My Wife Introvert

My Wife Introvert
ingin punya anak.


__ADS_3

Hari berlalu...


Minggu berganti...


Julaika sudah kembali ke rumah Azlan, Ratna jarang datang karena ia sibuk mengurus Restoran dan seseorang yang meminta nya untuk kembali.


Azlan tak mempermasalahkan mereka yang ingin rujuk, hal itu lebih baik. perangai sang ibu juga semakin membaik karena kehadiran Fadli di samping nya.


Viona kini tinggal satu rumah Dengan Ratna, Usia kandungan nya menginjak tujuh bulan, Namun Kevin selalu saja acuh hingga membuat Viona geram dan bersikap cuek pada Ratna.


"Viona kok seperti itu ?"


Tanya Padli saat di meja makan.


Viona pergi begitu saja tanpa berpamitan pada kedua nya.


"Tidak seperti Julaika yang sopan..."


Tambah Fadli memindai wajah Ratna tampak berpikir.


"Dulu tidak seperti itu, mungkin dia kesal karena Kevin selalu acuh !


Aku akan membuat acara syukuran nanti !"


Cakap Ratna mencoba untuk memaklumi kondisi Viona, semua terjadi juga karena Kevin.


"ya tapi tetap saja seharusnya ia menghormati kita sebagai orang tua... bukan malah sebaliknya !"


jawab Fadli, Ratna bungkam tidak bersuara lagi.


*


Julaika tengah menyiram tanaman bunga yang berada di halaman rumah, Azlan sudah kembali aktif dengan pekerjaan nya. Namun Azlan tetap memprioritaskan Istri nya itu. Pulang tak pernah lebih dari jam sebelas malam.


"Ah...." Julaika terkejut saat Azlan tiba tiba memeluk nya dari belakang.


"kaget.....!"


Seru Julaika mencubit tangan Azlan pelan hingga membuat Azlan terkekeh.


"Serius banget, kamu nyiram sambil melamun ...!"


Julaika malah mengerucut kan bibir nya lalu menyimpan selang tersebut.


"Dia malah manyun....!"


Azlan kembali terkekeh.


Semua peristiwa pahit telah di lalui, perlahan Julaika mampu mengikis bayangan kelam bersama Rasyid, pria itu kini mendekam di penjara.


"bosen tahu tiap hari kayak gini, Aku mau kerja lagi !"


Ujar Julaika duduk di kursi dekat taman.


"enggak boleh, jadi nyonya bos saja di rumah...!"


jawab Azlan sungguhan.


"Tapi aku bosan bang !"


"kita pergi jalan-jalan sekarang, ayo!"


Ajak Azlan beranjak dari tempat itu.


Setiap kali Julaika mengeluhkan hal itu Azlan selalu mengajak nya pergi keluar, Ke mall, nonton atau yang lainnya.


Kali ini Azlan mengajak Julaika ke mall, awalnya malas karena apa yang mau ia beli ?


semua barang nya baru dan Ia tidak membutuhkan lagi.


Keduanya berjalan jalan di mall, namun Mood Julaika masih belum membaik.


"Bang Azlan....."

__ADS_1


tiba tiba seseorang memanggil Azlan, Julaika tertegun saat melihat gadis cantik berambut panjang menghampiri mereka berdua.


"bunga ?"


Sebut Azlan seperti nya sudah hafal dengan perempuan yang menyerukan nama nya.


"Hai, kita ketemu lagi !"


Perempuan itu mengulasnya senyum manis, Tampak senang bertemu dengan Azlan.


"Ya, oh ya kenal kan ini istri ku !"


ujar Azlan memperkenalkan Julaika.


"beneran udah nikah ?"


Azlan mengangguk sambil mengulum senyum.


"Ya sudah kita duluan !"


Sambung Azlan lalu pergi meninggalkan bunga yang mematung sendirian.


Julaika menoleh ke belakang melihat Bunga yang masih memperhatikan mereka berdua, siapa sebenarnya perempuan itu ?


"dia siapa bang ? Kok kayak enggak percaya kamu udah nikah ?!"


Tanya Julaika memicingkan mata nya.


"Ya, teman Abang ! dia itu seorang arsitek.


dekorasi nya bagus, Dia baru datang dari Amerika ! enggak percaya kalau Abang udah nikah !"


Jawab Azlan terkekeh kecil, sementara Julaika berpikir kalau perempuan itu seperti nya menyukai Azlan.


"Aku mau pulang bang, kita Main ke pantai aja"


Ajak Julaika menghentikan langkah nya.


Azlan mengulas senyum lalu menuntun tangan Julaika keluar dari mall tersebut.


