
Julaika Urung menanyakan perihal Ia dan bunga, Julaika pikir lebih baik ia diam dulu dan mencari tahu sendiri.
"Ada apa sayang ?"
Tanya Azlan memindai wajah Julaika tampak berpikir.
"Enggak apa apa bang ?!"
jawab Julaika lalu mengalihkan pandangan nya.
"kamu terbayang Malam itu lagi ?"
Tanya Azlan memeluk Julaika, ia memang terlambat pulang karena harus mengurus pekerjaan yang lain nya. "maaf ya Abang pulang telat..."
"enggak bang, Jul ngantuk !"
Jawab Julaika lalu merebahkan tubuh nya di ranjang membelakangi Azlan.
"sayang, apa yang kamu rasakan ?"
"ngantuk bang, beneran Jul enggak apa apa !"
Jawab Julaika memejamkan mata nya lalu terlelap.
"ya sudah...!"
Azlan ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum menyusul Julaika tidur.
*
Beberapa hari berlalu...
Azlan senyum melihat rumah yang ia bangun untuk Julaika di daerah Bogor, hampir semua terbuat dari kaca tidak tembus pandang dari luar, namun tembus pandang dari dalam.
Bunga ternyata cukup pintar membuat kan nya Dekorasi rumah itu.
"kamu suka?"
Tanya bunga senyum melihat Azlan terpukau melihat konsep rumah Itu.
"Tentu saja, istri ku pasti suka !"
jawab Azlan senyum, bunga terpaku menatap wajah tampan Azlan, beberapa waktu bersama Azlan memantau pembangunan rumah kaca dan hal itu membuat Bunga semakin mengenal sosok Azlan yang begitu baik.
Julaika sangat beruntung memiliki suami yang begitu baik dan penuh kejutan.
"ya, sudah. aku pergi dulu !"
Cakap Azlan lalu pergi meninggalkan bunga yang tidak bergeming Dari tempatnya.
Sore itu Azlan sengaja mengambil libur karena Hendak mengajak Julaika pergi ke Bandung, Ia ingin mengajak Julaika jalan jalan.
Dua jam berlalu Azlan sampai di rumah, Ia langsung mencari keberadaan istri nya, biasa nya Julaika berada di saung gazebo dekat kolam renang.
Julaika tengah duduk sendiri sambil memainkan ponsel nya, beberapa hari ini Amar kembali aktif mengirim nya pesan, Meskipun hanya sekedar bertanya Jul kamu sedang apa ?
Jul tak tahu kenapa Amar Kembali seperti itu, padahal ia sudah bertunangan.
"sayang ?"
Tanya Azlan membuat Julaika terperanjat kaget hingga menjatuhkan ponsel nya.
"dek, kamu kok kaget gitu sih ?"
__ADS_1
Julaika tertegun lalu tangan nya terulur menerima ponsel yang Azlan sodor kan.
"enggak apa apa !"
Julaika tersenyum kaku lalu menoleh pada jam yang melingkar di tangan nya. Azlan Sebaiknya tidak tahu tentang Pesan dari Amar, Julaika khawatir Azlan berpikir macam macam.
"Abang belum berangkat ?"
Tanya Julaika merapikan buku buku nya, Ia tidak berani menatap wajah Azlan seperti tengah mengintimidasi.
"Abang ambil libur, kita pergi jalan-jalan yuk ke Bandung !"
Ajak Azlan duduk di samping Julaika.
"boleh, Jul siap siap dulu yah !"
Jawab Julaika lalu beranjak dari tempatnya meninggalkan Azlan.
*
Bunga duduk di sebuah restoran sendirian, Ia memindai wajah Tampan seorang pria yang sudah menjadi suami orang, semakin hari semakin kagum pada pria itu, tutur kata nya yang lembut, sikap nya yang begitu ramah pada siapapun, pada pekerja yang bekerja di rumah itu pun Azlan bersikap biasa tidak seperti ia bos yang memiliki Uang banyak.
"jangan mengagumi suami orang, cepat lah beristighfar..."
Bunga tertegun melihat pria yang dulu pernah menjadi kekasih nya.
"sok tahu...."
jawab bunga acuh, keduanya berpisah karena Amar di jodoh kan, Bunga memilih Mundur karena tak ingin menguras pikiran nya dengan hal macam itu, meskipun pada akhirnya Amar menolak perjodohan itu.
bunga tidak tahu saja kalau calon tunangan Amar dulu adalah perempuan yang kini menjadi istri dari pria yang ia kagumi.
