My Wife Introvert

My Wife Introvert
ironis.


__ADS_3

Azlan menunggu Julaika yang tengah mengambil Tas nya, kedua nya hendak pergi ke lokasi pernikahan costumer nya, Zidan masih berada di tempat itu karena pemilik acara tersebut merupakan bos tempat nya bekerja.


Azlan ingin Julaika terbiasa dengan pekerjaan nya yang seorang perias pengantin, Julaika harus tahu pekerjaan nya seperti apa ? meskipun Azlan yakin kalau Julaika paham, namun Azlan ingin Julaika melihat nya langsung.


"Sudah siap ?"


tanya Azlan saat Julaika berdiri di dekat nya.


Julaika mengangguk lalu membiarkan Azlan menuntun tangan nya keluar dari kamar hotel tersebut, hujan sudah reda dan berganti dengan langit yang kembali cerah.


"kalau perlu sesuatu bicara, jangan diam ? kalau ada pertanyaan, lontarkan !


kamu paham Julaika?!"


ujar Azlan dan di anggukan oleh Julaika, Ia rasa jawaban itu cukup.


kedua nya menggunakan taksi online menuju tempat, mobil milik nya berada di lokasi karena banyak barang yang di perlukan oleh Rara untuk acara tersebut, adik nya itu bertugas Mengganti pakaian pengantin, Rara begitu telaten dan pintar. Ia banyak belajar dari sang ibu, dulu ia juga menggeluti peran tersebut, tak menyangka keterampilan itu turun pada kedua anak nya.


Lima belas menit kemudian mereka sampai di lokasi, Rara senyum melihat kedatangan mereka berdua.


Sore itu tamu terlihat berjubel, Zidan langsung menghampiri Azlan dan Julaika.ia memang hendak pulang setelah beberapa waktu berada di acara Tersebut.


"Hai....!"


sapa Zidan memindai wajah mulus serta cantik nya Julaika.


"hai juga, ini Julaika istri gue !"


jawab Azlan mengulas senyum memperkenalkan istri nya itu.


"Julaika...!"


Ia menolak dengan halus uluran tangan dari Zidan dengan mendekap tangan nya di dada.


pria itu menanggapi nya dengan senyuman, Azlan memang beruntung mendapatkan Julaika, perempuan itu terasa teduh di pandangan nya.


"ya sudah masuk, gue pulang dulu !"


"oke...!"

__ADS_1


jawab Azlan mengacung jempol nya lalu menarik tangan Julaika masuk ke dalam tenda yang di dekorasi bak ballroom hotel, aroma bunga menguar di penciuman nya, Dekorasi bunga pada pelaminan begitu indah, Azlan dan kru nya memang patut di acungi jempol, keren dan memukau.


"Kak Azlan....!"


Adik perempuan Azlan juga pintar dan cantik, ia juga ramah pada Julaika.


"Gimana udah di ganti pakaian nya ?"


Rara mengangguk, ia meminta Viona untuk mengurus makeup nya, Azlan juga bukan siapa siapa jika tanpa kru yang nya hebat, bekerja sama dengan kekompakan mereka. tak kenal lelah dan selalu semangat meskipun mereka harus terpisah dengan keluarga beberapa hari jika pekerjaan meminta nya di luar kota atau Jawa seperti sekarang ini, tiga atau empat hari mereka berada di kota itu, Azlan sudah menyiapkan penginapan untuk mereka beristirahat nanti.


"kak, kalau udah selesai pekerjaan kita ke guci yuk, tempat pemandian air hangat.


mumpung kita ada di Tegal loh !"


Pinta Rara dan kru yang lain nya untuk berehat di tempat wisata tersebut.


"boleh atur saja waktu nya...!"


Azlan menarik kursi untuk Julaika dan menyuruhnya untuk duduk.


Sebenarnya ini adalah pertama kalinya Julaika berada dalam keramaian, sebelumnya ia jarang sekali mengikuti acara pesta semeriah ini, Julaika selalu diam di rumah saat mereka para orang tua pergi ke acara kondangan atau acara makan malam dengan Klien bisnis, karena itulah Julaika memilih tinggal bersama Rian untuk menghindari keinginan sang ayah agar ia ikut serta di acara acara nya.


