
Dua jam kemudian mereka sampai di Jakarta, perjalanan cukup lenggang hingga tidak memakan waktu lama untuk sampai di rumah.
Julaika keluar dari mobil dan melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumah.
"seperti nya ada ibu di dalam, biasanya ibu datang untuk memantau pekerjaan pembantu di rumah !"
Julaika termangu mendengar hal itu, entah apa yang akan ia dapatkan pagi ini.
Julaika masuk ke dalam rumah bersama Azlan, terlihat Ratna tengah berbicara dengan ketiga pembantu rumah.
"Assalamualaikum...!"
Azlan langsung menghampiri dan mencium tangan Ratna, Berganti dengan Julaika.
kali ini perempuan itu tidak menolak meskipun wajah ketus nya tidak pernah berubah.
"kamu ikut Azlan kerja ?!"
tanya Ratna saat mereka duduk di hadapan nya, para pembantu sudah bubar dan kembali mengurus pekerjaan masing masing.
"ya, Azlan ajak karena Julaika masih libur !"
jawab Azlan bersandar pada Sofa.
"dek, Abang minta kopi dong !"
Julaika mengangguk lalu beranjak dari duduknya.
"Apa dia enggak mengganggu pekerjaan kamu ?"
"ya enggak lah Bu, udah dong Bu! terima Julaika, dia istri ku. Azlan enggak suka ibu bersikap seperti itu pada Julaika!"
"salah sendiri, sudah ibu mau pulang, lain kali biarkan dia di rumah biar pembantu enggak pada asyik...!"
ujar Ratna lalu beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut.
Julaika mendengar semua percakapan mereka, "aku yang salah ?"
Julaika menggeleng kan kepalanya untuk tidak menghiraukan ucapan Ratna.
"kau harus tetap waras Jul...?!"
gumam Julaika lalu melangkah membawa kopi ke hadapan Azlan.
"Ini kopinya bang, Jul langsung ke kamar ya !"
Azlan mengangguk sembari memainkan ponsel nya, meneguk sedikit kopi yang Julaika sodorkan.
"Biasa kalau Mak lampir datang ya seperti itu, cek sana cek sini, perintah sana perintah sini...!"
ujar Lulu mendengus kesal.
Julaika menghentikan langkahnya mendengar obrolan kedua pembantu rumah tersebut.
"kita juga tahu diri, enggak ada den Azlan di kira kita tidur Mulu sepanjang hari.
amit amit deh jangan sampai punya mertua kayak gitu, mulutnya pedes kaya cili setan !"
"hei, Lulu udah jangan ngomongin bu Ratna terus Nanti kalau den Azlan dengar baru tahu rasa, dasar ember !"
__ADS_1
Sergah irah lalu pergi meninggalkan Lulu yang tengah mengepel lantai atas.
Julaika membuang nafas lalu masuk ke dalam kamar, keadaan lebih baik kali ini Ratna tidak menepis tangan nya. entah moodnya sedang baik atau apa ? Jul juga tak tahu.
Atau dia sudah kenyang karena habis mengomeli para pembantu ?
Julaika menggeleng kan kepala nya, entah dosa apa ? seingat Julaika sang ibu sangat baik terhadap menantu nya, kak Yulia dan mas Zainal. tapi kenapa ia tidak mendapatkan perlakuan yang sama ?
Julaika merebahkan tubuhnya di ranjang, rasanya pusing memikirkan masalah yang tak kunjung selesai. masalah satu selesai malah timbul masalah baru yang beragam.
Azlan masuk ke dalam kamar lalu menghampiri Julaika di ranjang.
"Dek Abang ketemu Teman dulu ya !"
Julaika mengangguk, Azlan langsung pergi meninggalkan nya setelah mengambil tas nya.
Julaika beranjak dari ranjang lalu keluar dari kamar, suara deru mobil Azlan terdengar meninggalkan halaman rumah.
Julaika turun ke bawah untuk mengambil minum, terlihat Asih tengah memasak untuk makan siang.
"Bi, masak apa ?"
tanya Julaika duduk di kursi meja makan.
"Banyak non, bibi masak untuk yang kerja di gudang juga ?"