"Tentu aku lebih tahu, jangan macam-macam bunga. kita kembali seperti dulu lagi saja, apa kau mau ?"
Bunga beranjak dari duduknya namun cepat Amar menahannya.
"Aku tidak akan pernah kembali pada mu !"
"kau menginginkan pria itu ? kau tidak akan pernah bisa karena dia memiliki istri nya cantik dan sabar, aku rasa Azlan tidak akan pernah melirik mu...!"
Jawab Amar lalu pergi meninggalkan bunga dengan keangkuhan nya.
*%
Dua jam berlalu,,
Julaika dan Azlan sampai di salah satu hotel di kota kembang itu, sepanjang jalan Julaika tertidur pulas dalam dekapan Azlan karena mobil ada supir yang menyetir.
"Mau pesan makanan ?"
Julaika terpukau melihat keindahan langit senja kota Bandung, jingga merah merekah.
"Sayang ?"
Azlan memeluk Julaika dari belakang, menciumi pipinya berulang kali, entah apa yang tengah Suami nya sembunyikan, sudah dua kali Julaika melihat Azlan dengan bunga di sebuah restoran. Harus kah ia bertanya sekarang ?
"bang, boleh enggak Jul tanya sesuatu ?"
Julaika membalikkan tubuhnya menghadap Azlan.
"Tanya apa sayang ?"
"apa ada yang kurang dari Jul ? hm maksudnya, apa Abang mengharap sesuatu dari Jul ?"
__ADS_1
Azlan senyum lalu memeluk tubuh Julaika.
"Tidak ada yang kurang, apa yang kamu berikan lebih dari cukup, kamu sudah sabar menghadapi Abang, mau memahami pekerjaan Abang !
Apa yang menjadi beban pikiran mu dek ?"
Tanya Azlan, ia yakini Julaika tengah memikirkan sesuatu !
"Sebenarnya gimana sih Kerjaan Abang sama bunga ?"
Azlan tertegun mendengar pertanyaan itu.
"maksudnya ?" Azlan tak paham.
"bang, Jul udah dua kali liat Abang sama bunga di restoran ?!"
Cakap Julaika duduk di tepi ranjang.
Azlan mengangguk paham mengerti pokok bahasan yang tengah Julaika tanyakan.
"oh, kamu lihat Abang ? kenapa enggak nyapa ?"
Julaika diam tidak menjawab pertanyaan dari Azlan, Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela.
"Seharusnya kamu samperin Abang, bukan menghindari dengan curiga."
"Jul nanya, enggak curiga. terkecuali Abang merasa di curigai...!"
"ya, sama aja sayang ?!"
Azlan merengkuh tubuh Julaika yang membeku.
"Abang cuma lagi ngomongin kerjaan kok, enggak lebih...!"
julaika bungkam.
"Abang kan pernah bilang meskipun Abang di kelilingi wanita cantik namun hal itu tidak akan pernah menggoyahkan posisi kamu di hati Abang !"
Cakap Azlan tak membuat Julaika bergeming.
"Coba Abang ingin tahu, sebenarnya kamu cinta enggak sama Abang dek ?"
Tanya Azlan semakin membuat Julaika membeku.
"lalu apa yang membuat Jul bertahan di sisi Abang jika bukan karena hal itu, Abang pikir semua mudah ?"
Azlan malah mengulas senyum.
"Memiliki Suami yang pekerjaan nya berkontak langsung dengan artis dan perempuan cantik !"
"jadi Jawaban nya apa ?"
tanya Azlan memiringkan kepalanya menatap wajah merona Julaikah. bagi Julaika tidak mudah untuk mengutarakan isi hatinya pada Azlan, ia sungguh malu.
"pahami saja sendiri !"
jawab Julaika lalu merebahkan tubuh kemudian membelakangi Azlan, senyum tersungging di bibir nya, Julaika berusaha untuk percaya dan menyerah kan segala nya pada tuhan.
Bukan kan Tabur tuai berlangsung di dunia, lalu kenapa mesti risau ? biarkan skenario tuhan berjalan apa adanya tanpa takut dan resah akan ketetapan Nya.
Yakin saja bahwa Tak ada usaha yang percuma.
Azlan naik ke ranjang lalu memeluk Julaika dari belakang, menciumi rambut nya hingga bulu kuduk nya meremang, Azlan kembali menabur benih cinta nya, berharap ada buah cinta tersemat dalam rahim istri nya itu.
__ADS_1
bersambung.