
Beberapa jam berlalu Akhirnya mereka tiba di Jakarta, Azlan sudah bangun lebih dulu dan membiarkan Julaika tertidur.
beberapa waktu sebelum nya, Julaika mengeluhkan tentang keadaan perut nya yang terasa keram, Azlan khawatir hingga meminta Yusuf mencari klinik terdekat.
Azlan langsung mengajak Julaika untuk berobat, meskipun dokter mengatakan hal itu biasa terjadi pada wanita yang tengah menstruasi namun Azlan tetap meminta obat agar meredakan nyeri tersebut.
Hasilnya sekarang Julaika bisa beristirahat setelah meminum obat, Azlan menoleh pada Julaika yang menelisik lalu meringkuk memelukku guling nya, Azlan mengulas senyum.
keadaan ini bagi nya sangat mengejutkan, teringat dengan perkataan kala itu pada sang ibu, Ratna.
"Lan, kapan kamu akan menikah ? usia kamu sekarang sudah dua puluh enam, Teman teman kamu juga sudah menikah !"
Tanya Ratna pada putra keduanya itu, Sementara sulung nya mengikuti jejak sang ayah.
"Nanti Bu, pokok nya pas udah ada jodoh nya Azlan langsung nikah dan pulang bawa mantu buat ibu !"
"his, mana bisa seperti itu. jadi maksudnya kamu nikah enggak kasih tahu ibu dulu !"
Azlan terkekeh memeluk sang bunda yang cemberut.
"ya abis dari kemarin nanyain kapan nikah terus, nanti deh Azlan bawa lari pengantin orang !"
*
Ucapan itu seperti menjadi doa, Ia pergi membawa calon pengantin orang. Apa yang ia katakan menjadi nyata tanpa di sangka.
Semoga Julaika mau bersama dengan nya, seorang yang kesehariannya merias wanita.
Azlan juga memiliki job, merias Artis di acara Musik inbox yang akan berlangsung setelah ia menyelesaikan pekerjaan nya di Bogor, mungkin setelah itu Ia akan meminta Viona memegang alih peran nya di Team Wedding organizer milik nya.
"hm...."
Desis Julaika lagi lagi memegang perut nya, gegas Azlan mendekati.
"Jul, apa masih sakit...? kita sudah sampai di Jakarta !"
Julaika membuka mata nya dan melihat Azlan berjongkok di hadapannya sembari menatap nya lekat lekat.
"Aku tidak apa-apa, sudah sedikit reda bang !"
Azlan mengelus senyum lalu duduk di tepi ranjang.
Julaika beranjak dari ranjang hingga keduanya kini saling menatap.
Julaika termangu saat Azlan menyentuh pipi nya, jantung nya berdebar kencang seperti gendang yang terus di tabuh.
"bang, maaf Jul ingin ke toilet dulu !"
ujar Julaika saat Azlan mendekati nya.
"maaf tapi Jul benar benar kebelet !"
__ADS_1
"ya sudah.....!"
sahut Azlan membiarkan Julaika beranjak.
Azlan termenung sendiri, Apa mungkin Julaika belum siap ?
Apa semua terlalu cepat ?
"Bang....!"
Azlan menoleh pada Julaika yang tersenyum lalu duduk di samping nya.
"bang, HM.. boleh Julaika tanya sesuatu ?"
Azlan mengangguk.
Julaika berpikir untuk mengetahui kehidupan Azlan, Apakah sebelum nya ada seseorang yang spesial di hati nya ?
"bang, sebelum nya Abang kuliah apa ?"
tanya Julaika, Ia ingin tahu apakah Azlan sejak awal menjadi perias atau sebelum nya ia memiliki kemampuan yang lain.
"Sebenarnya awal kuliah ngambil jurusan bisnis industri, Abang enggak sempat jadi sarjana di bidang itu karena dari awal Abang ingin kuliah tata rias, hanya sang ayah tidak mengizinkan. Tapi Abang bandel dan tetap kekeuh ingin dunia ini..."
Ujar Azlan lalu menceritakan semuanya pada Julaika, Tak menyangka ternyata sebelumnya Azlan pernah kuliah bisnis sebelum menekuni dunia Tata rias.
