My Wife Introvert

My Wife Introvert
cemas dan khawatir.


__ADS_3

Azlan langsung meminta izin pulang saat mendengar kabar bahwa Rasyid berhasil menculik Julaika, Semua team kru ikut sok dan tidak menyangka akan kejadian itu.


Reva dan Alisa langsung memberi keterangan pada polisi terkait peristiwa penculikan itu, Kedua nya tidak menyangka karena mereka berpisah hanya Sepuluh menit saja, pintar nya Rasyid Ia tidak membawa tas Julaika, Agar mereka tidak bisa melacak keberadaan Julaika.


"Gimana kejadian nya sih? kan ada bodyguard..."


Tanya Azlan langsung saat tiba di mall tersebut.


"ya, kita juga enggak tahu....para bodyguard juga menjaga..."


Mereka menundukkan kepalanya karena Sadar tak bisa menjalankan tugas dengan baik.


"kamu tenang lan, polisi sudah mengecek cctv toilet..."


Azlan tertegun dengan nafas tersengal, khawatir kalau Rasyid melukai Julaika.


Rian langsung berbicara dengan polisi, Rara ikut menghampiri mereka.


"kak, gimana ?"


Azlan menggeleng kan kepala nya.


"ya tuhan Lindungi istri ku dimana saja dia berada !"


Gumam Azlan berdoa dalam hati.


Kepolisian berusaha mencari mereka, semua nya di kerahkan di berbagai pusat kota.


*


Hingga malam hari Julaika masih belum ada kabar, Azlan terlihat gusar dan tidak tenang. beberapa kali meminta bantuan teman nya untuk mencari keberadaan istri nya.


"kita kasih tahu ayah enggak kak ?"


tanya Rena, saat ini mereka sudah di rumah menunggu informasi dari polisi.


"ya, udah kasih tahu saja...!"


jawab Rian, ia juga tidak tenang.


"Kak, aku pergi cari Julaika ya, mungkin ada di jalan jalan, Ada anak buah Azlan ikut mencari !"


"ya, kamu harus sabar. kita di sini juga tengah berusaha....!"


Azlan mengangguk lesu.


Gegas ia pergi meninggalkan rumah dan pergi mencari Istri nya.


*


Adi memijat keningnya saat mendengar kabar bahwa Rasyid menculik Julaika, semua terekam jelas di kamera cctv.


"belum kelar masalah yang satu, anak itu bikin masalah lagi. Tidak kasihan pada ibunya yang masih terbaring lemah..."


Keluh Adi jengkel terhadap kelakuan Rasyid.

__ADS_1


"sabar Mas, semoga Rasyid tidak berbuat ceroboh... kasihan mbak Mala..."


Adi mengangguk sambil menunggu informasi dari Polisi terkait kasus tersebut.


Adi tak tahu mengapa Rasyid senang sekali membuat masalah, Jika sampai ia tertangkap nanti, Ia enggan membantu anak itu lagi.


semoga Ia mendekam lama di penjara, Kerja nya hanya membuat susah saja.


**


Azlan dan anak buahnya terus mencari menyisir jalanan kota hingga ke perbatasan, namun Ia tidak mendapatkan apa apa selain rasa resah yang kian merajam dada nya, Azlan benar benar cemas jika sesuatu terjadi pada Julaika.


"Sabar ya bos, kita kan sudah berusaha...!"


jawab Andi mengantar Azlan ke rumah Rian untuk beristirahat dulu karena semalam mereka tidak tidur mencari Julaika.


"Ya, terimakasih...aku istirahat dulu !"


Azlan turun dari mobil dengan gontai, azlan menghampiri Rian yang tengah berbicara dengan fardan mengenai Julaika.


"Azlan kamu sudah pulang ?"


Azlan mengangguk lesu menyandar kan tubuh nya pada Sofa, memijat keningnya yang terasa pusing karena Ia belum tidur sama sekali.


"Sabar lah Azlan, polisi juga tengah mencari !"


Azlan menghela nafas panjang, bagaimana ia bisa bersabar sementara Julaika dalam bahaya, mengingat seperti apa istri nya, apa bisa ia melawan Rasyid.


"Hah ...aku cemas kak, benar benar khawatir dengan Julaika. bagaimana kalau Rasyid berbuat jahat, pria itu gila...!"


