
Amar tertegun memindai video Julaika yang tengah berada di peternakan bersama nya kala itu, Ia tidak tahu dari mana suaminya mengetahui Bahwa Ia menyukai istri nya, Apa dia tahu kalau ia lah yang mengirim bunga tulip tempo Hari.
Benar kah Ia harus melupakan Julaika?
Amar mengusap wajah nya sendiri lalu menghempaskan tubuhnya ke kursi, menggoyang nya ke arah jendela kaca perusahaan miliknya.
"Apa sebaik gue pergi ke London ?"
Tanya Amar dalam hati, di sana ada kedua kakak perempuan nya. mungkin lebih baik menghilang untuk melupakan sosok Julaika.
Gegas Amar menelpon Sang ayah untuk meminta liburan beberapa waktu, sang ayah awalnya heran karena Amar belum lama memegang perusahaan, tapi Ia seperti menemukan kendala.
"Ayah akan menemui mu Amar !"
ucap Wibowo lalu pergi meninggalkan rumah untuk menemui Amar.
**
Sore itu Reva dan Alisa mendatangi rumah Rian setelah mendapatkan informasi dari Rena kalau jualaika berada di rumah itu.
"Assalamualaikum...!"
Reva dan Alisa langsung menghampiri Julaika yang tengah menata tanaman bersama tukang kebun, Azlan juga sudah berangkat tadi. karena tidak ada kerjaan akhirnya Julaika membantu tukang kebun yang tengah menata tanaman.
"walaikumsalam......kok tahu aku di sini ?"
ketiga nya berpelukan.
"Ya, kita tahu dari kak Rena. kamu tuh ngilang gitu aja !"
Jawab Reva sambil cemberut.
"biasa lah...!"
Jawab Julaika lalu mengajak mereka masuk, Yulia tengah pergi ke butik, di rumah hanya ada baby sitter yang tengah mengasuh putra nya.
"Pak Amar titip ini Jul sama aku, aku kaget banget waktu pak amar bilang kamu berhenti !"
Ujar Reva dan di anggukkan oleh Alisa.
Julaika menanggapinya dengan tersenyum getir, Semua memang runyam entah siapa yang memberi tahu Azlan tentang kedekatan nya dengan Amar.
"Ya, aku ada sedikit masalah.....!"
Ujar Julaika menceritakan perihal Azlan yang marah karena Mengetahui kedekatan nya dengan Amar.
"seperti nya di kantor ada mata mata Jul, aku yakin pasti orang yang enggak suka sama kamu !"
Sahut Alisa berpendapat, mungkin kah Helen.
"eh tapi kamu sama pak Amar enggak ada affair kan ?"
Tanya Alisa yang tidak tahu menahu soal kedekatan mereka.
"Enggak lah, aku juga biasa aja. cuma mungkin karena dia sering bercandain aku aja, enggak lebih kok !"
"tapi pak Amar lebih deh kayanya...!"
Sahut Alisa terkekeh.
"Dasar kalian.... kita pergi makan yuk !"
__ADS_1
ajak Julaika pada kedua sahabat nya, mumpung Ia dapat pesangon.
"boleh, pasti mau traktir kita kan ?"
seru Reva bersemangat.
"Ya, aku traktir tapi aku minta izin bang Azlan dulu deh ?!"
Keduanya mengetahui kalau Azlan sudah berangkat kerja.
*
Azlan tertegun saat Julaika mengatakan bahwa ia hendak pergi bersama kedua sahabat nya, awal nya enggan memberi izin karena Azlan khawatir dengan keberadaan Rasyid yang masih belum tertangkap.
"ya sudah tapi di kawal body guard ya, Abang khawatir Tentang Rasyid....!"
jawab Azlan membuat Julaika tertegun sejenak mengingat pria itu masih buron.
"ya udah enggak apa-apa bang!"
"ya, nanti Abang kasih tahu mereka...!"
jawab Azlan lalu mematikan panggilan telepon nya.
Viona mendengar percakapan mereka Azlan dan Julaika, Ia pikir kedua nya akan berpisah tapi ternyata tidak. mereka terlihat baik-baik saja tanpa masalah.
kemarin Kevin menemuinya, Ia bilang akan menikahi nya Asal Ia mau ikut dengan nya ke Luar negeri tinggal bersama ayah nya, rasanya dilema karena Ia Harus meninggalkan pekerjaan yang begitu ia cintai, dan naas kenapa Ia justru berakhir dengan Kevin, pria Arogan yang senang main perempuan.
