My Wife Introvert

My Wife Introvert
ucapan seperti doa.


__ADS_3


Julaika Husna.



Viona Rosalina.



Azlan Mahendra Nuril.



Rasyid Rajasa.


Itu visual mereka ya, halu author saja.🤭🤭


*****


Julaika tertegun saat melihat viona masuk ke dalam restoran dimana mereka tengah makan malam, cantik dengan kaos berwarna putih serta celana hotpants yang menampakkan paha nya yang mulus.


"Hai aku kira kamu akan tetap di hotel Vi...?"


Ujar seseorang membuat Julaika menoleh, Azlan hanya menoleh sekilas pada gadis cantik itu.


"enggak lah gue juga mau ikut berendam, siapa tahu dosa gue luntur !"


jawab Viona tersenyum mengejek ke arah Julaika. Mata nya mendelik tajam menunjukkan ketidaksukaan nya pada Julaika.


"Mandi air hangat enggak bakal bikin dosa Lo luntur, sana mandi tujuh sumur !"


ujar seseorang menimpali membuat mereka terkekeh kecil.


seperti itu lah jika mereka sudah berkumpul, berbeda dengan Azlan, Ia tengah asik memandangi wajah cantik dengan tatapan sayu milik istri nya.


"Mereka kalau udah kumpul emang Rame, aku yakin sih mereka enggak akan tidur sampai pagi !"


Tukas Azlan membuat Julaika menoleh ke arah nya.


"kamu juga biasa gabung dengan mereka ?"


tanya Julaika karena saat ini Azlan duduk berdua bersama nya.


"hm, enggak juga kadang kadang. kalau aku jarang bergadang sih suka enggak fokus gitu !"


Julaika mengangguk.


"Hai Julaika, kita berendam bareng yuk!"


ajak viona menghampiri mereka berdua, Azlan senyum ingin tahu tanggapan istri nya itu.


"maaf kak tapi aku sedang datang bulan jadi enggak bisa berendam !"


jawab Julaika berbohong, mana mau ia bergabung dengan mereka.


"Astaga Lo apes banget lan, belum malam pertama kan Lo ! udah nikah dadakan terus sekarang malah enggak bisa dapat pelayanan !" celetuk Viona terkekeh kecil.


Azlan termangu melihat Viona terkekeh kecil.

__ADS_1


"Enggak, gue bercanda jangan di masukin hati ya, Julaika!"


sambung Viona dengan senyuman meledek.


"Ya Lo bercanda aja !"


jawab Azlan tersenyum paksa, sementara Julaika diam menangapi, ia mulai tidak nyaman berada di tempat itu.


"ya sudah gue pamit pergi sama yang lain nya ya, Lo nyusul bareng kita ya Lan !"


Azlan mengangguk kecil kemudian Viona melenggang pergi berjalan dengan berkelok membuat nya tampak seksi.


belum apa apa sudah ada yang mengibarkan bendera persaingan, hal seperti ini lah yang membuat Julaika malas. ia sendiri tidak ingin menghiraukan Viona.


Viona melangkah dengan geram, Saat kejadian dimana Azlan melangsungkan akad, ia sudah pulang karena sang ayah tiba tiba masuk rumah sakit, betapa tercengang nya Viona saat salah satu kru memberi tahu hal itu, Ia tidak menyangka Azlan menggantikan posisi calon suami Julaika yang tertangkap polisi.


Sejak lama Viona menyukai Azlan dan tidak terima saat seseorang merebut nya dengan mudah, tentu ia akan membuat kedua nya seperti sebelum hari itu. tidak saling mengenal.


*


"Ayo jul, kita kembali ke penginapan saja, tidak usah pikirkan candaan viona, dia memang seperti itu...!"


Ujar Azlan menarik tangan Julaika untuk meninggalkan tempat itu, terlihat viona bersama yang lain nya hendak berendam termasuk Rara.


"kita sholat isya dulu ya sebelum istirahat !"


Julaika mengangguk.


keduanya masuk ke dalam penginapan, udara begitu dingin dan mereka gunakan waktu tersebut dengan berendam.


"Ayo, Abang tunggu..!"


Julaika langsung melangkah ke kamar mandi, Sebelum nya ia ingin buang air kecil terlebih dahulu.


kebohongan nya menjadi nyata, Julaika melangkah dengan gontai menghampiri Azlan yang sudah menunggu.


