My Wife Introvert

My Wife Introvert
saling mengenal.


__ADS_3

Julaika termenung sendiri, Matahari sudah mulai tinggi dan ia masih berdiam diri di kamar hotel, teringat percakapan nya dengan sang ibu tadi pagi.


"Jul, ibu khawatir sekali sama kamu ! seharusnya Ibu tidak mengizinkan mu pergi..."


hiks...


Terdengar Rida terisak Isak, Ia tidak tahu bagaimana Azlan. Ia memang tampak baik namun Rida khawatir jika Azlan tidak jauh berbeda dengan Rasyid yang juga terlihat baik dan tidak memiliki masalah apapun, tapi ternyata ?


"Julaika akan baik baik saja, ibu jangan cemas ! ibu harus memikirkan kesehatan ibu juga, Julaika mau ibu sehat lagi !"


kejadian ini membuat banyak masalah Baru, ibunya yang sakit, begitu juga dengan ibu Mala yang kini di rawat karena terkena serangan jantung.


Dan dirinya yang kini terikat dengan seseorang yang entah bagaimana sifat nya. Julaika sendiri tidak mengerti mengapa hidup nya berubah seperti ini ?


Puas Ia memandangi langit Jawa yang begitu indah, namun tertiup angin hingga Awan berubah mendung.


ceklek...


Terdengar seseorang membuka pintu kamar hotel, Azlan menyembul masuk ke dalam dan netra nya langsung bertemu dengan netra Milik Julaika. pria itu terlihat lelah namun wangi farpum perempuan menyeruak ke Indra penciuman nya.


"Jul, apa kau sudah makan siang ?"


tanya Azlan mulai melangkah mendekati perempuan cantik dengan dress-nya yang berwarna putih bercorak macam-macam bunga, Pasmina nya berwarna Salem. Julaika memang cantik, Azlan sendiri mengakui hal itu saat seseorang mengirim fotonya sebelum mereka bertemu sebagai Perias dan pengantin wanita. yang kemudian berubah menjadi sepasang suami istri.


"belum makan, aku belum lapar !"


Julaika menilik jam menunjukkan pukul setengah dua siang, selama itu ia duduk termenung meresapi jalan hidup nya.


"kenapa belum lapar, ini sudah siang ! aku akan pesan makanan untuk mu !"


Julaika tak menjawab.


"HM, sudah sholat ?"


Julaika menggeleng, patut lah hidup nya tak berjalan mulus, mungkin karena ia lalai pada tuhan nya.


"Ya sudah, sambil menunggu makanan kita sholat dulu, aku juga belum sempat.!"


Azlan menggulung lengan kemeja nya sampai siku lalu masuk ke dalam kamar mandi tanpa menutup pintu nya, terdengar Azlan langsung mengambil wudhu.


Tak lama ia keluar dengan wajah nya yang segar karena basah oleh air wudhu.


"gegas Jul, aku tunggu !"


Julaika langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Julaika melangkah mendekati Azlan sembari menggunakan mukena nya, pria itu berdiri sambil memainkan ponselnya.


"Sudah siap ?"


Azlan mengulas senyum melihat wajah cantik Julaika yang masih basah karena air wudhu, perempuan itu hanya mengangguk kecil saja.

__ADS_1


Julaika dan Azlan menunaikan shalat Dzuhur berjamaah, untuk pertama kalinya Azlan menjadi imam untuk istri nya itu.


Julaika senyum menatap punggung berkemeja putih yang berada di hadapannya tengah berdoa, tidak menyangka akan hal itu.


Julaika pikir Azlan tipe pria yang tidak perduli akan hal itu, tapi ternyata ia salah.


semoga tuhan memilih kan pria yang baik untuk nya, bukan hanya sekedar menjalani kehidupan rumah tangga semata tapi juga ia yang mampu membimbing nya dekat dengan sang Robb.


Julaika menunduk saat Azlan membalik kan tubuh nya menghadap Julaika yang tidak bergeming.


Namun tangan nya reflek meraih tangan Azlan lalu mencium nya sekilas.


"maaf ya aku baru kembali !"


ujar Azlan mengusap kepala Julaika yang langsung terpaku.