"Awal awal kamu pasti nyangka Abang banci ya ?"
Sambung Azlan membuat Julaika terkekeh kecil.
Ujar Julaika panjang, ia berbicara sambil berpikir.
"hm, apa Kamu menyesal karena telah menikah dengan ku ?"
tanya Azlan menatapnya kedalaman netra Julaika yang indah dengan bulu mata nya yang lentik.
"Tidak, aku meyakini bahwa semua sudah menjadi rencana tuhan, aku tidak tahu tapi aku berharap kalau kita akan sejalan !"
Jawab Julaika mengulum senyum.
Azlan menggenggam tangan Julaika lalu mencium nya perlahan.
"Semoga aku bisa menjadi imam mu yang baik, kalau aku ada salah atau tidak paham. kamu harus bicara, jangan diam ! yakinlah kalau Tuhan tidak pernah salah merencanakan sesuatu untuk hambanya."
Julaika mengangguk lalu bersandar pada pundak Azlan saat pria itu merengkuh bahu nya.
Satu jam berlalu
Yusuf menepikan mobilnya di depan rumah Ratna, Rumah dengan pagar tinggi dan memiliki dua lantai tersebut nampak megah dengan bangunan nya yang mewah dan elegan.
Rumah itu memang milik mantan suaminya, ia pergi tanpa mengurus harta Gono gini dan menyerahkan rumah tersebut pada mereka bertiga.
__ADS_1
Azlan mengajak Julaika memasuki rumah tersebut, Julaika merasa gugup dengan jantung nya yang berdegup kencang.
Rumah tersebut selain mewah juga tampak asri dengan beberapa tanaman yang tumbuh di sekitar rumah itu.
"Ayo masuk...!"
Ajak Azlan mendorong pintu sembari menggenggam tangan Julaika.
"Assalamualaikum, Bu !"
Azlan mengucapkan salam sebelum menghampiri wanita yang tengah memainkan ponselnya.
"walaikumsalam.....!"
jawab Ratna memindai Azlan dan seorang perempuan yang berdiri di samping putranya itu.
"Ini Julaika Bu...!"
Azlan mengenalkan Julaika pada Ratna, Istri nya itu langsung mengulas senyum kemudian membungkuk meraih tangan Ratna, Namun Julaika tertegun saat Ratna menarik tangan nya menolak Julaika yang hendak mencium tangan nya.
"Azlan apa kamu tahu kalau kamu sudah membuat kita heboh dengan pernikahan itu, mengapa bisa terjadi ? pernikahan macam apa ?"
Deg....
Julaika terpaku membaca aura tidak menyenangkan dari Sang mertua, seperti nya ia tidak menerima keadaan mereka saat ini.
"Azlan kan sudah jelaskan !"
Azlan menarik tangan Julaika untuk duduk di samping nya.
"Ya, tapi tetap saja. publik yang mengenal kamu banyak yang tidak percaya, beberapa kali kerabat bertanya tentang kamu dan dia ?"
tunjuk Ratna pada Julaika.
"kalau calon suami mu bermasalah, lantas mengapa tidak di batalkan saja pernikahan nya? Kamu malah seret azlan ke depan penghulu demi melindungi nama baik, rela mengorbankan orang lain atas kejadian itu !"
Julaika semakin tertegun, Kekhawatiran itu benar benar terjadi, Sang ibu tidak terima begitu saja kejadian itu.
"kamu juga kenapa tidak menolak ?"
tanya Ratna lagi.
"sudah Bu, jangan seperti ini pada kami, anggap saja semua yang terjadi karena kita memang berjodoh !"
jawab Azlan tak enak hati pada istri nya.
"jodoh itu bagaimana kita, kamu belum kenal siapa dia! seharusnya tidak perlu ikut campur dengan permasalahan mereka !"
Julaika semakin menekuk, apa yang di sampaikan oleh Ratna mungkin benar, atau memang benar.
mengapa tidak di batalkan saja ? pernikahan bukan untuk ajang coba coba.
__ADS_1
bersambung...
terimakasih atas kunjungan nya, terimakasih juga yang udah like and komentar 😍😍😒