My Wife Introvert

My Wife Introvert
stok sabar segudang.


__ADS_3

Azlan menatap ponselnya sendiri, melihat Istri nya berpose cantik di sebuah Peternakan sapi dengan pemandangan alam hijau yang begitu indah.


"Sesungguhnya Allah lah Sebaik baiknya pemilik rencana, Aku pasrah kan saja Pada Nya !"


Hastag Julaika membuat Azlan tertegun, terselip video memutar keseluruhan tempat itu, dimana memang ada team yang tengah melakukan syuting.


Azlan tidak tahu apa yang terjadi di rumah, berharap sang ibu tidak membuat ulah.


Dulu saat bersama sang Ayah, kedua nya selalu bertengkar karena Ratna tidak pernah mau kalah, Ia melakukan apa yang menjadi keinginan nya, Sang ayah cukup hebat dan sabar Karena bertahan selama dua puluh tahun, Meskipun akhirnya mereka berpisah.


"Kenapa kamu mendukung Azlan menekuni dunia Tata rias, dia itu laki-laki. aku punya Perusahaan besar kalau bukan Kevin dan Azlan siapa yang akan menerus kan ?"


Perdebatan kala itu masih Azlan ingat.


"biarkan saja, Ada Kevin. nanti juga Azlan beralih ke perusahaan kalau keadaan mendesak, dia kan juga kuliah bisnis seperti keinginan kamu, dan untuk sekarang biarkan Azlan dengan keinginan nya sendiri, jangan memaksa kan kehendak !"


"aku mengarah kan bukan memaksakan kehendak, ada Rara yang akan melanjutkan cita-cita mu menjadi perias kondang, bukan Azlan !"


Masih banyak lagi perdebatan di antara mereka hingga akhir nya kedua nya berakhir di sidang pengadilan dan bercerai dengan damai.


Sampai saat ini Ratna atau pun Fadli tidak menikah lagi setelah sekian lama sendiri, tujuh tahun lamanya kedua nya memilih untuk fokus dengan karir dan pekerjaan masing masing.


"Hai....!"


Viona senyum merangkul pundak Azlan, Ia menautkan kedua alisnya lalu melepaskan rangkulan Viona.


"lan, sebentar lagi Ibu kamu ulang tahun, gimana kalau kita bikin kejutan !"


Sahut viona senyum, tak perduli dengan sikap Azlan, Ia akan tetap gencar mendekati pria itu sampai tiba waktu Ia menghancurkan hubungan Azlan dan Julaika.


"belum kepikiran, nanti aku pikirin dulu !


aku balik ke dalam ya !"


Viona mengangguk sambil mengulas senyum.


Viona membiarkan Azlan pergi, teringat pria yang semalam bersama dengan nya di ranjang, Dia sangat mirip dengan Azlan ! apa mungkin dia kakak nya Azlan yang di Jerman ? tapi dia kok ada di Indonesia ?


Viona termenung dengan beberapa pertanyaan di benak nya, mereka berdua bertemu di club' dan sama sama mabuk.


"jangan sampai gue hamil ?"


Gumam Viona.


"tapi.....!"


Viona tersenyum licik, kalau ia hamil itu lebih baik lagi, hal itu akan memudahkan nya merusak hubungan mereka. Viona yakin Julaika bakal nangis kejer kalau dia datang dan bilang hamil anak Azlan. Viona tertawa sendiri dengan rencana busuk nya, Leka menghampiri dan merasa heran dengan rekan kerja nya itu.


"Nek, Lo gila ketawa sendiri ?"


"ya, gue emang gila !"


jawab viona lalu masuk sambil terkekeh sendiri.


"Dadar emang kesambet kuntilanak kayanya !"


Seru Leka lalu melangkah pergi dari ruang istirahat itu.

__ADS_1


*


Malam....


Lulu menghampiri Julaika yang tengah memakan buah Apel, ia meletakkan jas hitam yang sudah terbungkus rapi macam laundry.


"Udah siap non..."


ujar Lulu membuat Julaika berhenti mengunyah.


Ratna dan Rara sudah pulang tadi sore, suasana rumah kembali tenang dan tentram tanpa nyonya besar yang kerja nya cuma marahin pembantu.


"makasih ya lu,, jangan comel sama pak Azlan ya...."


"siap Non, teman cowok ?"


