
Malam itu Julaika dan Azlan kembali ke rumah, Seperti yang Azlan katakan bahwa Ia langsung pulang setelah pekerjaan nya selesai.
Julaika tertegun saat Melihat Ratna berada di rumah, Azlan menghampiri beliau yang duduk di meja makan.
"Suami pergi ikut keluar, seharusnya kamu pantau dong pekerjaan di rumah. bukan keluyuran..!"
Tiba tiba saja Ratna berbicara seperti itu.
"udah dong Bu, kita juga baru sampai !"
Ratna melengos pergi meninggalkan mereka berdua ke kamar tamu.
"ayo masuk dek, maafin ibu Abang ya!"
Julaika tak menjawab, Ia melangkah pergi lebih dulu.
Julaika tidak menghiraukan, Anggap saja ocehan nya angin lalu.
Julaika langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu naik ke ranjang untuk beristirahat.
Azlan memperhatikan Julaika yang langsung tertidur, entah bagaimana menghadapi situasi seperti ini, padahal mereka tidak satu rumah tapi sang ibu selalu saja mengganggu ketenangan istri nya.
Pagi....
Julaika bersyukur karena Ratna sudah pulang, Ia datang untuk menagih janji pada Azlan meminta mobil baru.
Setelah Azlan memberikan nya cek, Ratna langsung pulang.
Julaika melangkah ke halaman belakang, tertegun saat melihat Bunga tulip kemarin berada di dekat tempat pencucian baju.
seperti nya Lulu yang merawat bunga Itu.
"Lu kamu memungut bunga tulip itu?"
Tanya Julaika mengulas senyum, Azlan menghampiri mereka dan mendengus pelan saat melihat bunga itu berada di hadapannya.
"siapa yang menyuruh kamu untuk merawat nya lu, kamu bosan kerja di sini?"
Lulu dan Julaika langsung membeku, Asih menghampiri lalu membungkuk.
"Maaf den, maaf kan Lulu..."
Asih menggeleng memindai wajah Lulu tampak pucat.
"buang bunga itu, lain kali jangan suka ikut campur urusan majikan kalau kamu masih butuh pekerjaan..."
Azlan meraih tangan Julaika, namun cepat Julaika menepis nya.
Azlan tertegun menatap wajah Julaika tanpa ekspresi, Ia kesal karena Azlan bersikap berlebihan.
Julaika melangkah pergi meninggalkan Azlan, gegas pria itu mengejarnya.
"dek, tunggu dulu..."
"Apa?? kamu tuh semena mena tahu enggak?
__ADS_1
kenapa sih orang lain harus kena imbasnya karena kecemburuan kamu yang enggak jelas !"
Ujar Julaika lalu menapaki tangga naik ke atas.
"Jul, salah kalau aku cemburu ? aku enggak suka ada pria lain mengirimkan buket bunga untuk kamu, kalau kamu mau bunga tulip aku akan belikan lebih banyak dari itu !"
"enggak, aku enggak suka bunga tulip !"
jawab Julaika lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Azlan yang mematung sendiri.
Julaika duduk di tepi ranjang, moodnya baru saja membaik dan tiba tiba saja hancur karena sikap Azlan yang berlebihan.
Azlan beranjak dari tempat lalu pergi dari rumah untuk mencari bunga tulip seperti yang Julaika mau, Julaika menoleh ke arah suara mobil Azlan yang keluar meninggalkan rumah, entah mau kemana suami nya itu ?
Julaika meringkuk di ranjang, sebelum menikah biasa nya ia akan pergi berjalan jalan dengan Rena, tapi sekarang Ia tidak bisa pergi jika tanpa Izin dari Azlan.
"lebih baik tidur saja !"
Gumam Julaika memejamkan mata nya lalu terlelap.
Azlan berkeliling toko bunga untuk membeli bunga tulip namun beberapa toko Kosong dan Azlan tidak menemukan bunga itu.
Matahari sudah berada di atas kepala nya, Azlan memutuskan untuk pulang dengan tangan hampa.
Sesampainya di rumah Azlan langsung ke kamar dan melihat Julaika tengah membaca buku.
"Dek, mau pergi jalan jalan ke mall sama Abang ?"