"Hm, bang aku absen dulu ! aku benar benar datang bulan !"


Julaikah menatap wajah Azlan tanpa ekspresi.


"hmm, ya sudah tidak apa-apa ! nanti Abang ambilkan pembalut milik Rara di mobil ya ?"


Julaika mengangguk.


Azlan melaksanakan shalat isya sendiri, Julaika duduk di tepi ranjang menunggu Azlan sampai selesai.


Tak berapa lama Azlan beranjak dari duduknya sambil menguap, Ia benar benar lelah karena malam kemarin ia tidur sebentar saja di mobil.


"sebentar ya Abang ambil pembalut nya dulu !"


Julaika mengangguk.


Lima belas menit berlalu, Julaika merasa gusar karena Azlan tidak cepat kembali.


Julaika melangkah keluar dari penginapan dan melihat Azlan tengah berbicara dengan Viona di depan mobil.


Julaika menghela nafas panjang, pantas saja lama ternyata seseorang menahan nya.


Julaika kembali masuk dan langsung ke kamar mandi, rasanya sudah tidak betah dengan keadaan ini.

__ADS_1


Viona memang tidak sengaja melihat Azlan, kedua nya berbicara masalah pekerjaan yang akan datang. sebenarnya viona ingin membicarakan tentang pernikahan nya dengan Julaika, namun viona menahan nya karena ia pikir Itu bukan lah waktu yang tepat.


Azlan masuk ke dalam penginapan dan tidak melihat Julaika di kamar, terdengar suara air gemericik dari dalam kamar mandi.


"Jul, Abang keluar sebentar ya!"


Teriak Azlan namun tak di dengar oleh Julaika yang asik mandi air hangat.


Viona menuggu nya di luar untuk membicarakan job baru mereka weekend yang akan datang.


Julaika keluar dari kamar mandi dan hanya mendapati sebungkus pembalut di ranjang, terdengar seseorang berbincang di luar.


Julaika mengintip dari jendela terlihat Azlan dan Viona tengah berbicara berdua sembari melihat laptop, sesekali Viona tertawa kecil.


mereka memang dekat, Viona benar benar tidak rela Azlan bersama Julaika.


satu jam berlalu, Julaika meringkuk sendiri di ranjang dengan piyama tidur nya, kerudung instan nya masih menutup mahkota nya yang indah.


Julaika tak bisa memejamkan mata nya karena benak nya terus saja memikirkan Azlan dan viona.


Azlan masuk ke dalam kamar dan melihat Julaika tengah meringkuk di ranjang, semakin malam udara semakin dingin.


"Jul, kamu sudah tidur ?"


Azlan merangkak naik ke atas ranjang.


Julaika menoleh dengan perasaan tidak menentu, kedua nya kini berada dalam satu ranjang.


"hm, maaf ya tadi ada urusan kerjaan dengan viona !"


Julaika tak bergeming, Harus kah ia mengatakan bahwa ia tidak suka melihat kedekatan mereka ? hai Jul kau ini baru sehari sudah banyak menuntut !


"Kalian dekat ya, hmmmm maksud ku..!"


Julaika menunduk berpikir mencari kata yang tepat untuk nya bicara dengan Azlan.


"ya, tapi hanya urusan pekerjaan ! tidak lebih dari itu Julaika...!"


Tukas Azlan mengusap pipi Salwa yang putih dan mulus, wajahnya langsung memerah.


"kita team kru semua dekat, tidak ada yang menjaga jarak, tapi itu hanya masalah pekerjaan...!"


tambah Azlan, ia pahami apa yang julaika pikirkan.


"Kamu kalau tidur pakai kerudung juga ?"


Julaika langsung termangu menatap Azlan yang menatap nya lekat.


Julaika menggeleng kan kepala nya.


"ya sudah boleh Abang buka kerudung nya?"


Julaika tertegun sejenak, jantung nya berdegup kencang membuat nya gugup bukan main. Azlan berhak melihat apa yang berada dalam dirinya.


Julaika senyum lalu mengangguk kecil.


Azlan senyum lalu membuka hijab instan nya, Azlan terkesima melihat rambut panjang Julaika tergerai indah, hati nya bergetar melihat senyum manis dari istri nya itu.


"subhanallah kamu cantik banget Julaika...!"

__ADS_1


...****************...


bersambung...


__ADS_2