My Wife Introvert

My Wife Introvert
Tentang cinta.


__ADS_3

Masih harus kah Julaika mengungkapkan perasaan nya, sementara ia terlanjur kecewa. seperti apapun Ia menjelaskan Azlan sudah pada persepsi nya sendiri.


Dan Julaika tidak percaya Azlan melakukan hal itu, Kenapa Azlan tidak jujur ?


Julaika menitikkan air mata nya, Ia benar benar terguncang, Hati nya terasa begitu nyeri, bukan hanya tentang Pengamanan itu tapi kedekatan mereka berdua, mungkin itu bukan Anak Azlan tapi kemesraan mereka juga membuat Julaika terluka, Viona terang terangan membeberkan semua itu.


Dan entah apa yang membuat Azlan sampai mabuk ?


"Astaghfirullah....!"


beberapa kali Julaika mengucapkan istighfar, mencoba meraih kekuatan agar ia tidak lemah.


Waktu masuk kantor sudah tiba, dan sepertinya Ia akan absen karena tidak mungkin pergi dalam keadaan begini.


Seseorang yang begitu ia percaya sekejap mata menghancurkan Asa.


Jadi Wangi parfum pada tubuh Azlan itu milik Viona ? bukan Leka ?


Julaika menyeka air matanya, Ia tidak sanggup lagi tinggal di rumah itu, bukan hanya Ratna yang sering menyakiti tapi juga Azlan, Julaika merasa tidak berarti.


Julaika termenung mengingat awal kebersamaan mereka ? Mereka memang tidak seharusnya bersama ?


Tapi Julaika berusaha untuk menerima saat Ia menginginkan nya, yakin kalau Azlan lebih baik dari Rasyid.


"aku pikir kamu Obat tapi ternyata virus yang lebih hebat, menghancurkan aku perlahan lahan...!"


Gegas Julaika bangkit untuk membereskan barang-barangnya.


Julaika mengambil tas mengemasi pakaian nya, tapi tidak dengan apa yang sudah Azlan belikan, termasuk perhiasan dan cincin pernikahan yang Julaika tinggalkan.


Julaika menoleh pada pintu yang terbuka, perlahan Azlan masuk ke dalam kamar.


Julaika memalingkan wajahnya lalu bersiap untuk pergi.


"Kita satu sama....!"


Ujar Azlan duduk di sofa, Ia sudah benar benar Sadar.


"satu sama apa maksud kamu bang ?


Aku enggak nyangka kamu tega melakukan ini semua??"


Julaika kembali terisak. Awal nya Azlan tidak berencana melakukan hal itu, namun beberapa waktu ini karier nya semakin naik, Ia bahkan kini bergabung dengan Acara fashion show di salah satu acara televisi, ia sebagai Make up nya, Azlan semakin sibuk dengan berbagai kegiatan, Job nya dimana mana hingga Azlan berpikir untuk menunda hal itu, Ia tidak memberi tahu Julaika karena Azlan yakin kalau istri nya tidak akan setuju.


"Kenapa kamu enggak bilang soal itu bang ?


Atau jangan Jangan kamu emang pernah tidur dengan viona ?"


"kenapa kamu menuduh aku ? sementara kamu ada affair dengan bos kamu itu!"

__ADS_1


tunjuk Azlan pada Julaika.


"jangan berpikir kalau aku enggak tahu siapa bos kamu itu, dia itu pria yang selama ini kamu kagumi kan? pantas kamu enggak mau berhenti kerja !"


Julaika termangu mendengar hal itu, dari mana Azlan tahu ?


"Lama kelamaan kebohongan akan terbongkar, jangan berpikir kalau cuma aku yang salah. aku juga kecewa karena kamu juga sering bohong sama aku ?"


Sambung Azlan seakan menyudut kan Julaika.


"Untuk apa aku tidur dengan viona sementara aku punya istri yang halal untuk aku sentuh, meskipun kamu enggak cinta sama aku !"


Julaika mendongak ke arah Azlan yang terlihat frustasi.


Julaika Menoleh pada Ponsel yang berdering terlihat Ari menghubungi nya, Julaika menautkan kedua alisnya saat tiba tiba Ari menghubungi nya.


"Halo, ada apa RI ?"


"Jul, gue mau kasih tahu kalau Rasyid melarikan diri dari penjara !"


Julaika menganga, "masalah apa lagi ini ?"


"Hati hati Jul, dia cari kamu..."


"ya, terima kasih atas informasinya..."


Julaika kembali menatap Azlan, masih bisa kah ia jelaskan semuanya?


