My Wife Introvert

My Wife Introvert
Acara tasyakuran.


__ADS_3


Seperti Ini kira kira anak buah Azlan menyulap halaman belakang yang cukup luas. Julaika tampil cantik dengan dress berwarna putih senada dengan kemeja Koko milik Azlan, keduanya berjalan ke arah sofa yang sudah di sediakan untuk mereka berdua, Anak anak yatim dan Ibu pengajian sudah datang untuk memulai acara tasyakuran tersebut.


Fadli dan Ratna berdiri di dekat Ibu ustadz yang hendak memimpin pengajian, kedua nya memberikan sambutan pada tamu yang sudah datang sebelum memulai acara tersebut.


Fardan dan Rida hanya diam menyimak apa yang mereka sampaikan, kedua nya membiarkan kedua nya memimpin acara karena memang Ratna lah yang menginginkan acara besar itu.


"Terima kasih pada keluarga, kerabat, Teman serta rekan kerja yang sudah hadir di acara ini, beberapa kerabat memang selalu menanyakan tentang pernikahan Azlan, saya juga !"


Fadli senyum merangkul pundak Ratna.


"pernikahan mereka memang sangat mendadak, dan tanpa rencana Azlan atau pun Julaika. hingga membutuhkan proses untuk membangun sebuah rumah tangga yang berpondasi kuat, tentunya dengan Kesabaran dan keimanan Kita terhadap Tuhan, Meyakini bahwa apapun yang terjadi adalah kehendak dari yang maha perencana. Dan Alhamdulillah sampai sekarang kedua nya sudah di anugerah kan sepasang calon bayi kembar !"


sambung Fadli senyum melihat keduanya yang terlihat bahagia.


"Dan saya meminta Doa nya pada semua yang ada di sini untuk mendoakan kebahagiaan mereka, Semoga kandungan nya berjalan mulus hingga waktu melahirkan nanti !"


"Amin..."


ucap mereka serempak ikut mendoakan.


Julaika terharu dengan keadaan ini, sesuatu yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. kedua orang tua Azlan menerima nya dengan baik meskipun butuh proses panjang.


Julaika mengingat masa sulit yang sudah mereka lewati, Keadaan yang mendesak membujuk untuk berpisah namun cinta itu terlalu kuat hingga bertahan sampai saat ini.


Julaika bersyukur karena Azlan begitu sabar dan teguh mempertahankan rumah tangga Mereka meskipun Badai menghantam berulang kali.


Acara berjalan lancar hingga pembagian Hadiah untuk anak yatim dan dhuafa.

__ADS_1


Azlan dan Julaika langsung membagi kan nya, Hingga sore hari Tamu Azlan dan Fadli berdatangan. Beberapa kolega bisnis pun menyempatkan waktu untuk hadir pada acara tersebut. Amar dan Bunga juga hadir memberikan selamat dan doa untuk mereka.


Azlan mengajak Julaika masuk ke dalam rumah, Di sana ada Rida yang tengah menggendong Anak Rian.


"sayang, kamu Lelah ?"


Tanya Rida saat Julaikah duduk di samping nya.


"lumayan...!"jawab Julaika bersandar pada Azlan. Hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan.


"Ya sudah Pergilah beristirahat di kamar, tamu juga sudah berkurang kan?"


Julaika mengangguk sambil menguap, Azlan langsung mengajak nya untuk beranjak.


keduanya masuk ke dalam kamar, beberapa kali Julaika menguap, Rida mengetuk pintu membawakan mereka makanan.


Sahut Rida saat Azlan membuka pintu kamar tersebut.


"ya, Bu terimakasih...!"


semua perhatian tertuju pada istri nya, Ia memang pantas mendapatkan hal itu karena ia memang baik dan tulus, di balik sikap nya yang introvert, Julaika memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga.


"Ibu bawakan makanan, Abang suapin ya!"


Julaika mengangguk.


Keadaan di luar masih ramai, di luar rumah juga Sama karena Azlan memborong beberapa pedagang makanan untuk siapa saja yang mau.


Setelah selesai makan, Azlan memijat kaki Julaika yang terasa pegal-pegal, acara tersebut cukup besar dan menguras tenaga, undangan yang di sebar padahal sedikit tapi Yang datang lebih dari undangan. beruntung Catering pilihan Azlan sudah berpengalaman hingga mereka tidak kekurangan makanan.

__ADS_1


"Mau pergi baby moon kemana?"


Tanya Azlan sambil memijat kaki Julaika.


"kemana? bukan nya pekerjaan Abang banyak"


Jawab Julaika, Ia tahu kalau WO nya tengah banjir job.


"ya, memang tapi sekarang kan udah ada Rara..."


"Tapi tetap saja bang, kasihan kalau Rara handel semua nya..."


"baiklah sayang...."


Perlahan Julaika memahami pekerjaan nya, Ia mendukung dan memberikan support pada Azlan.


Fadli juga tidak memaksa Azlan untuk kembali ke kantor lagi, melihat bisnisnya nya di bidang WO cukup besar dan berhasil. Ada Kevin yang siap membantu nya.


Malam...


Beberapa kerabat sudah pulang, termasuk Fadli dan Ratna, Yang tersisa hanya kedua orang tua Julaika dan kedua Kakaknya yang menginap di rumah itu.


Anak buah Azlan tengah membuka dekorasi pelaminan, Julaika dan Azlan berada di kamar.


"Ayo istirahat sayang, besok kalau tidak lelah kita pergi berjalan jalan..."


Julaika mengangguk lalu memejamkan mata nya memeluk Azlan.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2