
Sore itu Azlan bertemu dengan Bunga untuk membicarakan masalah properti yang hendak ia pakai untuk rumah kaca, keduanya bertemu di sebuah restoran.
"Ini contoh properti nya, Aku punya teman yang memiliki perusahaan property..."
"kalau soal itu ada kakak ipar ku, Orang tua istri ku memiliki usaha properti !"
Bunga mengangguk.
"Aku sangat berterima kasih, Nanti aku transfer ya!"
bunga mengangguk lagi, setelah ini Kemungkinan ia tidak akan sering bertemu dengan Azlan.
"HM, Apa Pak Azlan sangat mencintai istri nya?"
Tanya Bunga termangu sendiri, tiba tiba pertanyaan itu terlontar begitu saja.
"Tentu saja, aku sangat mencintai nya !"
Jawab Azlan lalu beranjak pamit pada bunga yang tidak bergeming.
Azlan melangkah setelah bunga mengangguk, Seseorang memperhatikan Azlan yang pergi meninggalkan seorang perempuan.
"Azlan....!"
Akhirnya Ia bersuara karena penasaran dengan apa yang ia lihat.
"Hai kak Rian kebetulan sekali...!"
Rian mengernyitkan keningnya tak paham.
"Azlan, apa yang sedang kamu lakukan !"
Tanya Rian.
"Ayo bicara di sana !"
Ajak Azlan duduk di kursi dekat pintu, keduanya duduk berhadapan. Azlan langsung menceritakan maksud nya.
Rian mengangguk paham dan kagum melihat desain rumah kaca tersebut.
"jadi tadi Teman Azlan kak, Rumah sudah selesai dan Azlan mau beli property nya !"
Rian mengangguk.
"sebentar lagi kan Julaika ulang tahun, Azlan mau kasih kejutan!"
"baiklah kakak akan bantu Azlan, yang lain nya juga harus tahu !"
Azlan mengangguk lalu keduanya berbicara mengenai property yang hendak di pakai untuk rumah itu.
Dari jauh Bunga terus memperhatikan, rasanya tidak rela tapi Azlan suami orang !
kau memang gila.!
Gegas bunga pergi meninggalkan Restoran itu dan pergi kemana saja asal kan jauh dari pria itu.
*
Sore itu Julaika pergi bersama Reva dan Alisa, pulang kerja kedua nya sengaja mengajak Julaika pergi jika waktu mereka senggang, seperti saat ini keduanya pergi makan Bakso langganan mereka.
"udah lama enggak makan bakso di sini.."
ujar Reva memesan bakso besar super pedas.
"ya, semenjak Julaika nikah..."
jawab Alisa sambil nyengir.
"ih nyalahin aku, Kalian aja sok sibuk "
Alisa terkekeh kecil.
"gimana Abang Azlan ?"
__ADS_1
tanya Reva menaikkan alis nya.
"biasa aja,, emang kenapa ?!"
Julaika menoleh ke arah pria yang turun dari mobil, Amar menghampiri kedai mie ayam bakso tersebut.
"Bang Amar ?"
Seru Julaika, tak enak lah bersikap acuh. walau bagaimanapun Amar pernah menyelamatkan nya dari maut.
"kalian...? sengaja makan bakso ?!"
Amar duduk di samping Julaika, seketika itu Julaika langsung terpaku.
"HM, ya pak Amar !" jawab Reva memindai wajah Julaika langsung kaku.
"bang, di bungkus ya Lima !"
Pedagang tersebut langsung membuat kan pesanan Amar.
"enak enggak bakso nya Jul ?!"
Tanya Amar mencicip bakso milik Julaika.
Bunga yang kebetulan lewat mengambil kesempatan itu untuk mengadu pada Azlan seperti apa kelakuan istri tersayang nya.
"Enak ...!?"
tanya Julaika dan di anggukan oleh Amar yang terus menyantap bakso milik Julaika. Reva dan Alisa pun ikut tertegun.
"pulang sama siapa ?" tanya Amar mengelap bibirnya dengan tisu, bakso dalam mangkuk tersisa sedikit lagi.
"naik taksi aja...!"
"Bareng sama Abang aja dek, kita kan searah !"
Julaika kembali tertegun, Enak enggak ya kalau nolak ?
"Hm, Jul naik taksi aja takut merepotkan Bang Amar !"