"ya, bukan hanya kamu yang cemas. kita juga Azlan. tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita juga sedang berusaha... berdoa lah agar Julaika baik baik saja...!"


**


Reva dan Alisa berjalan gontai menuju kantor, keduanya juga cemas dengan keadaan sahabat nya itu.


Keduanya tertegun saat melihat pak Wibowo bersama Azis, kemana pak Amar?


Kemarin sore Amar terbang ke London untuk berlibur, sejenak menjauh dari permasalahan hati nya.


Wibowo Awal nya tidak paham dengan Putranya itu, namun Saat Azis bercerita baru lah Wibowo mengerti, meskipun ia tidak bisa berbuat banyak karena Dulu ia sendiri yang menolak perjodohan itu, sedang sekarang Julaika sudah menikah.


Mana bisa ia menginginkan wanita yang sudah menikah?


seperti nya Wibowo harus segera menjodohkan Amar dengan anak kolega bisnis nya, Agar Amar melupakan putri Fardan.


Untuk sementara waktu Wibowo lah yang memimpin perusahaan, Reva mengangguk saat mendengar kabar tersebut dari Azis.


"Hm, kasihan pak Amar..."


ujar Reva mengingat sikapnya pada Julaika terakhir mereka bertemu.


"ya, mau bagaimana lagi. teman kita kan sudah menikah, Azlan juga baik...."


Jawab Alisa, keduanya termenung mengingat Julaika yang entah dimana.

__ADS_1


"Aku harap Julaika baik baik saja, aku cemas banget...!"


Ujar Reva mengingat seperti apa Rasyid.


"Aku juga Va, semoga Julaika baik baik saja !"


**


Azlan memejamkan mata nya sebentar melepas penat dan Rasa ngantuk yang menguasai, netra nya tertuju pada beberapa paper bag milik Julaika.


Reva bilang itu milik Julaika, entah apa yang di beli istri nya itu.


Azlan beranjak dari ranjang lalu meraih beberapa paper bag tersebut, Ia membuka isi dalam paper bag itu. beberapa dress cantik dengan pasmina.


Satu lagi, Azlan tertegun melihat dua lingerie seksi berwarna putih dan merah menyala.


Azlan tersenyum kecil melihat pakaian seksi itu, Julaika memang tidak memiliki nya, entah siapa yang menyarankan membeli pakaian itu, selama ini ia hanya memiliki piyama tidur panjang.


kemarin setelah makan, ketiga nya pergi berbelanja. Alisa menarik Julaika ke butik khusus pakaian dalam dan lingerie seksi.


Julaika menolak membeli pakaian kurang bahan itu, namun Alisa dan Reva kekeh menyarankan agar Julaika memiliki pakaian bidadari itu.


"Udah pokoknya beli, enggak apa apa Jul. pakai nya di kamar saja. biar Azlan betah..."


"hah.. enggak pakai pakaian seperti itu juga betah...."


"tapi beda Jul.... ayolah, aku pilih kan.."


Reva malah terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Julaika tampak geli.


"kau tahu Jul, lingerie Ku malah satu lemari, setiap malam ganti model, kadang aku juga online, di Instagram juga ada. bagus bagus..."


oceh Alisa membuat Julaika geleng kepala.


Akhirnya Julaika menyerah dan membeli dua lingerie seksi untuk suami nya.


*


*


Azlan termenung memikirkan keberadaan Julaika, Ia benar benar tidak tenang.


"Jul, kamu dimana sayang?


seharusnya Abang enggak kasih izin kamu pergi keluar !"


Gumam Azlan mengusap wajah nya.


Fardan dan Rida langsung terbang ke Jakarta saat mendengar kabar tersebut dari Rena dan Rian, ia juga meminta bantuan kolega bisnis nya untuk mencari keberadaan putri nya itu, Fardan tidak menyangka kalau Rasyid nekad, Ia sendiri khawatir kalau Rasyid berbuat gila mengingat kasus nya yang cukup mengkhawatirkan.


Julaika dalam bahaya jika bersama Rasyid.


"ya Tuhan lindungilah Julaika...!"


Gumam Rida menatap langit yang biru, berharap semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


bersambung......


terima kasih sudah mampir 😍🤭


__ADS_2