My Wife Introvert

My Wife Introvert
Dua garis merah.


__ADS_3

Rian, Rena dan juga kedua orang tua Julaika tersenyum bahagia saat Azlan mengunggah foto Julaika yang tengah memegang taspack dengan dua garis merah.


Satu hal lagi yang membahagiakan, Julaika benar benar hamil.


Keduanya begitu bahagia saat dua garis merah tercetak jelas pada alat kehamilan itu.


Julaika tak lagi mengeluh saat mual dan muntah menghampiri nya, ia nikmati semua itu karena memang bagian dari proses menjadi ibu hamil.


Siang ini Azlan kembali mengajak nya pergi jalan-jalan, mengunjungi tempat indah, Membeli bunga tulip seperti keinginan Julaika.


"lelah tidak !?"


Tanya Azlan mengajak Julaika duduk di kursi menghadap sungai dengan air yang jernih.


"Lelah tapi ini sangat menyenangkan !"


"ya, tapi jangan terlalu lelah kamu kan sedang hamil muda sayang ?!"


"Ya, Jul yakin baby kita kuat !"


Jawab Julaika mengulas senyum kemudian merengkuh tubuh Azlan.


"Terimakasih sudah membawa Jul ke tempat ini bang, Jul sangat senang !"


Sahut Julaika mendongak menatap wajah tampan suami nya.


Harapan nya terkabul, Tuhan memberikan anugerah terindah untuk rumah tangga mereka.


"ya, Nanti kita pergi berlibur lagi. kemungkinan nanti tambah personil ya, kita pergi ke Swiss !"


Julaika mengangguk.


bagi tipe orang seperti Julaika, Ia pasti senang dengan keadaan ini, tak terlalu ramai karena belum waktunya liburan meskipun ada beberapa turis asing.


Tenang, sejuk dan terasa damai dengan pemandangan alam yang sangat indah, bangun yang bergaya klasik modern.


*


Setelah puas berjalan jalan, Azlan mengajak Julaika berwisata kuliner, membeli oleh-oleh untuk mereka yang di rumah.


beberapa waktu yang lalu Rida langsung menelpon saat Azlan mengunggah foto kehamilan Julaika, Rida dan fardan begitu senang karena Julaika hamil.


Sore itu mereka sampai di hotel, Julaika langsung merebahkan tubuh nya di ranjang. kedua kaki nya terasa pegal-pegal.


"sini Abang pijat ..!"

__ADS_1


Azlan meraih kaki Julaika lalu memijat nya perlahan.


Julaika senyum memindai foto foto mereka di kota itu, Azlan langsung mengunggah nya di halaman Instagram miliknya.


"Bagus bang ?!"


ucap Julaika memperlihatkan foto nya yang tengah memegang bunga tulip, banyak pujian datang dari followers Azlan.


"Bagus, nanti kita pergi jalan jalan lagi ya!"


Julaika mengangguk lalu memeluk Azlan.


Azlan mengusap punggung istri nya itu, udara cukup dingin karena salju masih turun.


Azlan menatap wajah cantik Julaika yang memerah, mengecup kening nya lama lalu berpindah pada kedua mata nya.


"Abang mau Dengar dek, apa kamu juga mencintai Abang ?"


Julaika mengangguk.


"jangan hanya mengangguk tapi coba bicara...!"


Julaika menggeleng dengan wajah memerah menahan malu, Ia tidak berani mengutarakan isi hatinya pada Azlan.


"kenapa ?"


"Apa semua harus di utarakan !"


Azlan mengangguk namun Julaika tidak bersuara, membiarkan Azlan meraup bibir nya perlahan, menciumi nya berulang hingga ciuman itu semakin menuntut, Azlan terus memperdalam ciuman nya hingga nafas Julaika tersengal.


Azlan melepaskan pagutan nya saat merasa nafasnya mulai terengah, memindai wajah Julaika yang merona.


Malam dingin ini di lalui dengan hangat, kedua nya kembali menyatu di bawah selimut tebal.


****


Beberapa hari berlalu...


Hari ini terakhir mereka di Amsterdam, siang ini seperti biasa mereka akan pergi jalan-jalan keluar.


"oleh oleh nya sudah cukup untuk orang rumah !"


"sudah, Coba Abang cek lagi. Anak buahnya kan banyak !"


Azlan mengangguk lalu mengecek barang belanjaannya, cukup banyak karena Azlan hampir membelikan semua anak buahnya oleh oleh, dan oleh oleh paling berharga adalah kehidupan yang kini berada dalam rahim Istri nya.

__ADS_1


"sayang, seperti nya sudah cukup! hari ini kita pergi jalan jalan saja !"


Julaika mengangguk melangkah bersama Azlan ke Bekas Balai Kota, The Royal Palace berfungsi sebagai tempat tinggal Raja saat dia berada di kota. Pembangunannya adalah tugas yang monumental ketika dimulai pada tahun 1648 dan membutuhkan tenggelamnya 13.659 tumpukan untuk mendukung struktur raksasa.


Berdasarkan arsitektur Roma kuno, eksteriornya sangat klasik, sementara interiornya dibuat dengan indah, apartemennya dihiasi dengan banyak relief, ornamen, patung marmer, bersama dengan lukisan langit-langit karya Ferdinand *** dan Govert Flinck, murid-murid Rembrandt.


Setelah itu Azlan juga mengajak Julaika ke Hortus Botanicus Amsterdam, kebun raya kota, adalah salah satu yang tertua di dunia. Didirikan pada tahun 1638, itu dimulai sebagai kebun herbal sederhana untuk dokter dan apotek.


Saat ini, ia menampilkan tanaman dan pohon langka, bunga eksotis, dan rumah kaca besar yang mencakup berbagai zona tropis. Kurang dari lima menit berjalan kaki, Natura Artis Magistra, kebun binatang istimewa Amsterdam, menyoroti makhluk-makhluk dari seluruh dunia dalam suasana taman yang rindang yang dihiasi dengan bangunan bersejarah.


Puas berjalan jalan Azlan mengajak Julaika untuk makan siang di salah satu restoran di kota itu.


"HM, lain kali pergi jalan jalan keliling Indonesia ya bang !"


"boleh, makanya kalau di ajak pergi Wo ikut !"


Julaika manyun membuat Azlan terkekeh kecil.


"Ya, nanti kita pergi jalan jalan lagi...!"


Julaika senyum Saat Azlan mengusap kepala nya.


Buah dari kerja keras nya selama ini memang untuk membahagiakan istrinya, Azlan senang melihat raut ceria pada wajah istri nya, apalagi sekarang Julaika tengah hamil. apapun akan Azlan lakukan untuk kebahagiaan istri nya itu.


"besok kita kembali ke Jakarta ya ?!"


Julaika mengangguk.


"kita fokus sama kehamilan kamu, Abang akan luangkan waktu untuk kamu !"


"terima kasih bang!"


"ya sayang...!"


****


"Kekurangan terhadap pasangan, seharunya menjadi sesuatu yang membuat hubungan seharusnya saling melengkapi "


** Habibie.


*


**


***

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2