Apakah pernikahan nya akan berhasil sementara mereka tidak saling mencintai ?!
"aku dengar kak Kevin mau bertanggung jawab...!"
"ya, Minggu depan rencana nya ...!"
"bagus lah, Dia masih punya pemikiran ternyata, tak ingin di anggap mati oleh anak nya sendiri...!"
sahut Azlan lalu pergi meninggalkan Viona sendiri.
Ratna bercerita tentang percakapan mereka kala itu, baru saja ia hendak berbicara dengan Kevin mengenai hal itu, Ia malah mendengar kabar mereka akan menikah.
syukur lah kalau Kevin sadar akan tanggung jawab yang harus ia lakukan terhadap anak nya sendiri.
*
"kita pergi tapi di kawal sama Bodyguard ya, bang Azlan khawatir soal Rasyid..."
Ujar Julaika pada kedua sahabat nya.
"ya, Jul kita harus hati hati, aku juga cemas loh..."
jawab Alisa, lalu mereka masuk ke dalam mobil milik Julaika.
"ya, aku juga takut makanya untuk sementara waktu tinggal di rumah kak Rian dulu..."
Jawab Julaika melajukan mobilnya keluar dari rumah di ikuti satu mobil bodyguard.
"Jul, Azlan kasih hadiah mobil ini buat kamu..."
Tanya Alisa memindai sekeliling mobil itu.
"ya, ini hadiah dari bang Azlan...."
__ADS_1
jawab Julaika pada Alisa, kalau Reva sudah tahu karena pernah pergi bersama Julaika menggunakan mobil itu.
"baik banget Jul, jangan di sia sia kan...pak Amar juga oke tapi takdir memilih Azlan dengan kamu..."
Jawab Alisa membuat Julaika tersenyum getir, Julaika tidak menceritakan semua permasalahan mereka, cukup Rena dan Yulia yang mengetahui. entah sampai kapan Azlan menunda keinginan nya untuk memiliki anak.
Sahabat nya tidak usah tahu karena khawatir mereka ikut sedih karena hal itu.
Tak berapa lama mereka sampai di mall taman anggrek, Ketiga nya melangkah masuk menuju restoran yang biasa mereka datangi.
"kalian pesan makanan apa aja deh, nanti aku bayarin..."
Sahut Julaika membuat keduanya senang.
Dari jauh seseorang memperhatikan mereka dengan penampilan yang berbeda, dimana tidak akan ada yang mengenal karena ia menyamar menjadi pria tua bertubuh gendut.
Rasyid berharap ada celah untuk membawa Julaika pergi jauh dari Indonesia, ia sudah menghubungi teman yang siap membantu nya.
Rasyid duduk di kursi yang tidak jauh dari Julaika, Ia memindai wajah wanita itu tampak murung tak ceria seperti biasa nya, Padahal Julaika bersama kedua sahabatnya.
"Setelah makan kita pergi jalan-jalan ya Jul, cari apa gitu .."
"boleh...."
jawab Julaika singkat lalu kembali mengunyah makanan nya.
Setengah jam kemudian, keduanya pergi ke mushola yang berada di mall tersebut karena adzan magrib sudah berkumandang, Julaika Juga menyuruh Para bodyguard untuk beristirahat, seperti nya keadaan aman aman saja. pikir Julaika seperti itu.
Namun saat ia pergi ke toilet seseorang mengikuti dari belakang lalu mendekapnya.
"hm, kamu mau apa?"
Julaika tercengang saat melihat Rasyid membuka masker wajah nya, hendak berontak namun dengan cepat Rasyid mendekap mulut nya, seketika itu Julaika tak sadar kan diri.
Gegas Rasyid membawa Julaika pergi dari mall tersebut.
Alisa masuk ke dalam toilet karena cukup lama Julaika tak kembali, namun hanya ada tas Julaika yang tergeletak di bawah lantai.
"astaga Julaika..."
gegas Alisa menghampiri para bodyguard untuk mencari keberadaan Julaika.
***
**
*
*
*
bersambung...
Musim mudik, musim bikin kue mendekati Hari H.
cuma author yang masih termehek-mehek karena merinduπ€π€π€π
terimakasih sudah mampir dan masih setia.
love you so much pokok nya ππππͺ
__ADS_1