Julaika memperhatikan Azlan yang tengah berbicara dengan seseorang, acara berlangsung ramai dengan musik yang memekakkan telinga, terlihat pengantin pria dan wanita memberikan saweran pada perempuan yang tengah menyuarakan lagu keinginan mereka.


Azlan menoleh ke Julaika yang terus memperhatikan pengantin yang berada di panggung, tertawa bersama pasangan nya.


Azlan paham dengan apa yang di rasakan oleh Julaika, anggap lah ia gagal menikah dengan pria yang ia harapkan.


"Ayo Jul, kamu mau ambil sesuatu ?"


tanya Azlan membuyarkan lamunannya.


Julaika mendongak ke arah wajah pria yang kini menjadi suaminya, benar kah itu ketentuan dari Sang Khaliq.


"aku, tidak. aku di sini saja ? kau ada pekerjaan ?"


Tanya Julaika terbata, ia memang tidak merasa lapar karena memang ia sehabis makan tadi bersama Azlan.


"Ya, kau mau ikut ke dalam, aku dan Rara hendak membereskan semua barang karena kita akan pulang !"

__ADS_1


Julaika tertegun sejenak kemudian menjawab.


"Aku di sini saja bang, aku tidak apa-apa ! kau fokus saja pada pekerjaan mu !"


"Ya, sudah tunggu sebentar aku tak akan lama, ada viona di dalam sudah mulai berkemas !"


Julaika mengangguk lalu membiarkan Azlan pergi, ia tetap tidak bergeming memperhatikan dua pengantin yang tertawa bersama di pelaminan.


Julaika memalingkan wajahnya dari peristiwa bahagia itu, menyeka air matanya tak kala ia teringat akan Rasyid yang berada di jeruji besi.


"Aku masih tak percaya dengan perkara yang menjerat mu ke penjara, yang aku tahu kamu baik-baik saja tanpa embel-embel yang membuat polisi membekuk mu di hari pernikahan kita, kau tahu bagaimana berat nya aku menjalani semua ini. aku berusaha untuk terlihat baik-baik saja padahal rasanya ingin sekali aku berbaring tak sadarkan diri dan masih berharap semua ini hanya mimpi.


ironis nya kisah kita, kau ubah alur cerita hingga orang lain yang mengikrarkan janji suci...!"


Julaika menarik nafas nya dalam dalam, pedih itu kian terasa melihat orang lain lebih beruntung daripada nya.


beberapa kali Julaika menyeka air matanya, Ingin sekali meraung menangis tapi selama ini Ia hanya menahannya hingga sesak merajam dada.


Seseorang tiba-tiba saja duduk di hadapannya, seorang perempuan cantik berambut panjang sepinggang.


kemeja berwarna pink nya menampakkan dada nya yang sintal, celana jeans nya berwarna putih cerah mencetak jelas pantat nya yang bulat.


"Gue masih enggak ngerti, kenapa tiba-tiba Azlan jadi suami Lo ? kalau calon suami Lo masuk penjara seharusnya Lo batal kan acara pernikahan Lo...!"


Julaika tak paham mengapa tiba-tiba perempuan itu melontarkan kata-kata yang terdengar pedas di telinga.


"gue kasih tahu Lo, gue susah payah deketin Azlan, Lo malah nyosor duluan !"


Julaika paham, perempuan ini menginginkan Azlan, pantas ia marah karena hal itu.


"Vi, aku kira kamu udah pulang !"


Azlan tiba tiba datang dan duduk di samping Julaika.


"belum, gue nunggu Leo dulu. ya udah gue tunggu di depan ya!"


Tanpa persetujuan dari keduanya Viona gadis yang memiliki profesi seperti Azlan meninggalkan mereka berdua, Julaika diam tak bersuara.


"Dia bicara apa pada mu ?"

__ADS_1


Julaika menoleh tanpa menjawab, Ia terus memindai wajah tampan yang memiliki keahlian dalam merias pengantin itu.


bersambung..


__ADS_2