
Beberapa waktu berlalu...
Julaika meringis merasakan sensasi mules yang tidak biasa, malam itu Azlan belum kembali karena ada pekerjaan mendadak.
Saat ini Julaika bersama Ratna, semenjak Hamil besar Ratna tinggal bersama mereka untuk menemani Julaika karena Azlan selalu pulang pagi, khawatir Jika Julaika sendiri di rumah.
"Ibu sudah hubungi Azlan, Dia sudah di jalan...kamu sabar ya!"
Julaika mengangguk.
Sebenarnya mereka hendak mengambil jalan Caesar mengingat dua bayi kembar yang berada di dalam Rahim Julaika, namun entah kenapa Malam ini Julaika mengalami kontraksi.
Ratna mengusap usap punggung Julaika yang terasa pegal, Rara sudah menyiapkan keperluan Julaika yang hendak melahirkan.
Julaika juga sudah memberi tahu Rian dan Rena kalau Ia mengalami kontraksi.
"Aduh lama banget sih kakak kamu Ra !"
sahut Ratna melihat Julaika terus meringis menahan Rasa mules yang tidak biasa.
"Sabar dong Bu, kenapa jadi ibu yang panik...!"
Jawab Rara menepuk keningnya sendiri.
"kasihan loh kakak kamu....!"
"ya, tapi orang yang mau melahirkan memang seperti itu !"
jawab Rara duduk di hadapan Julaika.
"sabar ya kak !"
Julaika mengangguk, waktu menunjukkan pukul dua pagi.
Tak lama Azlan langsung masuk ke dalam rumah, Ratna langsung beranjak dari duduknya.
"Sayang, Maaf ya Abang lama, Ayo berangkat sekarang !"
Ujar Azlan langsung mengangkat tubuh Julaika yang cukup berat, Ratna dan Rara mengikuti dari belakang.
Asih dan Irah mengulas senyum melihat kesiagaan Ratna sebagai mertua, Nyonya besar nya itu kini sudah berubah tak seperti dulu lagi, Sekarang Ratna bersikap baik dan tidak pernah ngomel seperti dulu.
"Alhamdulillah, nyonya besar sadar kalau punya menantu sebaik nona julai ya!"
Ujar irah dan di anggukan oleh asih.
sebentar lagi Rumah akan Ramai dengan suara bayi kembar perempuan.
Ratna begitu senang saat Mengetahui jenis kelamin bayi kembar mereka perempuan, Sejak lama ia mendambakan kembar perempuan.
*
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit, gegas Azlan keluar dan meminta suster untuk membawa brankar.
Julaika semakin merasa kan sensasi mules lebih cepat dan semakin terasa sakit, hingga beberapa kali Julaika meringis menitikkan air matanya menahan nyeri yang luar biasa.
Ratna berjalan lebih dulu untuk mengurusi semua nya, gegas ia menghubungi dokter kandungan.
__ADS_1
Dokter langsung membawa Julaika ke ruang persalinan bersama Azlan yang terus mendampingi.
Ratna menuggu bersama Rara, tak lama Padli datang bersama Rian. keduanya bertemu di depan rumah sakit.
"bagaimana keadaan Jul,Bu?"
Tanya Rian dengan raut wajah cemas.
"Sudah di dalam dengan Azlan...."
Rian menghela nafas berat menatap ruang persalinan.
Rian juga tahu kalau Julaika berencana hendak Caesar tapi ternyata si kembar lebih aktif dan ingin hadir lebih cepat dari prediksi Dokter.
"kita berdoa saja semoga Julaika kuat, dan Tuhan memudahkan persalinan nya "
Rian mengangguk.
*
Azlan terus berada di samping Julaika, memberikan support untuk Julaika, Azlan iba melihat istri nya itu merintih kesakitan, namun ia tidak bisa berbuat banyak selain mencoba menenangkan dan memberikan semangat.
"Coba ya Bu Julaika, sudah pembukaan Delapan,, kalau sudah siap langsung mengejan saja "
Azlan tertegun melihat Julaika mengangguk, Azlan merasakan genggaman tangan Julaika yang begitu erat, Bukan satu seperti kebanyakan wanita tapi istrinya itu melahirkan dua bayi sekaligus.
