My Wife Introvert

My Wife Introvert
biarkan perbedaan menjadi warna.


__ADS_3

Setelah pekerjaan nya selesai, Azlan menyerahkan langkah selanjutnya pada Rara dan Siva, Gegas Azlan mencari keberadaan istri nya itu.


Viona memperhatikan Azlan terlihat gusar karena Julaika, perempuan itu memang merepotkan.


Azlan Mencari Julaikah ke sekeliling tempat itu, keadaan semakin riuh karena tamu mulai berdatangan.


Azlan mencari Julaika ke taman belakang, langkah nya terhenti saat melihat Julaika tengah memangku seekor kelinci berwarna putih mengelus kepala nya sayang.


"kau tahu Aku tidak suka keramaian, Rasanya pendengar ku pengap karena bising dan riuh orang orang, kau tahu aku..."


Azlan mendengar kan Julaika berbicara dengan binatang lucu itu.


"Bukan trauma dengan resepsi pernikahan, nyata nya aku masih bisa sadar dan berdiri tegak, tapi apa kau tahu bagaimana bimbang nya aku saat itu, Aku.... harus benar benar menyiapkan mental karena aku menikah bukan dengan calon suami ku, tapi aku bersyukur karena ternyata calon suami ku bukan pria yang baik dan tepat untuk ku..."


Azlan melangkah lebih dekat dengan perlahan hingga Julaika tidak mendengar nya.


"Kau tahu aku pernah menyukai seseorang, tapi dia tidak menyukai ku yang seperti ini, Itu pertama kali aku tertarik pada seorang Pria, tapi dia bilang aku ini aneh.... emang aku alien..."


Azlan tertegun mendengar curhatan Julaika pada mahluk yang tidak mengerti apa apa tentang perasaan, siapa pria yang menjadi pertama untuk Julaika?


"aku ingin pulang, tapi di villa menakut kan. aku terpaksa berada di tempat ini, kau tahu bagaimana rasanya terpaksa..."


Julaika menghela nafas panjang lalu beranjak dari duduknya, Julaika terkesiap saat tiba tiba mendapati Azlan berada di belakang nya.


"bang, kamu sejak kapan di sini ?"


tanya Julaika khawatir kalau Azlan mendengar perkataan nya dengan kelinci kecil itu.


"Aku baru sampai, Jul kenapa kamu pergi tidak pamit dulu !"


tanya Azlan berbohong padahal ia mendengar semuanya.


"maaf bang, tadi kamu sibuk. aku tidak mau menggangu kamu, aku juga tidak jauh !"


Azlan mengangguk lalu meraih tangan Julaika untuk ikut dengan nya kembali masuk ke dalam, acara akan dimulai, calon pengantin pria sudah datang.


"kamu mau kembali ke villa Jul ?"


tanya Azlan, Ia masih bingung menghadapi Julaika jika keadaan nya seperti itu, Azlan tidak ingin apa yang di jalani karena keterpaksaan.


"Pekerjaan kamu gimana bang ?"


Tanya Julaika tak enak hati.


"Aku akan datang setelah Dzuhur untuk mengganti pakaian pengantin, sementara waktu ada Rara dan Siva, Viona juga standby di tempat"


"ya sudah Jul kembali ke villa saja, nanti Abang boleh balik lagi, enggak apa-apa Jul di villa sendiri !"


Azlan mengangguk.

__ADS_1


Azlan pikir Julaika akan senang jika ikut dengan nya, tapi ternyata tidak hal itu justru menjadi beban karena ia benar benar tidak terbiasa dengan khalayak ramai.


Julaika menoleh ke arah Azlan yang sejak tadi diam tak biasa.


"maaf bang kalau Jul merepotkan, hm... Jul menggangu pekerjaan Abang, itulah kenapa Jul lebih memilih di rumah !"


"ya sudah lain kali Abang enggak ajak kamu Jul !"


Julaika tertegun mendengar apa yang Azlan sampaikan, apa mungkin Azlan marah pada nya ?


"Abang marah ?!"


Azlan menggeleng kan kepala nya, berusaha sabar dan mengerti bahwa ia dan Julaika memang berbeda karakter, Azlan sadar bahwa keadaan mereka adalah hal yang tidak pernah diinginkan sebelumnya.


"Enggak, ya udah nanti Abang balik lagi ya !"


