My Wife Introvert

My Wife Introvert
feeling istri itu kuat.


__ADS_3

Malam menjelang pagi, Azlan sampai di rumah pukul dua pagi bertepatan dengan Julaika yang baru keluar dari kamar mandi.


Julaika terkejut saat tiba tiba seseorang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Abang tuh bikin kaget !"


Serang Julaika, Azlan hanya mengulas senyum.


"kamu abis ngapain dek, Pantesan Abang lihat ranjang kosong !"


Tanya Azlan sembari membuka jas nya, Julaika tertegun mencium wangi parfum perempuan dan seperti bau alkohol juga.


"Bang kamu mabuk ?"


"enggak...!"


jawab Azlan langsung karena ia memang tidak mabuk.


"perempuan mana sih yang habis kamu peluk ?"


Tanya Julaika sembari melangkah ke ranjang, Azlan tertegun sejenak mengingat percakapan nya dengan Viona.


"Enggak kok, siapa yang peluk perempuan lain ? Abang kan udah punya kamu !"


Julaika menatap wajah Azlan bicara dengan kaku.


"Awas kalau kamu bohong !"


ancam Julaika cemberut, feeling nya mengatakan ada yang berbeda dengan bau pada jas suami nya.


Azlan hanya berusaha menenangkan viona, tidak lebih dari itu. gegas ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti semua pakaian nya.


Azlan naik ke ranjang dan mendekati Julaika yang sudah terlelap, gegas ia merengkuh tubuh Julaika lalu memeluk nya erat.


Benar jika ada yang mengatakan feeling seorang istri itu kuat, ia akan mencium sesuatu yang janggal pada suami nya.


Pagi...


Julaika turun ke bawah Setelah selesai menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah dengan Azlan, pria itu kembali tidur karena masih mengantuk.


Julaika membuat sarapan dan bekal untuk nya nanti di Bandung, Ia selalu malas untuk mencari makan di luar jika tengah bekerja.


Julaika kembali termenung mengingat semalam, tak biasa nya Azlan bau alkohol.


"Bi, Azlan pernah mabuk enggak sih ?"


tanya Julaika pada asih.


"seingat bibi enggak pernah non, meskipun kadang ada beberapa yang kerja suka minum, tapi enggak banyak non, katanya cuma buat ngilangin rasa kantuknya aja'!"


jawab asih yang sudah berpengalaman di rumah itu.


Julaika hanya mengangguk lalu melangkah naik ke atas untuk membangun kan Azlan.

__ADS_1


"bang, Sebentar lagi aku berangkat ! kamu mau aku bawakan sarapan ?"


Tanya Julaika merapikan pakaian milik suami nya.


"sayang,,,!"


seru Azlan lalu menarik tubuh Julaika hingga terhempas ke ranjang.


"Abang ?!"


Azlan memeluk tubuh nya sembari menciumi pipi nya berulang kali.


"jangan pergi, Abang butuh kamu Jul !"


Desis Azlan di telinga Julaika lalu beranjak mengungkung tubuh Julaika.


"bang, kamu...!"


Julaika terpaku saat Azlan mencium bibir nya, mencumbu nya perlahan hingga Azlan terus memperdalam ciuman nya.


"kata orang bercinta di pagi hari itu berpotensi akan kehamilan, maka mari kita bercinta !"


Ujar Azlan membuat Julaika melebar kan pupil nya, jika sudah seperti itu Julaika tidak bisa menolak atau menghindar di bawah himpitan Tubuh pria itu, tangan nya dengan lihai membuka semua kancing kemejanya, memberikan cumbuan hingga membuat Julaika tidak berdaya oleh nya.


*


Julaika bergegas memakai pakaian saat keluar dari kamar mandi, aktivitas yang tidak pernah Bisa ia tolak karena akan menjadi dosa, di kamar mandi pun cukup lama karena Azlan selalu meminta lebih dari sekedar mandi.


"Abang anterin deh kamu ke Bandung dek..."


"enggak usah, nanti Abang lelah. Jul pergi dengan pak Soleh saja "


Azlan duduk di tepi ranjang lalu menarik tubuh Julaika.


