My Wife Introvert

My Wife Introvert
mempertahankan.


__ADS_3

Siang itu keduanya kembali ke rumah untuk mengambil Mobil Julaika di rumah Azlan, kebetulan Ratna datang untuk bertemu dengan Azlan.


Julaika masuk ke dalam kamar membiarkan kedua nya berbicara, Julaika membuka sedikit pintu ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan.


"Kevin tuh enggak mau nikahin viona?!"


ujar Ratna, Ia datang hendak meminta bantuan Azlan untuk membujuk Kevin.


"ya terus Azlan harus apa Bu ?"


Tanya Azlan menghela nafas panjang.


"Kamu bantu ibu dong bujuk Kevin karena ibu tidak bisa membujuknya....!"


Azlan kembali menghela nafas panjang, Kevin memang keras kepala.


"Azlan enggak bisa, coba ibu bicarakan dengan ayah !"


Ratna langsung tertegun.


"Kalau tidak kamu sajalah yang menikahi Viona !"


Balas Ratna ngawur.


Azlan membuang nafas berat lalu beranjak dari duduknya.


"Bu, ibu boleh minta apa saja sama Azlan tapi tidak dengan hal itu, Viona juga hamil anak Kevin. bukan anak Azlan ! Kevin yang berbuat kenapa Azlan yang harus bertanggung jawab... Azlan hanya akan memiliki satu istri dan itu Julaika...!"


Jawab Azlan lalu melangkah naik ke atas kamar.


Julaika mengulum senyum mendengar hal itu, Ia lega karena Azlan bersikap tegas akan Permasalahan itu.


"Sayang....!"


Seru Azlan membuka pintu lalu mengajak Julaika keluar, Ratna langsung pulang meninggalkan rumah tersebut.


"Kita langsung pulang saja, Abang ikuti kamu dari belakang !"


Julaika mengangguk.


Julaika membawa mobil sendiri, Azlan melaju di belakang nya, tanpa tahu seseorang tengah mengintai kedua nya.


Ia sakit hati melihat kemesraan mereka, Seharusnya ialah yang menjadi suami Julaika, namun Saat ini ia masih mencari situasi aman agar bisa bertemu dengan Julaika tanpa ada yang tahu.


"jadi kamu tinggal di rumah kakak mu sekarang Jul ?!


baiklah aku akan mencari waktu yang aman agar bisa membawa mu pergi !"


gumam Rasyid lalu pergi meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


setengah jam berlalu..


kedua nya sampai di rumah Rian, Azlan langsung keluar menghampiri istri nya.


"sayang, Abang langsung berangkat ya... kalau sempat Abang pulang dulu, kalau tidak Abang langsung ke tempat kerja..."


Julaika menganggukkan kepalanya lalu mencium tangan Azlan, pria itu langsung mencium kening nya.


Dari dalam Yulia memperhatikan mereka berdua, Rian curiga keduanya tengah menghadapi masalah tapi Yulia lihat kedua nya baik baik saja.


Julaika masuk setelah Azlan pergi, Yulia duduk sembari memegang buah hati nya.


"Azlan udah berangkat ?"


"udah kak...!"


"Assalamualaikum..."


seru seseorang menyembul masuk kedalam rumah, Rena tersenyum menghampiri lalu memeluk keduanya bergantian.


"Jul, kamu baik baik saja kan ?"


Tanya Rena, tadi Reva dan Alisa menanyakan tentang Jul yang tidak bisa di hubungi, Rena pun mengetahui Jul di rumah itu dari sang kakak, Rian.


"teman teman kamu hubungi kakak dan nanyain kamu !"


"memang nya ada apa Jul ?"


Julaika memindai wajah kedua nya kemudian menceritakan semua permasalahan yang terjadi kemarin.


"Jadi Azlan marah soal Amar ?"


tanya Yulia mengangguk kepala nya.


"Ya kak, Kita bertengkar hebat, sempat berpikir untuk berpisah sama bang Azlan tapi Ia tidak mau karena Dia cinta sama Julaika..!"


jawab Julaika lalu menceritakan tentang Azlan yang datang ke kantor memutus Pekerjaan nya, Dan Julaika juga cerita soal Azlan yang ingin menunda kehamilan nya.


