
Sementara di lain tempat Rasyid tengah mendengar kan seseorang berbicara, Pria itu memberikan kabar bahwa Julaika tetap melangsungkan acara pernikahan nya, Ia menikah dengan seorang pria entah siapa, Ia juga tidak tahu.
"Coba kamu cari tahu dengan siapa Julaika menikah ? Aku tidak rela calon istri ku menikah dengan pria lain, susah payah aku mengejar cinta nya dan semua hilang saat dalam genggaman tanganku !"
Ujar Rasyid penuh penyesalan, Sang ibu sudah meminta suami nya untuk mencari kan Rasyid pengacara.
"baiklah,, aku akan cari tahu! sekarang aku pulang, baik baik lah kau di sini !"
Jawab pria itu lalu pergi meninggalkan kantor polisi.
Rasyid pikir Julaika Akan membatalkan pernikahan nya, namun ternyata tidak. bisa bisa nya ia menikah dengan pria lain, Entah bagaimana jalan pemikiran nya. Rasyid tidak menyangka akan hal itu, kini perempuan itu telah menjadi istri orang, kenapa ia tidak menunggu ku ?
"Abang sayang sama kamu de, kita menikah dan beribadah bersama menggapai ridho Nya !"
itu adalah kalimat yang Rasyid lontarkan saat melamar Julaika, gadis cantik pendiam dan pemalu.
"seharusnya kamu menunggu aku Jul....!"
rintih Rasyid dalam hati nya.
*
Pagi pukul dua mereka sampai di Jawa tengah, Rara lebih dulu keluar dari mobil. Julaika masih terlelap dalam tidur nya, rombongan yang lain nya juga sudah sampai.
"Kamu enggak tidur Ra....?"
tanya Azlan saat melihat Rara keluar, media sosial nya ramai dengan berita pernikahan sang kakak, begitu juga dengan sang ibu. Ia langsung menghubungi putera nya itu.
maklumlah Azlan bukan perias biasa, beberapa artis pernah memakai jasanya.
"Tidur, tapi udah bangun... kenapa kita enggak ke hotel dulu kak. kasihan istri mu kak!"
Rara mengulas senyum penuh tanda tanya.
"kakak suka ya sama kak Julaika?" tanya Rara menilik wajah kakak nya itu.
"kenapa kakak memutus untuk tetap terikat dalam pernikahan dadakan itu ?"
tambah Rara.
"Ini memang sangat mengejutkan... Sosmed juga ramai ngomongin kakak !"
Apalagi kalau ia langsung bercerai dengan Julaika.Ia pasti akan jadi bahan omongan dan di cap tidak baik atau apalah, meskipun sebenarnya ia tidak peduli akan hal itu.
selebihnya jujur saja Azlan iba pada Julaika dan tidak tega mengucapkan kata cerai.
"ya, ibu juga telpon Rara semalam, seperti nya ibu telat buka sosmed !"
Sambung Rara terkekeh.
__ADS_1
"Ya sudah temui dulu kak jule, kalian kan sekarang pasangan suami istri !"
Azlan mengangguk.
Sang ibu juga kaget mendengar kabar putranya tiba tiba menikah namun Azlan sudah menjelaskan pada sang ibu bahwa itu menjadi keputusan nya sendiri, setelah pekerjaan nya selesai, Azlan akan mengajak Julaika bertemu dengan ibu nya.
Azlan masuk ke dalam mobil dan melihat Julaika masih terlelap, Azlan hanya memandang wajah nya yang teduh, Ia begitu berbeda dan Bagi Azlan Julaika sang unik dengan sikap introvert nya.
Mungkin saran dari Rara ada benarnya, Ia akan singgah membawa Julaika beristirahat ke hotel.
Azlan beranjak dari mobil meninggalkan Julia yang masih terlelap, mungkin dia lelah.
Azlan menghampiri pemilik rumah yang akan hendak menggelar acara pesta pernikahan di kediaman nya, mereka memilih jasa Wo milik Azlan karena mengetahui kalau hasil kerja mereka sangat bagus. dekorasi pelaminan yang tidak biasa dan terkesan sangat indah, Azlan Selalu menggunakan bunga asli untuk dekorasi pelaminan nya.