"berhenti lah bekerja agar kita memiliki waktu yang banyak untuk bersama "


pinta Azlan membuat Julaika tertegun.


"ya, nanti akan Julaika pikirkan bang, Jul Berangkat ya..."


Julaika mengulas senyum lalu mencium tangan Azlan, setelah Julaika pergi Azlan kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.


***


Amar berdiri sambil bersandar pada Mobil menunggu Julaika sampai di kantor, entah mengapa hari ini Julaika telat sampai satu jam dan hal itu menghambat pekerjaan nya.


"maaf pak,hm .. mobil nya mogok "


Julaika berbohong karena tidak tahu harus beralasan apa lagi ? tidak mungkin kan ia beralasan sehabis bercinta dengan suami nya.


"ya sudah Ayo cepat masuk !"


perintah Amar pada Julaika lalu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"saya pakai mobil sendiri saja !"


Sanggah Julaika membuat Amar tertegun.


"tidak Jul, kamu kan enggak tahu lokasi peternakan itu ? sudah jangan membantah cepat masuk karena Azis sudah pergi lebih dulu !"


Ujar Amar lalu menyuruh supir masuk.


Julaika tak bisa menolak karena itu adalah tuntutan pekerjaan, Ia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi yang sama dengan Amar, supir sendiri di depan kemudi.


Julaika merasa lelah dan mengantuk hingga ia tertidur begitu saja membiarkan Amar dengan laptop nya, Amar menoleh ke arah Julaika yang tertidur pulas bersandar pada Kursi mobil, wajah nya tampak lelah.


Ini kedua kalinya ia melihat Julaika terlelap, Amar memalingkan wajahnya ke arah lain agar ia tidak terus memandangi perempuan yang sudah menjadi istri orang.


ternyata apa yang terjadi begitu memilukan ?


Julaika menikah dengan seorang pria yang ternyata bukan calon suaminya ? tapi bagaimana bisa Julaika menikah dengan Pria yang menjadi perias pengantin nya ? demi nama baik keluarga semua terjadi tanpa rencana.


Amar termenung mengingat percakapan nya dengan sang Mama beberapa waktu lalu.


"Amar, Kapan kamu mau menikah ? sebentar lagi usia kamu hampir menginjak tiga puluh tahun ? perempuan seperti apa sih yang kamu cari ?"


Tentu nya Bukan seperti Julaika, Ia suka perempuan yang supel, Ceria dan juga smart !


Julaika juga smart tapi Ia pendiam, saat pertama bertemu juga Ia tidak mengakrabkan diri dengan nya, Namun saat ini justru perempuan ini lah yang tidak pernah hilang dari benak nya.


Seseorang yang dulu tidak ia inginkan justru berbalik arah, Namun keadaan tak memungkinkan karena Ia memilih yang lain.


Amar menoleh ke arah Julaika yang masih terlelap, Kenapa ia begitu mengantuk ?


Amar kembali membuka laptop nya agar berpaling dari Julaika.


*


Azlan tertegun saat Sholeh mengatakan bahwa Julaika pergi bersama Atasan nya tanpa memberikan alasan karena Mereka terlihat buru buru, Julaika memang kesiangan karena ulahnya, tapi tetap saja Azlan tidak suka Julaika satu mobil dengan atasan nya, memang nya tidak bisa kalau pakai mobil pribadi ? Azlan berpikir untuk membeli kan Julaika mobil baru.


"Bos....!"


seru Andi datang untuk menyiapkan barang barang-barang yang hendak di bawa ke Cianjur nanti.


"Beresin ya, jangan sampai ada yang terlewat ?"


"siap ?!"


Azlan menoleh pada seseorang yang masuk begitu saja ke rumah nya.


"Ngapain Lo Vin ?"


Kevin tersenyum memindai sekeliling rumah Azlan yang cukup luas dan besar.


"Gue sengaja ketemu Lo, gimana kabar Lo dan Rara ?"


Tanya Kevin, Abang yang tinggal bersama sang ayah.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2