
Julaika menelungkup kan wajah nya pada guling sembari mendengarkan sholawat, Saat ini itulah yang membuat nya sedikit tenang.
Julaika lega karena Ia tidak tinggal bersama mertuanya, Ratna. Azlan membawa Julaika ke rumah nya, Ia memang memiliki rumah sendiri.
Awal bertemu dengan Ratna, Ia langsung menunjukkan ketidak sukaan nya pada Julaika, Itu semua karena pernikahan mereka yang tidak pernah terencana.
Ratna tetap tidak setuju dengan keputusan Azlan untuk terus melanjutkan pernikahan ini, bagi Ratna hal itu konyol.
Konyol ?
Julaika menyeka air matanya, Perjalanan memang tidak selalu mulus, terkadang apa yang kita mau jauh dari harapan dan keinginan.
Ada banyak tanjakan dan turunan yang harus di tempuh, jalanan berkelok penuh bebatuan terpaksa harus di lewati.
"Ya, Azlan paham maksud ibu, tapi Azlan benar benar ingin menjalani rumah tangga ini dengan Julaika, apapun alasannya kami menikah, pernikahan tetap sakral dan suci. Azlan sudah berjanji di hadapan Tuhan dan saat ini Julaika menjadi tanggung jawab Azlan. jadi aku mohon ibu paham, soal keluarga besar Azlan akan urus nanti..."
Itu adalah jawaban tegas dari Azlan, namun Ratna tidak menjawab, ia pergi begitu saja meninggalkan kedua nya.
Julaika pikir ia akan tinggal di rumah itu, tapi ternyata tidak dan itu cukup membuat nya tenang.
"kamu jangan khawatir, kita akan hadapi bersama..."
Kalimat yang menenangkan hati tapi juga membuat pilu, sadar akan keberadaan nya yang tidak di inginkan.
*
Azlan tengah menerima tamu di luar, Senja itu terlihat mendung. Julaika menatap Awan yang gelap bersemu merah dari jendela.
Rumah Azlan cukup besar, Ada kolam ikan yang cukup besar di samping rumah, di belakang ada sebuah gudang tempat menyimpan barang barang untuk keperluan WO nya.
pembantu saja heran melihat Azlan pulang membawa seorang istri apalagi ibunya, Namun mereka hanya berbisik di belakang tak seperti Ratna yang terang terangan mengungkapkan.
ceklek....
Julaika menoleh ke arah pintu yang terbuka, terlihat Azlan menyembul masuk dengan membawa beberapa berkas lalu menyimpan nya di meja.
"Sudah mandi ?"
Tanya Azlan menghampiri kemudian mengusap kepala Julaika, kali ini Julaika membiarkan rambut nya tergerai.
"Hm, sudah !"
jawab Julaika singkat, Azlan memindai wajah istrinya sedikit basah.
"kamu nangis hm?"
netra Julaika langsung mengarah pada Azlan yang kemudian memeluk nya.
"Aku tahu ini tidak mudah, tapi yakinlah kalau kita bisa melewatinya !"
Julaika melepaskan pelukan nya lalu memeluk guling sambil terisak, Azlan menggeleng kan kepala nya pelan.
mengapa Julaika memeluk guling ?
"Jul, sekarang ada aku jadi peluk aku, jangan buat aku cemburu dengan guling dalam dekapan mu !"
__ADS_1
sahut Azlan terkekeh kecil lalu merengkuh tubuh Julaika.
"jangan menangis ? apa yang membuat risau ! kita tidak tinggal bersama ibu, jadi kau tidak perlu mencemaskan apapun."
Sebelum nya Azlan memang berpikir untuk tidak tinggal bersama orang tua jika ia sudah menikah, lebih baik terpisah dan menjalani rumah tangga tanpa campur tangan orang tua.
Sikap Ratna memang seperti itu, ia sendiri sudah tidak aneh. hanya dengan Viona saja memang beliau akrab karena memang memiliki hobi yang sama, namun Azlan tak memiliki hati dengan Viona, Ia hanya sebatas rekan kerja saja.
"Apa yang aku khawatir kan benar benar terjadi, ibu mu tidak menerima keputusan mu, ibu mu bilang ini adalah pernikahan konyol !"
Azlan terkekeh dan malah menciumi pipi Julaika berulang kali hingga membuat Julaika risih.
"His, Abang nih...!"
"enggak apa apa kamu kan istri Abang, jadi tidak akan ada yang melarang !"