Julaika terpaksa beranjak saat melihat Reva dan Alisa juga beranjak dari duduknya. mereka memang hendak pulang.
"HM,ya udah Jul. kita kan naik motor !"
Julaika mengangguk lalu masuk ke dalam mobil Amar, Bunga langsung mengirim video tersebut pada Azlan dengan nomor tidak di kenal.
Azlan yang tengah bersama Rian tertegun melihat interaksi Istri nya dengan seseorang yang terang terangan menaruh hati pada istri nya itu.
"Ada apa mereka bersama ?"
gumam Azlan dalam hati.
"kak, nanti kita lanjut kan, Azlan kembali ke rumah dulu !"
"baiklah....!"
Setelah itu Keduanya beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan restoran itu.
*
"bang, Gimana kelanjutan pertunangan Abang dengan Erika...?"
tanya Julaika membuka obrolan saat di perjalanan.
"Abang batalkan !"
jawab Amar membuat Julaika langsung menoleh.
"kenapa bang ?"
"Enggak bisa memaksakan diri untuk menerima orang baru !"
"tapi....?!"
__ADS_1
Julaika tak mengerti dengan Amar, apakah hal itu karena dirinya ?
"lalu apa rencana Bang Amar ?"
tanya Julaika tak paham.
"sendiri saja dulu, biarkan Tuhan yang mengatur ?!"
Tak berapa lama mereka berdua sampai di rumah, Julaika meminta turun dari mobil di depan gerbang saja.
"Jul, apa Azlan membuat kamu bahagia ?"
Tanya Amar saat Julaika hendak keluar dari mobil.
Pandangan Amar mengarah ke depan, sementara Julaika terpaku. Dari jauh Azlan memperhatikan kedua nya yang tidak kunjung berpisah.
"Bahagia itu bagaimana kita bersyukur dengan apa yang kita miliki, kita tidak akan pernah menemukan seseorang yang sempurna, Namun kita cukup menerima kekurangan nya dengan luas hati !"
Jawab Julaika lalu keluar dari mobil, seseorang di dalam mobil sana tengah memperhatikan dengan Rasa cemburu yang tidak bisa di elak kan.
"terimakasih bang Amar !"
tambah Julaika lalu melangkah masuk ke gerbang rumah.
*
Azlan menyembul masuk ke dalam kamar Saat Julaika keluar dari kamar mandi, pria itu tak menyapa dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Julaika memperhatikan Azlan tampak diam tidak seperti biasanya, entah apa yang terjadi dengan suaminya itu. hari ini Azlan memang mengambil libur karena harus mengurus rumah kaca yang sudah selesai di bangun.
"bang, kamu kenapa ?"
Tanya Julaika Saat Azlan duduk di sofa dengan melipat tangan nya di dada, pandangan lurus ke depan.
"Siapa yang mengizinkan mu pulang bersama pria lain ?"
Julaika langsung membeku, Azlan marah karena mengetahui ia pulang dengan Amar.
"Atau kamu sengaja janji bertemu dengan nya ?"
Tanya Azlan lagi menoleh ke arah Julaika yang terpaku.
"Maaf kan Jul bang, Jul ketemu di tempat kedai bakso sama bang Amar !"
"lantas kamu biarkan dia duduk di samping kamu memakan bakso milik kamu ?"
Julaika termenung sendiri, Azlan sampai tahu sedetail itu ?
"Abang tahu dia pernah berjasa menyelamatkan kamu, tapi kamu hargai Abang sebagai suami kamu !"
"Jul enggak ada maksud apa apa dengan bang Amar, siapa sih yang ngasih info sedetail itu sama Abang ?"
Tanya Julaika, namun Azlan bungkam.
"Jul pulang sama bang Amar karena kebetulan searah ?"
"Abang tahu,, tapi seharusnya kamu menolak, Abang kan beli kan kamu mobil, untuk apa tidak di pakai ?!"
Julaika menghela nafas berat, Ia juga berusaha untuk menghindar tapi semesta selalu saja mempertemukan mereka berdua.
"bang....!"
"dengar Jul, Amar itu belum bisa move on dari kamu, seharusnya kamu jauhi. jangan jadikan hutang Budi sebagai alasan ! bersikaplah tegas!"
*
**
****
*****
bersambung....
__ADS_1
terimakasih masih setia 😍😍😘