
Rena dan Alisa berlari kecil menghampiri Julaika yang berjalan di belakang Amar.
"Jul... kita kangen !"
Amar menoleh ke belakang dan melihat mereka merangkul pundak Julaika.
"Aku juga....!"
ketiga Nya tertawa bersama, Helen mendelik tidak suka melihat mereka bertiga.
"pak Azlan, apa Julaika akan seterusnya menjadi sekertaris Anda !"
Tanya Alisa dengan suara sedikit di keras kan Agar Helen mendengar nya.
"Entah lah tanya saja pak Azis !"
jawab Amar lalu naik ke atas tangga lebih Dulu.
"kasian deh di cuekin, maka nya jangan sok berpengaruh !"
Seru Helen tersenyum mengejek tidak mau kalah.
"mungkin enggak ya dia cari kesempatan deketin pak Amar karena suami nya Cuco... secara kan pak Amar sempurna dan gagah enggak kayak...!"
Helen terkekeh sendiri lalu melengos pergi meninggalkan Julaika dan teman teman nya.
"sialan tuh otak...!"
umpat Alisa bernafsu hendak mengejar Helen namun cepat Julaika dan Rena menahan nya.
"udah biarkan saja otak nya memiliki pola seperti itu ! jangan terpancing emosi !"
ujar Rena mengelus punggung Alisa.
Dari atas Amar mendengar kan lalu kembali melangkah ke ruangan nya.
"Jul cepat naik...!"
Seru Amar dari atas.
"udah ya, aku keruangan ku dulu ! nanti kita ketemu jam makan siang !"
kedua nya mengangguk.
Julaika naik ke atas langsung menghampiri meja kerja nya.
Tak lama Amar memanggil nya untuk segera menghampiri.
"bawa berkas ini kamu pelajari lalu salin ya !"
Amar tertegun saat Julaika menyodorkan Jas hitam dan payung yang pernah ia pinjamkan beberapa waktu lalu.
"terima kasih pak Amar!"
Amar mendongak ke arah Julaika yang tersenyum kecil.
"Sama sama Jul !"
jawab Amar menatap wajah Julaika tampil segar dengan riasan make up yang natural.
"jangan lupa bayar perbaikan mobil ku ya !"
Julaika yang hendak pergi langsung menghentikan langkahnya.
Amar menghampiri Julaika yang berdiri mematung, dress cantik selalu menghiasi tubuhnya, tak pernah Amar melihat nya menggunakan celana ketat.
"Berapa ?"
__ADS_1
tanya Julaika memundurkan tubuhnya saat Amar semakin dekat dengan nya.
"Lumayan karena mobil ku itu biaya perawatan nya cukup mahal !"
"hm, nanti saya transfer !"
Jawab Julaika lalu bergegas pergi karena tidak ingin berlama-lama berdua dengan Amar.
Amar mengulas senyum memperhatikan Julaika yang pergi meninggalkan nya dengan tergesa-gesa.
"Jul, kalau saja kamu masih sendiri aku tidak akan membuang waktu untuk....!"
Amar tertegun, ah dia mulai gila lagi.
Gegas Amar menghampiri kursi untuk melanjutkan pekerjaan nya.
**
Siang......
Rian mengajak Julaika makan siang bersama di restoran yang tidak jauh dari kantor Jul, Alisa dan Rena juga ikut.
"Ayo pesan yang kalian mau, nanti Kakak yang bayar..."
Rena dan Alisa langsung sumringah.
Rian mengajak adiknya untuk berpindah kursi, kedua nya butuh waktu untuk bicara berdua.
"gimana kabar kamu sama Azlan ? kemarin Ayah dan ibu telpon tanya keadaan kamu Jul !"
Julaika mengangguk.
Kenapa mereka tidak menghubungi nya langsung ? Fardan ingin kedua kakaknya lebih memperhatikan adiknya, Jul. hingga fardan menghubungi Rian atau Rena.
"Baik tidak ada masalah !"
jawab Julaika tidak ingin bercerita tentang Ratna dan Viona. biarkan saja mereka!
ujar Rian memindai wajah adik nya, Rian tahu seperti apa Julaika yang tidak terbiasa dengan banyak orang sementara Azlan keseharian nya sibuk dengan banyak orang.