Rena langsung memeluk adiknya itu, Julaika terisak memeluk Rena. Yulia pun iba mengusap punggung Adik ipar nya itu, benar kecurigaan Rian. keduanya memang tengah menghadapi masalah, di tambah sikap ibu Azlan yang menyebalkan.


"Terus sekarang gimana Rencana selanjutnya Jul, apa kamu akan bertahan dan menerima keinginan Azlan atau kalian punya jalan masing masing...!?"


Tanya Rena menyeka air mata adik nya.


"Jul enggak Tahu kak !"


"kamu cinta enggak sama Azlan ?"


tanya Yulia.

__ADS_1


Julaika tertegun sejenak. Ya, dia mencintai Azlan. cinta itu terlanjur hadir dalam ikatan suci pernikahan mereka yang tanpa rencana, selama ini Azlan juga baik terkecuali kemarin saat ia mengetahui tentang Amar.


"kalau kamu cinta, pertahankan Jul !


kamu harus genggam Azlan, jangan biarkan ia bersama Perempuan penggoda itu. Kalau menurut Kak Yulia seperti itu, yang terpenting Azlan setia dan sayang sama kamu, soal anak kalian baru menikah. kakak dan kak Rian saja menunggu sampai tiga tahun lamanya, kamu tahu itu kan, dan soal mertua jangan kamu hiraukan. tinggal saja di sini dengan kakak agar ia tidak menggangu kamu !"


Ucap Yulia panjang memberi nasihat pada Julaika yang langsung merenung.


"Setahu kakak, dari yang kakak lihat Azlan sangat sayang sama kamu Jul, biarkan Amar dengan kehidupan nya kenapa dulu dia menolak kamu ?!"


"Ya Jul jangan tergiur oleh Amar, Lupakan masa lalu. terkadang yang menjadi jodoh kita bukan seseorang yang menjadi cinta pertama kita, tapi jadikan Azlan cinta terakhir kamu. jodoh itu saling menerima, saling memahami dan jangan sungkan untuk mengalah demi kelangsungan hubungan kalian, setan itu terus mengusik agar Sepasang suami istri bercerai...!"


Julaika diam mendengar kan.


"Tak ada pasangan yang sempurna, yang ada adalah dia yang mau menerima kekurangan kita,, dia yang berusaha keras mempertahankan kita, karena berjuang sendiri itu melelahkan. kakak yakin Azlan pria yang baik...!"


tambah Rena berharap ia tidak salah, jika menilik apa yang Julaika cerita kan. Rena pikir Azlan membawa Julaika ke rumah Rian untuk memulangkan maksudnya bercerai tapi tidak kan Azlan tetap mempertahankan rumah tangga mereka yang berada di ujung tanduk.


"Ya jalani saja Jul, kalian berdua masih harus banyak belajar, sabar dan jangan mengambil keputusan saat marah, karena hal itu akan membuat kamu menyesal !"


Sambung Yulia lalu memeluk Julaika.


Julaika termenung mengingat percakapan nya dengan Rena dan Yulia, ya mungkin keduanya benar, cinta bukan drama menuntut kesempurnaan tapi lebih pada menerima kekurangan masing-masing pasangan.


Julaika terkejut saat tiba tiba seseorang merengkuh nya dari belakang, julaika menoleh pada Azlan yang tiba tiba saja datang.


"kamu sedang mikirin apa ?"


"Abang sudah kembali ?"


Azlan menghela nafas panjang lalu menarik tubuh Julaika untuk merebah di ranjang.


"kenapa selalu mengalihkan pembicaraan ?"


Julaika senyum kecil.


"Enggak mikirin apa apa kok !"


Azlan kembali memeluk Julaika dari belakang.


"jangan pikir kan yang lain selain kebahagiaan kita Jul, Abang tidak mau kamu memikirkan hal-hal berat ... ayo kita tidur !"


Ajak Azlan menciumi pipi Julaika lalu terlelap, waktu menunjukkan pukul sebelas siang mungkin Azlan ingin beristirahat sejenak sebelum ia berangkat kerja.


Julaika menoleh ke arah azlan yang langsung terlelap, Memindai wajah Azlan tampak lelah.


"aku akan mempertahankan kamu yang mempertahankan aku, Meski tak pernah ada ungkapan cinta dari ku, tapi aku akan menunjukkan dengan mempertahankan kita !"


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2