"Sayang, Kamu kuat ya !"
julaika mengangguk, Azlan berada begitu dekat dengan julaika, ia terus melantunkan shalawat agar Julaika tenang dan tidak tergesa-gesa.
"Alhamdulillah...."
Azlan langsung bersujud syukur saat kedua bayi nya sudah berada di dunia.
"Kamu hebat sayang...."
Ujar Azlan mencium kening Julaika dengan menitik kan air mata nya, sebuah perjuangan yang tidak ternilai harganya.
Keduanya mengulas senyum haru saat dua bayi mungil itu berada di atas tubuh Julaika.
"Cantik cantik loh si kembar..."
Ujar dokter ikut senang.
"Terimakasih dek, Abang sangat bahagia... kamu adalah wanita terhebat setelah ibu Abang, kamu begitu berharga dari apapun. terimakasih sayang...."
Julaika mengangguk sembari menitikkan air mata nya.
"Sungguh Allah maha besar, ia yang memudahkan segala nya...."
Gumam Julaika membiarkan Azlan memeluk mereka erat.
Ratna begitu senang saat suster membawa dua bayi kembar keluar, Azlan menolak keluar dari ruangan dan ingin terus mendampingi Julaika hingga proses selesai.
Ratna langsung menggendong dua bayi sekaligus.
Rian bersyukur karena Ratna begitu menyayangi si kembar, ia menghampiri lalu mendoakan bayi kembar tersebut.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu...
Julaika sudah pulang ke rumah, semua keluarga dan kerabat berkumpul untuk menghadiri acara tasyakuran akikah si kembar, Dan sekaligus mengumumkan berita kehamilan Viona yang baru tiga bulan.
Rida dan Ratna menggendong bayi kembar tersebut, Julaika dan Azlan duduk di sofa dengan Santai membiarkan Kedua bayi nya bersama Oma mereka.
Azlan di minta naik ke podium untuk membuka acara akikah tersebut sekaligus memberikan sambutan pada para tamu yang sudah hadir.
"Terima kasih sudah datang di acara akikah si kembar, Cinta dan kasih..."
Azlan senyum ke arah julaika yang duduk bersama Rena sang kakak.
Kedua nya sepakat memberikan nama itu pada si kembar, berharap kehadiran Cinta dan kasih membuat keluarga berlimpah Rahmat dan kebahagiaan.
"Saya ingin berterimakasih pada Sang ibu yang sudah menemani istri saya, beliau begitu siaga menjelang kelahiran Bayi kami..."
Azlan senyum sambil berkaca kaca.
"Terimakasih juga untuk istri ku, dia perempuan hebat setelah ibu ku, Dia memberikan kami dua bayi cantik dan Hebat nya istri ku dia melahirkan dengan normal..."
Azlan menghapus air mata nya, merentangkan kedua tangan nya meminta Julaika untuk naik mendekati nya.
Julaika beranjak dari duduknya lalu memeluk Azlan yang langsung mendekap nya erat.
"Terimakasih sayang...."
Julaika mengangguk memeluk erat Azlan.
Semua terdiam ikut menitikkan air mata melihat kebahagiaan mereka, terharu dengan cinta kasih yang begitu melekat pada kedua nya.
"Aku beruntung memiliki kamu, my wife introvert I love you so much..."
Julaika terkekeh kecil sambil menyeka air matanya.
Azlan begitu sabar menghadapi mood nya yang berubah ubah selama mengandung, Ia mencoba mengerti keinginan Julaika yang terkadang membuat Azlan bingung, di balik sikap nya yang manja ternyata istri nya itu begitu kuat, Azlan Merasa bahagia memiliki istri seperti Julaika yang penuh semangat dan tidak pernah mengeluh.
"Terima kasih sudah mau menerima Jul yang seperti ini bang, Jul juga bersyukur memiliki kamu yang selalu memahami Julaika...
Terima kasih......"
jika kita mencari seseorang yang sempurna, maka kita tidak akan pernah menemukan nya, cukup menerima dan melengkapi kekurangan itu menjadi sebuah kebahagiaan penuh rasa syukur...
Tamat...
Terima kasih yang sudah mengikuti cerita author Dari awal sampai episode terakhir ini,,
Semoga para reader selalu sehat dan bahagia.
Mampir ya ke novel author yang baru.
liris dua sekaligus 🤭😘
Ayo kunjungi ya, dukung Author ya😍😍😍
__ADS_1