"Apa kakak tahu kalau perusahaan tempat Jul kerja itu milik pak Rizaldi... dan sekarang yang memimpin Amar !"
Rian mengangguk.
"Tahu, biarkan saja. bukan kah tidak ada pengaruh apapun ?!"
Rian tidak tahu kalau adiknya nya itu sempat mengagumi sosok Amar, dan pria itu lah yang pertama menggugah hati nya.
"kakak enggak suka sama Amar karena dia menolak kamu dulu, jadi jangan hiraukan jaga jarak saja !"
sambung Rian membuat Julaika tertegun.
setelah itu mereka kembali ke kantor, Julaika melihat Amar keluar dari musholla kantor seperti nya Ia baru saja selesai sholat Dzuhur.
"Jul, lagi ada promo liburan loh. katanya mau liburan ke Amsterdam Belanda..."
ujar Rena membuka sepatu nya hendak mengambil wudhu.
"Ya, kapan ya bisa liburan ke Amsterdam, Azlan sibuk banget apalagi akhir tahun !"
jawab Julaika sendu.
perempuan penyuka bunga tulip itu telah lama memimpikan berlibur ke Amsterdam Belanda, Ia juga pernah berangan-angan bisa honey moon ke negara itu dengan suami nya, namun semua itu masih mimpi yang ingin ia wujudkan suatu saat nanti.
"libur tahun baru lah, sesibuk apapun seharusnya dia bisa meluangkan waktu Jul !"
jawab Rena dan percakapan itu terdengar oleh Amar yang sengaja nguping.
__ADS_1
Bos ganteng selalu kepo dengan urusan Julaika.
"ya, sih nanti deh aku bicarakan dengan Azlan !"
"ya dong kalian kan belum honeymoon..."
timpal Alisa senyum lalu mereka menunaikan sholat Dzuhur bersama.
Amar masuk ke dalam ruangan lalu duduk di kursi kebesaran nya, Azis menghampiri dan mengatakan hendak pergi mengurus pekerjaan di luar.
"Coba Julaika suruh masuk...!"
Azis mengangguk lalu memanggil Julaika, tiba tiba seorang perempuan cantik masuk lebih dulu.
"Shanum....kamu ngapain ?"
Tanya Amar, perempuan cantik berhijab warna hitam itu adalah sepupu nya yang baru kembali dari kuliah nya di Turki.
"Enggak, bosan aja di rumah kak !"
Julaika masuk ke dalam ruangan dan melihat Kedua nya tengah bicara.
"Hm, maaf mengganggu ! ini berkas nya pak !"
"ya, terima kasih Jul. HM Jul tolong tulis alamat tempat tinggal mu sekarang !"
Titah Amar menyodorkan kertas kosong dengan bolpoin nya.
Sanum memperhatikan Julaika lalu menoleh ke arah Amar dengan tatapan yang berbeda.
"Hm, tapi untuk apa ?!"
"tulis saja !"
Perintah Amar, Julaika menuliskan alamat rumah Azlan.
"Ada lagi ?"
Tanya Julaika memundurkan tubuhnya.
"tidak ada kamu boleh kembali ke meja kamu !"
Julaika mengangguk lalu melangkah pergi menoleh sekilas ke arah sanum yang duduk di sofa.
"Siapa kak ? gebetan ?"
Tanya shanum menaikkan kedua alis nya.
"bukan, istri orang !"
jawab Amar datar.
"Istri orang tapi suka...!"
balas shanum terkekeh melihat Amar melebar kan pupil nya.
"Diam, jangan banyak komentar !"
shanum malah tertawa kecil, Julaika mendengar hal itu dari luar.
"Apa itu calon nya pak Amar ?"
gumam Julaika dalam hati lalu kembali fokus dengan pekerjaan nya.
**
Sementara Itu Rasyid tengah menunggu Putusan sidang perkara kasus nya. mencari ide bagaimana caranya Ia bisa kabur dari penjara?
__ADS_1
jika ia berhasil kabur dari penjara, maka ia akan pergi sejauh mungkin membawa Julaika, Rasyid tidak akan membiarkan Julaika bersama pria lain.
bersambung.