Julaika mengangguk.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di villa, Jarak villa dengan tempat acara berlangsung memang dekat.


"Abang langsung balik ya !"


Julaika mengangguk lalu masuk ke dalam villa, Ia langsung masuk ke dalam kamar.


Merebahkan tubuh nya di ranjang, menjauhkan pikiran nya dari hal hal yang membuat nya parno sendiri.


*


Azlan tak fokus pada pekerjaan nya, Ia tak henti memikirkan Julaika yang saat ini berada di villa sendirian.


Azlan teringat dengan perkataan Julaika, tentang seorang pria yang ia sukai? siapa pria itu? Azlan yakin dia spesial karena bisa membuat Julaika tertarik lebih dulu.


"jangan mikirin kak Jul terus, dia kayak nya lagi tidur bang...!"


ujar Rara paham dengan apa yang Azlan pikirkan.


"kalau dari awal Abang bertekad untuk lanjut maka Abang harus bisa menerima kak Jul apa adanya, Dia seorang yang introvert. kakak ingat kan apa yang di sampaikan kakak nya waktu itu, Abang harus sabar ! jangan paksa kak Jul untuk cepat terbiasa dengan keadaan kita, Rara yakin lambat laun juga ia terbiasa dengan Pekerjaan Abang !"


Ujar Rara memberikan nasihat pada kakak nya itu, Terkadang adik nya itu memang lebih bijak dan dewasa.


"ya, Ra...ya sudah kita lanjutkan pekerjaan, Ada dua sesi lagi ganti pakaian..."


Rara mengangguk.


Viona menghampiri Azlan yang tengah merapikan peralatan makeup mereka.


"Lan, kita makan dulu yuk. udah selesai kan pekerjaan kalian ?"


Ajak Viona mengulas Senyum.

__ADS_1


"Ya, kita makan saja dulu !"


Jawab Azlan lalu beranjak dari tempat di ikuti oleh Rara.


Azlan memindai pasangan pengantin yang tampak bahagia, berbeda dengan kisah nya. namun Azlan berharap Ia dan Julaika bisa tetap bersama apapun alasan mereka menikah, biarkan perbedaan menjadi warna pada mahligai rumah tangga mereka.


Azlan berusaha menghubungi Julaika, namun tidak ada jawaban. beberapa kali mencoba namun Julaika tidak mengangkat nya.


"kenapa kak ?"


Tanya Rara duduk di samping Azlan, Viona terlihat masih menikmati makanan nya.


"Beberapa kali telpon kak Jul tapi enggak di angkat ?"


Jawab Azlan mulai cemas dengan keadaan istri nya di villa seorang diri.


"mungkin tidur kak, ayo kita ke dalam.."


Ajak Rara hendak mengganti pakaian pengantin lagi.


*


Julaika perlahan membuka mata nya, waktu menunjukkan pukul empat sore, cukup lama juga ia terlelap, sebelumnya asik chat dengan kedua sahabat nya hingga ponsel nya lowbat.


Gegas Julaika mencharge nya kemudian pergi ke kamar mandi, udara sore itu terasa begitu dingin, Julaika memutuskan untuk mandi air hangat.


Setengah jam kemudian Julaika keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian nya seperti biasa.


Jul kembali naik ke ranjang, ia lapar tapi tidak berani keluar karena takut, hal itu masih saja membayangi nya.


Jul melihat jam di dinding, sebentar lagi magrib tapi Azlan belum juga kembali, perut nya terus berorasi meminta jatah asupan, tapi Julaika enggan beranjak dari ranjang.


Perut nya semakin perih, Ia terpaksa bangun melangkah ke Luar, di villa ia hanya sendiri dan hal itu membuat nya takut.


"lapar banget..."


Rintih Julaika membuka lemari es dan isi nya hanya air dingin.


"menyedihkan sekali.."


Keadaan semakin gelap, semua lampu sudah ia nyalakan.


"Apa pergi keluar saja membeli jajanan, menelpon Azlan khawatir mengganggu pekerjaan nya?"


gumam Julaika lalu beranjak dari villa tersebut, tak jauh dari villa itu ada super market.


bersambung.


terimakasih sudah mampir, ayo like and komentar biar aku semangat 😍😍🤭

__ADS_1


__ADS_2