My Wife Introvert

My Wife Introvert
mungkinkah dia hamil?


__ADS_3

Julaika memilih milih Novel bergenre Islami, sementara Rena dunia fantasi, teman nya itu memang banyak berkhayal.


"jadi Azlan udah berangkat ke Depok ?"


Tanya Rena duduk di samping Julaika.


"Udah, Aku lebih memilih di rumah atau seperti ini, tidak melelahkan karena aku tidak melakukan apapun, tapi yang menjadi masalah adalah melihat pengantin lain berbahagia sementara aku gagal....!"


"bukan nya lebih baik gagal Jul, Rasyid bukan pria yang baik !"


"ya, memang tapi ekspektasi ku terlalu tinggi. Rasyid baik dan bisa menjadi suami yang bertanggung jawab...!"


Jawab Julaika mulai membuka novel tersebut.


"terus nanti kamu enggak mau datang kalau aku nikah ?"


tanya Rena bertanya sangat dekat.


"datang lah, tenang aja !"


Julaika mengulas senyum lalu mendongak saat seseorang duduk di hadapannya.


"Pak Amar ?"


Tanya Rena terkesima melihat Kedua pria berada di hadapannya, Azis terlihat cuek pada nya.


"Jul, coba kamu baca halaman ini. apa hanya aku yang merasa kalau percakapan mereka lucu...!"


Julaika tertegun sejenak lalu menghela nafas panjang.


"Pria ini benar benar !"


Gumam Julaika mulai geram.


"kenapa Anda ada di sini ?!"


Julaika mengalihkan pembicaraan dan Amar terlihat santai santai aja.


"kau lupa Jul, bukan kah kita janji bertemu di sini ?"


Julaika langsung menganga mendengar apa yang Amar sampaikan, Rena pun ikut tertegun.


Amar langsung mengulas senyum lalu terkekeh melihat ekspresi wajah Julaika tampak kesal.


"Aku bercanda, ini kan bukan rumah mu tapi tempat umum, siapa pun boleh datang termasuk aku !"


Jawab Amar Tanpa beban lalu mengambil buku milik Julaika.


"his, kemari kan !"


cakap Julaika lirih karena ditempat itu tidak boleh Ramai.


"pak Amar...!"


Amar terkekeh geli melihat Julaika tidak sabar dan hendak merebut buku tersebut dari nya, Azis dan Rena terpaku melihat interaksi kedua nya, Rena tidak tahu kalau mereka ternyata begitu dekat.


Julaika mulai kesal dan memukul meja pelan, Amar tersenyum lalu memberikan buku tersebut.


"jangan marah nanti cepat tua !"

__ADS_1


"biarin....!"


Sergah Julaika sambil cemberut, Amar beranjak dari duduknya lalu pergi namun kembali dan hanya untuk mengacak Kerudung milik Julaika.


"his, nyebelin banget...!"


Julaika beranjak hendak memukul Amar, namun cepat pria itu berlari.


"Awas ya kamu...!"


Ancam Julaika kembali duduk dengan kesal, Rena termenung sering sekali melihat Julaika merapikan kerudung nya, apa Pak Amar sudah terbiasa bercanda seperti itu dengan Julaika.


"kalian sedekat itu ?"


Tanya Rena memindai wajah Julaika langsung terpaku.


Hal itu memang benar, di kantor juga Amar selalu menjahili nya, Julaika juga tidak tahu kenapa pria itu selalu saja mencandai nya.


"jangan jangan pak Amar suka sama kamu ?!"


Sergah Rena menilik wajah Julaika.


"enggak lah, dia kan tahu aku udah nikah !"


"hm, masa sih Jul. apa sebelumnya kalian pernah kenal, Pak amar langsung Akrab sama kamu !"


Julaika menoleh pada Rena yang tampak penasaran.


"Sebenarnya.....!"


Julaika menceritakan kisah awal mereka kenal bukan di kantor, tapi sebelum nya kedua nya memang pernah di jodohkan.


"jadi seperti itu Jul, pantas saja...!"


Rena mengangguk paham.


Seseorang jauh dari mereka mendengar semua percakapan Julaika lalu beranjak dengan semua yang Ia kantongi, kedekatan Julaika dengan Amar memang mencurigakan.


***


Viona memijat keningnya yang terasa pusing, beberapa waktu ini ia juga merasa mual dan muntah, Sudah dua Minggu ini ia terlambat datang bulan, mungkinkah dia hamil?