Julaika mendongak lalu menatap wajah Azlan dengan jarak begitu dekat.


Azlan mengulas senyum sambil menatap wajah Julaika tanpa ekspresi, keduanya sama sama bingung hendak apa.


*


sebelum nya Azlan bertemu dengan Sahabat lama nya di lokasi pengantin, ia mengetahui kabar tentang Azlan yang menikah kemarin, tentu berita di sosmed sangat cepat merebak hingga banyak yang membicarakan pernikahan dadakan nya itu.


"lan, ko Lo ada di sini ? bukan nya kemarin Lo nikah?"


Tanya Zidan merasa heran dengan sahabat lamanya itu.


Zidan mengangguk lalu menanyakan perihal pernikahan itu, Azlan yang percaya dengan Zidan bercerita tentang apa yang terjadi sebenarnya.


"wah kejatuhan durian, gue lihat istri Lo cantik lan !"


Tanggapan Zidan membuat Azlan terkekeh kecil.


"Enggak nyangka tapi seperti itu kalau sudah jodoh !"


sambung Zidan lalu mendengar kan Azlan yang bercerita tentang Julaika yang pemalu dan terkesan introvert.


"jadi istri Lo introvert?"


Azlan mengangguk, ia sendiri belum tahu karena mereka baru mengenal beberapa jam yang lalu.


"kalau soal pemalu, gue sendiri suka sama perempuan yang pemalu. Lo tahu rasa malu adalah mahkota bagi wanita...dan kalau soal introvert, Lo harus sabar. dekati pelan pelan dan buat dia nyaman, setelah itu gue yakin dia pasti akan membuka diri. maklum lah kalian nikah karena sebuah keterpaksaan, gue rasa itu bukan hal yang mudah juga buat istri Lo, apa lagi kalau dia cinta banget sama calon suaminya...!"


*


*


Apa yang Zidan lontar kan terngiang di telinga nya, netra Azlan masih memindai wajah Julaika.


"Setelah pulang dari sini, aku akan mengenal kan mu pada ibuku !"

__ADS_1


Ujar Azlan membuat Julaika tertegun, entah apa tanggapan beliau tentang diri nya yang merupakan calon istri orang yang tiba tiba menjadi menantu nya.


"Jul, kenapa diam ?"


tanya Azlan, ia tahu Julaika tengah berpikir sesuatu.


"aku tidak tahu apa Ibu mu mau menerima aku ? kita bersama karena sebuah keterpaksaan !"


"kata siapa terpaksa, aku ikhlas menjalani semua ini, kalau tidak mungkin aku sudah menceraikan mu ! jangan berpikir kalau aku terpaksa, asal kamu mau menerima aku. pekerjaan ku dan kita sama sama saling mengenal karena kita bersama dalam keadaan tidak saling mengenal satu sama lain !"


Julaika tertegun sejenak kemudian mengangguk.


Tok tok...


terdengar seseorang mengetuk pintu, Azlan langsung beranjak dari duduknya.


"biar aku yang menerima makanan itu !"


Julaika mengangguk lalu membuka mukena nya.


Julaika langsung menghampiri Azlan yang tengah bercakap dengan pelayan pria yang membawa makanan.


Pria itu langsung pamit saat Julaika menghampiri.


"Ayo Makan, lain kali jangan menunggu ku ! pekerjaan ku tidak menentu jadi tidak tepat kapan pulang nya !"


Julaika mengangguk dan mencoba membiasakan diri bersama pria itu, Azlan.


keduanya makan bersama, Julaika tidak bersuara ia fokus dengan makanan nya, sesekali Azlan meliriknya sekilas.


"kau mau ikut ke lokasi pekerjaan ku? ada Rara di sana ?!"


"HM, aku tidak tahu ! apa tidak akan mengangguk pekerjaan mu ?!"


"tidak Jul, mereka menanyakan mana istri ku ?!"


Julaika kembali tertegun.


"kamu enggak risih dengan pertanyaan mereka, semua pasti tahu dari sosmed !"


tukas Julaika merasa tidak enak hati.


"tidak Jul, aku sudah biasa dengan keadaan seperti itu...kau juga ya !"


*


**


***


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2