"


sapa Julaika masuk lalu memeluk Rida yang merentang kedua tangan nya.


"bagaimana kabar mu, ibu cemas Jul !"


ujar Rida kembali memeluk putri bungsunya itu.


Rida Hapal betul bagaimana Julaika, ia tidak mudah Akrab dengan seseorang, Ia hanya akan bercerita pada seseorang yang ia percayai.


Apalagi menilik pekerjaan Azlan yang banyak berinteraksi dengan banyak orang dan lingkungan luar.


Berbeda dengan Rasyid, Ia memiliki usaha resto, dan lagi hanya anak buah nya yang berada di lapangan.


tapi Azlan, keseharian nya bertemu dengan banyak wanita, Rida takut kalau kalau Azlan seorang playboy, tidak ada yang tahu kan. mereka baru bertemu hari itu.


"Julaika baik baik saja Bu !"


Rida menitikkan air mata nya mengusap pipi Julaika, kasihan dengan putri nya itu.


"Azlan tolong jaga putri ibu !"


ujar Rida membuat Azlan tertegun.


Rasanya berat untuk meninggalkan Jakarta mengingat permasalahan kemarin membuat nya cemas pada julaika.


"Ya, ibu jangan khawatir saya akan menjaga nya sepenuh hati !"


jawab Azlan dengan mantap.


"ya, jika ada hal yang membuat mu tidak senang jangan sakiti Julaika, antar ia pulang ke rumah ini !"


Ujar Rida membuat mereka yang berada di Tempat itu terpaku.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2