Viona memindai Azlan yang tengah merias wajah pengantin, pria itu tampak serius tak sedikitpun menoleh ke arah lain.


Viona berpikir untuk segera mengecek apakah Ia hamil atau tidak, Kalau terbukti benar Ia Harus segera melancarkan rencana nya, Viona yakin kalau Ratna akan mendukung nya jika Ia mengatakan kalau Ia hamil anak Azlan, Ratna pasti langsung menyuruh Azlan menikahi nya.


"Lan, istri kamu kok enggak pernah ikut lagi sih ?"


Tanya Viona mendekati Azlan yang tengah membereskan barang-barangnya.


"Ada di rumah, Kenapa ?"


Azlan bersikap acuh lalu beranjak dari duduknya membiarkan Rara melanjutkan pekerjaan nya.


"Lan, aku mau bicara sama kamu !"


Azlan memindai wajah Viona tampak pucat dan Tak lama kemudian Viona tak sadarkan diri.


"Viona....!"

__ADS_1


semua orang riuh menghampiri lalu mengangkat tubuh viona, Azlan juga ikut membantu.


"kak viona sakit ?"


Tanya Rara mengikuti dari belakang, Azlan dan yang lain nya merebahkan tubuh Viona pada ranjang yang disediakan oleh pihak pemilik acara.


Azlan tertegun saat Viona mengalungkan tangannya pada leher Azlan.


"Aku pusing banget lan...!"


Azlan melepaskan tangan Viona dari Leher nya.


"sebentar lagi dokter datang, kamu sabar saja !"


Viona mengangguk dengan manja, tersenyum manis karena Ia memiliki lagi bukti kedekatan mereka berdua, Viona sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Julaika dan membeberkan semua nya.


Ia juga memiliki partner untuk merusak hubungan Azlan dan Julaika, ternyata Bukan hanya ia yang tidak menyukai Julaika tapi Helen sepupu Viona.


**


Sore itu Julaika kembali ke rumah dan seperti biasa ada Ratna di dalam, Ia tengah menghadap laptop nya. terlihat para pembantu serius bekerja.


"Assalamualaikum...."


Julaika mengucapkan salam lalu meraih tangan Ratna.


"duduk...!"


perintah Ratna membuat Julaika terpaku.


"Kamu belum hamil ?!"


Tiba tiba saja Ratna melontarkan pertanyaan itu pada Julaika.


"belum Bu, hm... mungkin nanti !"


"hm, dulu saya dengan suami langsung hamil tidak menunggu waktu lama, Saya yakin kalau Azlan tidak bermasalah !"


"Apa maksud Wanita itu ?" gumam Julaika dalam hati.


"Pernikahan kami baru beberapa bulan, kenapa Anda cenderung berpendapat saya bermasalah !"


jawab Julaika, selama ini ia selalu diam tapi untuk kali ini tidak.


"Ya memang seperti itu kan ?!


bagaimana kalau justru perempuan lain yang memberikan saya cucu ?"


Tanya Ratna membuat Julaikah mengernyit heran tidak mengerti.


"Terserah bagaimana ekspetasi anda saja !"


balas Julaika lalu pergi meninggalkan Ratna sendiri, Ia sudah berusaha hormat dan menghargai tapi Ia tidak pernah di hargai.


Siang tadi Viona menghubungi Ratna dan menceritakan hal itu pada nya, Awalnya Ratna tidak percaya tapi saat Viona mengirimkan Poto tersebut barulah Viona percaya, Ia sendiri tidak keberatan jika Azlan hendak menikah lagi, Itu lebih baik karena Ratna tidak pernah menyukai Julaika, apa lagi sekarang Viona sedang hamil meskipun belum di cek, tapi tanda tanda nya sudah kuat.


Julaika duduk di ranjang mencerna ucapan Ratna, apa sih maksud perempuan itu ? datang hanya untuk membuat suasana keruh, dan lagi sejak pagi Azlan belum menghubungi nya, tak biasa nya Azlan seperti itu, apa dia begitu sibuk hingga tak ada waktu untuk sekedar menanyakan apakah ia sudah makan atau belum ?


Julaika merebahkan tubuhnya di ranjang, lelah dengan semua permasalahan ini, rasanya ingin pulang ke kampung halaman nya di Palembang.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2