Tanya Azlan duduk di hadapan istri nya, Julaika bungkam tidak menjawab.
"kamu masih marah ? maafkan Abang ya Jul !
Cakap Azlan menggenggam tangan istri nya itu, Julaika mengangguk dan membiarkan Azlan memeluk nya.
****
Beberapa hari berlalu....
"Jul, ayo makan siang dulu. tinggal kan pekerjaan kamu !"
Seru Amar sembari melangkah pergi.
Julaika menoleh ke arah Amar yang berjalan turun menapaki anak tangga. Julaika menghempas kan tubuh nya di kursi, Beberapa waktu ini Ia dan Azlan sama sama sibuk, Azlan selalu pulang pagi hingga keduanya jarang sekali bertemu, Saat ia pulang dari kantor Azlan sudah berangkat ke studio.
Hanya weekend kedua nya bertemu, dan weekend ini Azlan ada job wedding di daerah Depok. kali Azlan tidak mengajak Julaika karena pasti istri nya itu menolak untuk ikut.
***
Julaika malas untuk makan siang, Rena dan Alisa datang membawa makanan.
"Eh, kalian...!"
Alisa senyum lalu menyimpan Makanan di meja.
"kita bawakan kamu makan siang Jul, Kita tahu kamu sibuk sampai enggak sempat angkat telpon kita !"
__ADS_1
Julaika tertegun mendengar hal itu, kedua sahabat nya malah tertawa.
Julaika mencoba sharing dengan Alisa yang lebih dulu menikah dan berpengalaman mengenai perbedaan karakter antara suami istri.
"kalau menurut aku perbedaan karakter atau hobi Itu enggak masalah Jul, yang terpenting dari sebuah hubungan adalah saling menerima dan mengerti. Aku aja yang udah lama kenal Reza merasa kaget pas tahu sifat aslinya, apalagi kamu yang enggak kenal sama sekali dengan Azlan !"
Julaika tertegun.
"kamu harus sabar Jul, aku tahu semua enggak mudah apa lagi kalau enggak ada yang mau mengalah, mertua juga kadang jadi masalah, tapi kamu enggak usah hiraukan. yang terpenting Azlan..."
Sambung Alisa memberi nasehat untuk sahabat nya itu.
"Rencana kamu selanjutnya apa ?"
Tanya Rena.
"aku mau Risen setelah habis tahun ini, mungkin dengan itu kita punya banyak waktu bersama, Azlan kan kerja nya malam, aku siang jadi kita jarang ketemu !"
Rena mengangguk.
"ya udah Jul, cari jalan terbaik aja... yang terpenting hubungan kalian Aman !"
Balas Alisa, Julaika mengangguk.
Weekend...
Azlan sudah bersiap untuk pergi ke Depok, Julaika membantu Azlan mengemasi barang-barang nya.
"sayang kamu lagi datang bulan ?"
Julaika mengangguk.
"kenapa bang ?"
"enggak sayang, Abang cuma tanya aja !"
Jawab Azlan senyum lalu mengambil ransel nya.
"ya sudah Abang berangkat sekarang, kalau mau pergi main dengan Rena, pergilah.."
Julaika mengangguk dan membiarkan Azlan memeluk nya dari belakang, menciumi pipi nya berulang kali.
Julaika mengantarkan Azlan sampai di depan mobil, terlihat team nya juga sudah bersiap untuk pergi.
"Hati hati ya bang..."
Azlan mengangguk lalu mencium kening Julaika.
"kamu baik baik di rumah ya dek "
Julaika mengangguk lalu masuk ke dalam setelah Azlan pergi.
Julaika menghubungi Rena untuk mengajak nya pergi ke Gramedia, Dan Rena langsung merespon dengan baik.
Gegas Julaika bersiap untuk pergi, bagi Julaika tidak ada yang mengasikan selain pergi ke toko buku.
__ADS_1
Julaika termenung mengingat Dirinya yang mendapatkan tamu bulan dua bulan ini, Apapun usaha mereka belum membuahkan hasil, Julaika ingin hamil seperti kebanyakan pasangan yang sudah menikah meskipun tidak semua langsung mendapatkan anugerah itu, tapi Julaika sangat berharap.
bersambung....