**


Julaika merasa hidup nya monoton, itu itu saja. tidak ada kegiatan yang berarti dan hal itu membuat jenuh, penat tak berarti.


Julaika duduk di tepi Pantai bersama Azlan, pria itu tengah memainkan ponsel nya.


Julaika menoleh ke arah pasangan yang tengah bermain dengan seorang anak kecil berusia dua tahunan, lucu dan begitu menggemaskan.


Julaika juga ingin seperti itu, di saat Azlan sibuk ia mempunyai kegiatan mengurus anak, namun entah sampai kapan Azlan bertahan dengan keinginan nya itu.


"kamu kenapa sayang ?"


tanya Azlan memindai wajah Julaika tampak sendu.


"Aku mau punya bayi bang !"


jawab Julaika tidak ingin menutupi keinginan nya itu.


"sampai kapan kamu pakai pengaman bang ? aku ingin punya anak seperti mereka ?!"


Azlan tertegun sejenak, sebenarnya sudah dari bulan kemarin Azlan melepas pengamannya, dan ia lupa memberi tahu istri nya itu.


"Ya, nanti juga kita punya anak, sebenarnya udah dari bulan kemarin Abang lepas dek !"


julaika menoleh lalu memindai wajah Azlan, benar kah seperti itu ? tapi belum ada tanda-tanda apapun. ia masih mendapatkan tamu bulanan seperti biasa.


"tapi Jul masih men !"


"mungkin Tuhan belum kasih anugerah itu, Abang minta maaf ya untuk hal itu. kita terus berusaha !"


Julaika mengangguk lalu mendekap erat tubuh Azlan.


**

__ADS_1


Ratna menghubungi Azlan dan memberi tahu tentang rencana syukuran tujuh bulanan Viona, Ratna ingin mereka juga ikut hadir.


"ya, Azlan usahakan datang dengan Julaika.... tapi tolong jangan menyinggung soal kehamilan ya, Ibu kan tahu apa apa alasannya"


ujar Azlan mewanti wanti sang ibu untuk tidak mengutarakan hal yang menyakitkan.


"ya, ibu ingat. ya sudah...."


ujar Ratna tertegun, tak menyangka kalau Julaika menerima keinginan anak nya untuk menunda kehamilan. Azlan tak memberi tahu Ratna bahwa ia sudah melepaskan pengaman nya.


Ratna menoleh pada Viona yang baru pulang, entah dari mana ?


"kamu dari mana Vi ?!"


tanya Ratna menghampiri menantu nya itu.


"bukan urusan Mama !"


jawab viona mendelik tidak suka, ia benar-benar geram dengan sikap Kevin yang selalu acuh.


Kevin mendengar hal itu langsung menggeleng kan kepala nya, lalu mengikuti langkah Viona ke kamar. Sementara Ratna tidak bergeming memperhatikan keduanya.


"Vi, jangan bersikap seperti itu dengan ibu ku"


ujar Kevin masuk ke dalam kamar.


"Harus bagaimana ? aku bersikap bagaimana kamu bersikap pada ku, aku juga lelah dengan semua ini...!"


jawab Viona lalu masuk ke kamar mandi.


Kevin hanya bisa menarik nafas berat kemudian kembali ke luar.


*


**


Malam itu Azlan sampai di rumah, Julaika terbangun dari tidurnya lalu senyum melihat Azlan menghampiri nya.


"kenapa bangun ? ayo tidur lagi !"


"bang, aku mau tidur di mobil sambil lihat bintang !"


ujar Julaika membuat Azlan mengulas senyum mengingat atap mobil tersebut bisa terbuka dan nampak langit yang indah dari atap kaca.


Keduanya masuk ke dalam mobil, Julaika senyum saat Azlan mengganti atap tersebut dengan kaca.


"kamu suka dek ?"


Julaika mengangguk lalu duduk di tepi ranjang.


"gimana kalau ada hantu lewat ?"


tanya Azlan sambil terkekeh kecil memindai wajah Julaika tampak terkejut.


"hm, aku ngumpet aja dekat punggung kamu bang !"


jawab Julaika membuat Azlan terkekeh lagi, gegas Azlan menghampiri lalu menciumi wajah istri nya itu.


Seperti nya Julaika akan senang jika Ia membuat kan nya rumah dari kaca.


bersambung...


Terima kasih yang masih setia, Author sangat berterimakasih atas dukungan para reader tercinta.


Di hari raya yang bahagia ini, Author mengucapkan Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin bila author pernah ada salah dan khilaf.


selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakannya,


*


**


*

__ADS_1


***


********


__ADS_2