Azlan sedikit berbincang dan meminta maaf atas keterlambatan nya, harus nya ia datang siang tadi, tapi karena pernikahan dadakan itu membuat nya menunda waktu.
"Tidak apa-apa, kami hanya khawatir Anda tidak datang meski beberapa kru dari Wo sudah datang tapi kami berharap pada anda, pak Azlan!"
ujar pemilik acara tersebut, Azlan hanya mengulas senyum lalu pamit untuk singgah di hotel.
"Kak, aku enggak ikut ya! di sini aja sama yang lain nya !"
Azlan mengangguk, Adik nya itu sudah terbiasa dengan dunia luar, ia sangat menyukai pekerjaan nya itu.
"Ya sudah kakak bawa kak jule dulu ya !"Rara terkekeh sendiri.
"Cie, kak jule....!"
"Awas loh ya, harus udah balik jam enam, nanti Rara bantu pengantin nya pakai kebaya dulu biar cepat !"
Azlan mengacungkan jempol lalu beranjak pergi bersama supir yang membawa mobil.
Setengah jam kemudian mereka sampai di hotel terdekat dari perumahan agar memudahkan Azlan kembali.
"jule....!"
panggil Azlan, entah kenapa ia suka memanggil perempuan itu dengan sebutan jule.
Julaika sedikit membuka mata nya lalu terkejut saat melihat Azlan berada di hadapannya.
"kamu, hm....ada apa ? kita sudah sampai ?"
Tanya Julaika terbata lalu merapikan hijab nya.
Azlan tak menjawab, ia malah memindai gadis cantik beralis tebal itu.
"kenapa kau melihat ku seperti itu ?"
tanya Julaika menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"memang nya tidak boleh, aku kan suami mu !"
Julaika tertegun mendengar apa yang Azlan lontarkan, apa mungkin pria itu hendak meminta hak nya ?
gumam Julaika menggeleng kan kepala nya sendiri. Azlan mengulas senyum.
"Ayo kita keluar, kita sudah sampai di depan hotel !"
hotel ?
Julaika kembali tertegun dengan jantung yang berdegup kencang.
"hm, mana Rara?"
tanya Julaika memindai sekeliling mobil itu, namun hanya ada mereka berdua saja.
"Rara ada di lokasi membantu yang lain nya, ayo kita turun agar kau bisa kembali beristirahat !"
Ujar Azlan lalu beranjak membuka pintu mobil.
keduanya cek in di satu kamar, Azlan memberikan foto pernikahan keduanya untuk bukti bahwa mereka sepasang suami istri, di hotel tersebut tidak menerima pasangan yang bukan muhrim berada dalam satu kamar.
keduanya langsung melangkah menuju kamar setelah mendapatkan kunci, Julaika berjalan di belakang Azlan.
pria itu menoleh ke arah Julaika yang sejak tadi memainkan ponselnya hingga ia tidak Sadar Azlan menghentikan langkahnya.
"Ah....!"
desah Julaika saat tubuhnya menabrak punggung Azlan.
"Kamu ?"
Julaika termangu saat Azlan membalikkan tubuhnya.
"Makanya kamu jangan lihat ponsel terus!"
Ujar Azlan lalu menarik tangan Julaika, istrinya itu langsung terkesima namun tidak membantah, ia memang tengah chat dengan Reva, sahabat nya itu menanyakan perihal pernikahan nya dengan Azlan.
"Ayo masuk !"
titah Azlan membuka pintu yang langsung mengarah pada sebuah ranjang besar dengan sprei berwarna putih.
Julaika melangkah dengan perlahan, jantung nya kembali berdegup kencang. Azlan meletakkan tasnya di sofa yang berada di dekat ranjang.
"Jule, kamu istirahat saja dulu ! aku mau mandi dan harus segera kembali ke lokasi !"
ujar Azlan lalu masuk ke dalam kamar mandi membawa handuk hotel meninggalkan Julaika yang mematung sendiri.
"Apa yang harus aku lakukan ?"
__ADS_1
gumam Julaika mengigit bibirnya sendiri.
bersambung..