Cinta itu memang perlahan hadir menyapa ? namun sekejap mata berbalut kecewa, Julaika tidak tahu apakah Ia masih bisa bertahan di tengah himpitan rasa sakit yang mendera jiwa nya.


"Sekarang apa yang kamu mau bang ?"


Tanya Julaika pasrahkan pada Azlan.


"kenapa kamu bertanya seperti itu ? kamu ingin berpisah Sama aku?


Aku tahu aku salah karena tidak memberi tahu mu soal itu ?"


Azlan menundukkan kepalanya.


"Aku hanya ingin menundanya sementara waktu karena saat ini aku sibuk dengan pekerjaan ku, karier ku sedang naik dan aku pikir lebih baik kita menunda waktu untuk memiliki anak, aku belum siap kerepotan mengurus kamu yang hamil dan yang lain nya, kamu tahu aku bahkan tidak berencana untuk.....!"


Azlan menghentikan ucapannya menatap wajah Julaika yang sembab, Ia sadar bahwa ia sudah menyakiti istri nya itu.


"Untuk menikah ! seperti itu kan ?"


"Ya, tapi aku benar benar sayang sama kamu Jul, aku cinta sama kamu !


aku tidak terima melihat mu bersama pria lain, apa lagi kamu pernah mengharapkan nya, dunia ku serasa runtuh dan riuh oleh rasa sakit...!"

__ADS_1


"karena itu kamu mabuk bang ? aku kecewa!


aku semakin terluka....!"


"maafkan Aku Jul, tapi demi tuhan Abang tidak memiliki hubungan dengan viona ! Abang hanya mencintai kamu !"


"cinta ?!"


Julaika menelan Saliva nya.


"kalau kamu cinta sama aku, apa kamu mau meninggalkan pekerjaan itu ?"


Julaika takut jika Rasyid tiba tiba datang sementara setiap malam ia sendirian, Julaika benar benar cemas jika Rasyid nekat mencelakai nya mengingat ancaman nya tempo dulu.


"maksud kamu apa Jul ?"


"Ya, kalau Abang Cinta sama Jul. jauhi Viona !


sejak awal Jul sudah tahu kalau Viona memang menginginkan Abang !!"


Azlan tertegun.


"Jul, Takut karena bang Rasyid kabur dari penjara, ia mengancam akan mencari Jul !"


"apa hubungannya dengan Rasyid, Jul ?"


tanya Azlan tak paham.


Semua berkaitan, jika Azlan terus dengan pekerjaan nya maka ia akan terus bersama Viona, sementara perempuan itu gencar mendekati nya, di tambah Julaika tidak mau di tinggal pada malam hari, takut Rasyid berbuat nekad, dan Jul ingin tahu seberapa berarti ia Untuk Azlan.


"Jul, akan berhenti kerja dan menjauhi Amar.


tapi Jul Mau Abang juga melakukan hal yang sama, menjauhi Viona dan pekerjaan itu, Abang bisa kan mencari pekerjaan yang tidak meninggalkan Jul pada malam hari, bagaimana kalau Rasyid berbuat jahat sedangkan Jul di rumah tanpa kamu...!"


Azlan menatap tajam ke arah Julaika.


"Aku memang cinta tapi Viona itu partner ku sejak lama, bagaimana mungkin aku menjauhi nya, aku dan dia hanya teman kau harus tahu !"


Azlan menghampiri Julaika.


"Aku tidak bisa memenuhi keinginan kamu, aku susah payah untuk berada di titik ini, aku merintis karir ku dengan kerja keras dan sekarang kamu mau aku meninggalkan pekerjaan itu ? aku bisa menyewa sepuluh bodi guard kalau kamu takut Rasyid ?!"


Julaika tertegun, Azlan tetap bertahan dengan keinginan nya.


"Kalau kamu tidak bisa menerima aku ? atau kamu mengharap kan orang lain, aku tidak akan memaksa! aku akan pulang kan kamu ke rumah Rian, karena siapa pun tidak akan bisa menghentikan langkah karier ku. termasuk orang yang aku cintai, aku tidak bisa memenuhi semua tuntutan mu....!"


ujar Azlan panjang lebar membuat Julaika semakin sakit dan pilu, ternyata cinta nya lebih besar pada karir nya, lalu untuk apa berharap pada sesuatu yang tetap pada pendiriannya.


Sudah cukup rasa sakit merajam dada, Tak ada alasan untuk tetap tinggal saat Ia berkata akan mengantar kan pulang pada sang kakak.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2