Jawab asih lalu memasukkan bumbu halus ke dalam wajan.
"Setiap Hari Bu Ratna datang, BI ?"
tanya Julaika.
"Enggak non, dia datang pas weekend aja. Kita sudah biasa, non Julaika harus sabar menghadapi nyonya ?"
"Ya udah bi, Jul masuk lagi ke kamar ya !"
Asih mengangguk.
"nanti kalau makanan sudah matang bibi panggil non !"
"terima kasih bi...!"
Julaika menaiki tangga menuju kamar nya.
*
Sampai waktu Dzuhur Azlan belum juga kembali, Ia mengirim pesan untuk makan siang Lebih dulu.
Julaika duduk sendiri di meja makan menghadap beberapa makanan yang tersaji, Wanginya enak tapi entah kenapa Ia tidak semangat.
Julaika membuang nafas lalu mulai makan meski sendiri, mubajir jika makanan tersebut di biarkan begitu saja.
Setengah dua Azlan kembali ke rumah, Julaika tengah di kamar membaca buku.
"sayang, kamu sudah makan ?"
tanya Azlan membuat Julaika termangu, pria itu langsung mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.
Julaika menilik jam di dinding, Pria itu akan kembali pergi. gegas Julaika menyiapkan pakaian Azlan.
__ADS_1
tak berapa lama Azlan keluar dari kamar mandi, gegas ia memakai baju yang sudah Julaika siapkan.
"Abang langsung berangkat ya !"
Julaika mengangguk saja tak ingin berkomentar apapun.
Azlan langsung pergi membawa ransel nya, meninggal kan Julaika yang mematung sendiri.
Julaika kembali naik ke ranjang, Lalu meringkuk memainkan ponselnya hingga lama kelamaan ia terlelap dalam tidur.
***
Seperti tadi siang, Julaika kembali sendiri duduk di kursi meja makan. kemungkinan suami nya itu akan pulang pagi.
Julaika mencoba untuk memahami pekerjaan Azlan, membiasakan diri dengan keadaan ini.
Tidak mungkin ia merengek karena akan hal ini, bukankah di rumah lebih baik ketimbang melihat Azlan mendadani wanita lain, Julaika menghempaskan tubuhnya di sofa dekat jendela menatap bintang yang bersinar namun berjarak dengan beberapa kawan nya.
seperti halnya diri nya yang sendiri tanpa kawan kawan nya, namun tetap tenang.
Julaika masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuhnya yang lelah, menarik selimut lalu mematikan lampu.
Beberapa jam kemudian, Julaika terjaga dan melihat jam menunjukkan pukul satu pagi. tapi Azlan belum kembali.
Julaika menguap lalu kembali memejamkan mata nya, menuggu Azlan pun entah jam berapa ia pulang.
*
**
***
Suara adzan terdengar Julaika masih sendiri, Azlan belum juga pulang. Julaika beranjak dari ranjang lalu melangkah ke kamar mandi.
Julaika tersenyum saat mendapati tamu bulanan nya sudah tidak ada, gegas ia mandi untuk menunaikan sholat subuh.
Pukul enam Azlan belum juga kembali, Julaika sudah bersiap untuk pergi ke kantor, Sementara suaminya belum pulang.
Julaika melangkah hendak keluar dari kamar berpapasan dengan Azlan yang menyembul masuk ke dalam.
"Dek, kamu mau berangkat kerja ?"
Julaika mengangguk.
"maaf ya, tadi ada job dadakan. mau pulang dulu tapi tanggung. Abang ngantuk banget kamu di antar supir aja ya!"
Julaika mengangguk lagi.
"Abang udah sarapan ?"
Tanya Julaika menghampiri Azlan yang hendak membuka jaket nya.
Julaika tertegun saat mencium parfum wanita, Azlan paham lalu senyum.
"jangan berpikir macam macam tadi tuh si Leka dekat Abang terus, dia kan assisten nya Viona, kebetulan Viona juga di ajak sama team !"
Julaika mengangguk lalu menyimpan pakaian kotor Azlan di keranjang.
"ya sudah Jul berangkat kerja ya....!"
__ADS_1
Azlan mengangguk lalu menelungkup kan tubuh nya di ranjang.
bersambung...