
Rasyid termenung mengingat kebersamaan nya dengan Julaika, Ia merasa tercampakan melihat kebersamaan Julaika dengan Azlan.
perias pengantin itu menggantikan posisinya di depan penghulu.
"kamu mau hidup dengan Abang jul?"
Tanya Rasyid kala itu, Julaika mengangguk sambil mengulas senyum.
Rasyid terpikat pada sosok Julaika yang pendiam, tidak centil seperti kebanyakan perempuan yang mendekati nya, bicara nya sedikit namun tegas.
Rasyid yakin Julaika akan menjadi istri yang baik dan penurut, hubungan nya dengan sang ibu juga baik. Mala sangat menyukai Julaika yang santun dan ramah dengan penampilan nya yang rapih dan tertutup.
Rasyidin tak menyangka kalau wanita yang ia idamkan sejak lama malah menjadi istri orang, Ia pikir Julaika akan menunda pernikahan mereka hingga masalah ini usai tapi ternyata tidak.
Ia malah mencari pengganti nya di hari bahagia itu, Rasyid merasa tidak rela Julaika bersama pria lain setelah ia bersusah payah meyakinkan Julaika melangkah ke jenjang pernikahan.
Rasyid merasa sesak membayangkan Pria itu mendekap calon istri nya, hal itu semakin membuat Rasyid ingin segera Keluar dari penjara.
Ia tidak akan begitu saja membiarkan kedua nya bersama setelah apa yang menimpa nya.
"Julaika...."
Jerit Rasyid dalam hati semakin membuat nyeri.
"Aku akan segera bebas, lihat saja Jul. aku tidak akan membiarkan mu begitu saja, kau harus tetap menjadi milik ku !"
Tukas Rasyid dengan menggebu.
***
Pagi-pagi sekali Julaika bangun meski ia absen sholat, Julaika paling senang memandangi langit subuh, sejuk dengan warna jingga yang merona layaknya senja, walau berbeda karena Mentari kali ini mengawali hari, sementara senja menjadi batas antara siang dan malam yang mulai menjelang.
"bang, sudah pagi. ayo sholat subuh dulu..."
Azlan membuka mata nya dan memperhatikan Julaika yang bolak balik membereskan kamar mereka yang sedikit berantakan.
Beberapa buku berserakan di bawah bekas mereka semalam, Julaika menemani nya membuat Design pelaminan yang baru sambil membaca buku hingga tertidur di samping nya.
Azlan memperhatikan Julaika yang berjalan kesana kemari dengan celana tidur nya berbahan satin membuat lekuk tubuh nya terekspos.
"hm.....!"
Desah Azlan membuat Julaika menoleh.
"kenapa bang, ayo nanti keburu siang ?!"
Azlan melangkah mendekati Julaika lalu memeluk nya dari belakang, menciumi rambut Julaika yang terasa lembut dan wangi.
Julaika terpaku mendapat perlakuan itu, bulu kuduk nya langsung meremang.
"besok aku mau pergi ke Bogor, aku ada job di sana. kamu ikut ya ?!"
__ADS_1
Seru Azlan masih memeluk Julaika.
"HM, Jul di rumah saja ya bang !"
"kenapa ?"
Tanya Azlan memindai wajah Julaika.
"hm, tidak tapi Jul lebih senang di rumah !"
Julaikah pikir Lebih baik di rumah dari pada ikut dengan Azlan, Suami nya itu jadi tidak bebas karena ada dia, Julaika juga tidak suka melihat Azlan merias wajah wanita, ia pikir lebih baik tidak melihat nya, mencoba untuk memahami pekerjaan suami nya itu.
"nanti sekalian kita liburan, setelah weekend ini kamu kembali ke kantor ?"
sergah Azlan ingin Julaika ikut agar ia memiliki alasan menjauh dari Viona.
"tapi bang, aku di rumah saja !"
Azlan tidak menjawab, ia melangkah ke kamar mandi.
Julaikah beranjak ke lemari untuk menyiapkan pakaian Azlan, ia memindai pakaian Azlan yang cukup banyak. namun Julaika memilih kan nya kaos berwarna hitam dengan kain lembut dan kain sarung sebagai bawahan nya.