Tanya Lulu sambil nyengir.


"ya, makan nih lu...!"


Julaika menyodorkan buah buahan yang berada di meja makan.


"Rumah tadi kayak ada gempa, sana sini berguncang. ya ampun non punya mertua kek gitu harus punya stok sabar segudang !"


Ujar Lulu menoleh saat Asih menghampiri.


"Lu, kamu enggak sopan !"


Seru Asih membuat Lulu ciut seketika.


"enggak apa-apa bi asih, Lulu emang bener kok...!"


Setelah itu Julaika pamit pada kedua nya, Ia melangkah ke kamar dengan membawa jas hitam milik Amar.


Gegas Julaika memasukkan nya ke dalam tas agar tak terlihat oleh Azlan nanti, bisa berabe dan runyam nanti nya.


Julaika merebahkan tubuh nya di ranjang kemudian terlelap.


*


Azlan pulang pukul dua pagi, masuk ke dalam kamar dan melihat Julaika sudah terlelap. gegas Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Sebelum nya Viona dan yang lain nya mengajak Azlan nongkrong di club' namun Azlan menolak dan lebih memilih untuk pulang menemani istri nya tidur.


"Sayang..."


Ucap Azlan lirih mencium pipi Julaika berulang kali, Julaika membuka mata nya dan melihat Azlan tengah tersenyum pada nya.


"udah pulang ?"


Azlan mengangguk lalu kembali memeluk Julaika yang kembali menguap.


"Ayo tidur lagi...!"


Julaika menganggukkan kepalanya lalu mendekap tubuh Azlan yang polos dan terasa hangat.


Adzan subuh berkumandang, ke-dua nya bangun dan menunaikan shalat subuh berjamaah, Azlan kembali naik ke ranjang.


"Mau sarapan apa bang ?"

__ADS_1


"kamu dek....!"


Jawab Azlan membuat Julaika tertegun dengan wajah memerah, kemudian tersenyum membiarkan Azlan meraih tubuh nya.


**


dua jam berlalu...


Azlan memarkirkan mobil baru tersebut di depan rumah, Julaika senyum memindai hadiah dari suami nya itu.


"Berangkat sekarang boleh....?"


tanya Julaika mengamati wajah Azlan yang masih mengantuk namun tetap menggubris nya.


"Ya sayang, kamu hati hati ya! Abang mau tidur lagi, kalau ada apa apa langsung telpon Abang kalau enggak pak Soleh !"


Julaika mengangguk lalu mencium tangan suami nya itu. Azlan memangku wajah Julaika lalu mengecup seluruh wajah nya.


"Baik baik di kantor, jangan biarkan pria lain mendekati mu !"


Julaika langsung tersenyum kaku lalu melangkah masuk ke dalam mobil.


"bismillahirrahmanirrahim...!"


Ucap Julaika lalu melajukan mobilnya.


Sebenarnya Ia juga bisa mendapatkan pasilitas seperti itu dari sang ayah. namun Julaika menolak dan berpikir untuk berusaha sendiri ketimbang banyak meminta pada mereka yang jasa nya sudah tidak terhitung sejak Ia masih kecil.


Setengah jam berlalu, mobil masuk ke dalam basman kantor.


Julaika memarkirkan nya perlahan dan tiba tiba saja, ia terhenyak saat merasa mobil nya menabrak sesuatu.


Azis terkesiap saat tiba tiba sebuah mobil Mundur dan menabrak mobil milik Amar.


"siapa sih zis, parkir kok enggak lihat lihat dulu !"


ujar Amar keluar dari mobil membanting pintu dengan keras, Julaika yang hendak keluar langsung terperanjat.


"Hai......!"


Seru Amar langsung terdiam saat melihat Julaika keluar dari dalam mobil itu.


"kamu, Jul...!"


Julaika mengangguk.


"Maaf pak Amar, saya tidak sengaja menabrak mobil Anda !"


Julaika menoleh ke arah Azis yang langsung melengos membiarkan mereka berdua dengan urusan nya.


"kamu baru bisa bawa mobil ?"


Tanya Amar memindai mobile tersebut.


"enggak, udah bisa tapi tadi tuh.....!"


Julaika tertegun saat Amar melenggang pergi begitu saja meninggalkan nya sendiri.

__ADS_1


"His, dasar aneh !"


bersambung.....


__ADS_2