"sana mandi sudah adzan magrib !"
jawab Julaika cemberut membuat Azlan terkekeh kecil.
"tidak ada pernikahan konyol, biarkan mereka dengan pemikiran mereka sendiri, kita tidak perlu hiraukan. fokus saja dengan kita berdua !"
Pria itu kemudian beranjak dari duduknya lalu melangkah ke kamar mandi meninggalkan Julaika yang tidak bergeming.
Bagi Azlan, Julaika adalah hadiah dari Tuhan untuk melengkapi hidup nya, menyempurnakan agama nya, lalu bagian mana yang konyol ? anggap saja itu skenario tuhan.
"Jul, ambilkan handuk Abang !"
Julaika tertegun mendengar permintaan dari Azlan.
Julaika beranjak mengambil handuk lalu menghampiri pintu kamar mandi.
"bang, ini handuk nya !"
"Sini masuk !"
Titah Azlan membuat Julaika terperangah.
"Abang....!"
Teriak Julaika membuat Azlan terkekeh lalu membuka pintu namun dengan cepat Julaika menutup mata nya, hal itu semakin membuat Azlan terkekeh geli melihat tingkah Julaika.
"Abang !"
Seru Julaika saat tangan kekar itu merengkuh tubuh nya.
"kenapa sih histeris gitu, Abang udah pakai handuk juga !"
Sahut Azlan terkekeh lagi. teringat sikap Julaika saat pertama kali bertemu dengan nya, perempuan ini menolak untuk di dekati jika Rena tidak mengatakan kalau ia perias, Julaika tetap bersikap jutek pada nya, tapi beberapa jam kemudian perempuan itu kini berada dalam dekapan nya.
"bang, sebaiknya kamu bergegas pakai baju !"
Ujar Julaika melepaskan pelukan Azlan lalu menghampiri lemari mengambil pakaian untuk Azlan.
"terimakasih...!"
__ADS_1
setelah menikah pasti ada yang berbeda, ada yang menyediakan nya pakaian, dan menemani nya di kamar.
"mau makan di luar ?"
tanya Azlan Sembari memakai pakaian nya.
"hm, di rumah saja. bibi masak apa ?"
"Aku tidak tahu, Abang sholat dulu ya!"
Julaika mengangguk.
Julaika termenung mengingat percakapan nya dengan Alisa teman kantornya.
Ia bercerita tentang mertua nya tidak menyukai nya, hubungan nya dengan mertua tidak baik namun Alisa tidak menghiraukan.
"Gue sih enggak perduli gimana mertua gue, mau enggak suka atau apalah, yang terpenting itu anak nya !"
balada mertua vs menantu memang sering kali terjadi, Julaika tidak menyangka kalau ia bisa berada di fase itu, cemas sendiri.
Mengingat Mala yang begitu baik pada nya, Julaika tidak membayangkan hal itu karena Mala begitu baik pada nya.
Julaika tercenung saat Azlan tiba tiba mencium kepala nya.
"dari tadi ngelamun terus, kamu mikirin apa sih Jul...?"
tanya Azlan duduk di samping Julaika.
"Enggak kok bang ?!"
jawab Julaika, sebenarnya banyak yang ia pikirkan tapi ia simpan sendiri apalagi mengenai Mala dan Ratna, Julaika khawatir kalau Azlan berpikir ia membandingkan ibunya dengan ibu bang Rasyid.
Julaika kembali diam, entah bagaimana keadaan pria itu sekarang ?
***
Seseorang memberikan foto Julaika dan Azlan yang berada di Instagram pada Rasyid.
"sebenarnya Julaika cinta enggak sih sama Lo? kok dia mudah banget berpaling ?"
tanya Ari Teman Rasyid.
"Seharusnya dia batal kan pernikahan nya bukan malah meminta pria lain menggeser posisi Lo, Mereka malah langsung pergi honeymoon ke Gucci !"
Sambung Ari membuat Rasyid mengepal kan tangan nya.
"gimana kasus Lo Ras ? udah jangan mikirin Julaika, cewek kayak gitu enggak ada apa apa nya !"
tambah Alfa yang berada disamping Ari.
"udah di urus pengacara gue, demi tuhan gue sakit hati sama Julaika, semudah itu dia melupakan gue!"
Tukas Rasyid dengan geram, ingin segera keluar dari penjara.
bersambung..
__ADS_1