Azlan keluar dari kamar mandi dengan jubah handuk nya, Julaika menyimpan pakaian tersebut di ranjang yang sudah ia rapikan.
"aku ke bawah ya bang, kamu mau sarapan apa ?!"
Azlan mengulas senyum, Ia merasa senang karena sekarang ada yang memperhatikan nya.
Julaika mengangguk lalu pergi meninggalkan Azlan, Saat ini tak ada yang bisa ia lakukan selain menjadi istri yang baik untuk Azlan, Ia sudah memantapkan hati nya untuk terus berjalan.
Semua sudah terlanjur, berhenti pun sulit maka ia akan melangkah meski harus tertatih atau merangkak sekali pun.
Julaika menghampiri Pembantu yang tengah berkutat di dapur, Wanita bernama asih itu tersenyum saat melihat Julaika menghampiri.
"Buat sarapan apa bi, Jul bantu !"
Seru Julaika berdiri di samping pembantu, dua lain nya tengah membereskan rumah.
"enggak usah non, biar bibi saja !"
Asih hendak membuat Nasi goreng seafood kesukaan Azlan.
"enggak apa apa, Julaika kan istri nya bang Azlan. biarkan Jul yang membuat sarapan !"
Asih mengangguk membiarkan Julaika mengambil alih.
Azlan turun kebawah setelah sholat subuh, Ia menghampiri Julaika yang tengah memasak bersama asih.
Azlan duduk di pantry memperhatikan Julaika, istri nya itu langsung mendongak.
"bang kamu mau minum apa ? Jul enggak tahu kesukaan kamu...!"
__ADS_1
tanya Julaika menghampiri Azlan yang terus memindai nya.
"kopi boleh, susu juga boleh, kamu apalagi !"
jawab Azlan membuat pipi Julaika merona, Asih sendiri sudah undur diri sejak Azlan datang.
"Teh manis mau ?"
tanya Julaika dengan wajah memerah.
"boleh, Apa aja...!"
Ternyata Azlan bukan pria yang rewel, ia menerima semua makanan dan minuman tidak seperti Rasyid. belum apa apa sudah wanti wanti tidak mau di buat kan yang lain selain kopi jika pagi hari.
"udah siap nasi goreng nya, mau makan sekarang ?"
Azlan mengangguk lalu pindah ke kursi meja makan membawa teh hangat yang Julaika buatkan untuk nya.
Selain di kamar, kini ia memiliki seseorang yang menemani nya di meja makan.
"Kamu bisa bikin nasi goreng seafood ?"
tanya Azlan menoleh pada Julaika yang tengah menyendok nasi goreng ke dalam piring nya.
"Bisa, kenapa memang nya ?"
Tanya balik Julaika tersipu saat Azlan menatap nya lekat.
"Ayo makan mumpung Masih hangat !"
Seru Julaika duduk di hadapan Azlan, Rasa bahagia membuncah dari kalbu nya, memindai wanita yang menjadi istri nya.
Azlan tahu kalau Julaika perempuan yang baik hingga ia berpikir untuk tidak menyiakan nya.
"sudah makan, kita keliling rumah ini ya termasuk gudang belakang !"
Julaika mengangguk.
**
Rida dan fardan berencana untuk pulang siang ini ke Palembang, Namun sebelum nya ia ingin bertemu terlebih dahulu dengan Julaika.
"Rena, coba Hubungi Julaika, minta ia untuk datang karena ibu hendak pulang "
titah Rida pada anak kedua nya itu.
sebenarnya enggan meninggalkan Julaika karena permasalahan tersebut, Rida yakin semua belum beres karena Rasyid tidak terima Orang lain menggantikan posisi nya di pernikahan itu, namun Fardan juga tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaan nya.
"baik Bu, Rena akan hubungi Julaika sekarang juga..."
Rian juga sudah mengurus surat surat pernikahan Julaika dan Azlan, Semua bisa teratasi segera. Azlan juga sudah meminta restu untuk membantu Rian mengurus berkas nya.
__ADS_1
bersambung...