
Azlan masuk ke dalam rumah Rian dengan santai, sore itu Azlan memberi tahu pada team nya bahwa ia akan terlambat karena ada beberapa urusan.
"Hai, kalian ayo masuk !"
Ujar Rian, ia juga Baru sampai di rumah.
Azlan dan Julaika duduk di hadapan Rian.
"Ada apa Azlan ?"
"Hm, begini kak. Azlan dengar Rasyid kabur dari penjara !"
Rian terperangah mendengar hal itu, Ia belum tahu kabar tersebut.
"Azlan sangat sibuk, dan selalu pulang pagi. jadi Julaika takut kalau di rumah ku, jadi saran Azlan untuk sementara waktu ini Julaika tinggal saja bersama Kak Rian di sini. Azlan tak bisa meninggalkan pekerjaan karena memang kru sangat membutuhkan team kami !"
Julaika tertegun mendengar ucapan Azlan, tak mengerti maksud pria itu apa ? dia bilang hendak memulangkan nya pada Rian.
"oh seperti itu, ya sudah tidak apa-apa ! itu ide yang bagus, kakak juga khawatir kalau seperti itu, tidak apa apa Jul kamu tinggal dengan kakak !"
Julaika tak bergeming Ia bungkam merasakan pahit yang semakin menjadi.
"Jul.....?"
Seru Rian membuat Julaika mendongak.
Azlan pikir hal itu lebih baik karena ia sendiri tidak mau berpisah dengan Julaika, selain Kevin yang akan ia cari, Azlan juga akan menemui Amar dan memberi nya peringatan.
Julaika masuk ke dalam kamar bersama Azlan, Pria itu meletakkan tas nya di meja.
"Kamu tidak suka dengan keputusan ku, atau kamu ingin kita bercerai ? aku mencintaimu Julaika, Pekerjaan ku memang di kelilingi perempuan, Tapi satu yang harus kamu tahu. aku hanya menjadi kan kamu satu satu nya istri ku, meskipun kamu enggak mencintai aku !"
Julaika kembali menangis, entah harus bagaimana menghadapi Azlan.
"berhenti lah bekerja, jauhi pria itu. Aku akan memberikan jauh lebih banyak dari gaji mu di kantor ! istri yang baik itu menuruti perintah suami,, aku harap kamu paham !"
Azlan langsung pergi meninggalkan Julaika yang terisak sendiri.
**
Azlan langsung menghubungi Kevin dan memintanya untuk ke Jakarta esok juga, dan saat ini Azlan melajukan mobilnya menuju kantor Amar.
Azlan tak akan membiarkan Julaika begitu saja, karena ia sangat mencintai istri nya.
Amar tertegun saat Rere mengatakan bahwa Ada Azlan ingin bertemu dengan nya, Saat itu Amar juga hendak pulang.
"Silahkan duduk...."
__ADS_1
Ujar Amar saat Azlan menghampiri nya.
"Tidak perlu, Aku hanya sebentar. Julaika berhenti bekerja di kantor ini, hm...Saya tidak mengerti mengapa anda menyukai seorang wanita yang sudah menikah padahal di Luar sana banyak perempuan singel yang bisa Anda dapatkan. saya tidak ingin banyak bicara, Tapi saya tegaskan untuk menjauhi istri saya, sebelum saya hilang kesabaran..."
Amar terpaku mendengar apa yang Azlan sampaikan, Ia membeku di tempat membiarkan Azlan pergi begitu saja.
Awalnya Azlan berpikir untuk melepaskan Julaika, tapi Ia benar benar mencintai wanita itu, Ia juga tidak melakukan hal itu dengan viona, dan tentang anak semua bisa di atur, itu hanya masalah waktu saja.
Amar menghempaskan tubuhnya ke kursi, dari mana ia tahu tentang itu. Amar khawatir dengan keadaan Julaika. pantas ia absen tanpa keterangan.
"Udah lah, lupakan Julaika. kasihan dia Mar!
Lo bisa cari perempuan lain...!"
Sahut Azis, Amar tidak menjawab. ia pergi meninggalkan ruangan itu.
*
sepulang dari kantor Azlan langsung ke studio, beberapa orang membicarakan tentang skandal kedua nya, namun cepat Azlan menegaskan pada ketua mereka bahwa ia bukan dirinya, tapi kakak nya.
meskipun Ratna memintanya untuk menikahi Viona.
"Mana bisa Azlan menikah dengan perempuan yang hamil anak kakak sendiri, Kevin yang harus bertanggung jawab karena dia ayahnya..."
Jawab Azlan saat Ratna terus saja meminta hal itu, sementara Viona Ia bagaimana Ratna saja.
Saat ini polisi tengah memburu beberapa tahanan yang Berhasil kabur dari penjara termasuk Rasyid. Rian meminta satu polisi berjaga di rumah nya karena yakin Rasyid pasti akan mencari Julaika, polisi juga berpikir sama.
Sementara Mala kembali jatuh sakit saat polisi mengatakan bahwa Rasyid kabur dan menjadi buronan polisi, Padahal Senin ini ia hendak sidang, bukan nya mengurangi masa tahanan justru kelakuan nya itu akan menambah masa hukumannya.
*
Malam...
julaika meringkuk sendiri di ranjang, Azlan merampas ponsel nya, Ia bilang hendak mengganti nomor nya dengan yang baru agar Ia dan Amar tidak berkomunikasi.
Julaika menyeka air matanya, Bertahan pada masa sulit ini tidak lah mudah. Azlan tetap pada pendiriannya namun Ia juga tidak mau melepaskan nya, Rumah tangga seperti apa yang ia mau ?
Julaika sekarang Tahu bagaimana sifat asli azlan, Dia tidak mau mengalah sama sekali dari nya, karir ? uang ? team ?
Julaika jengah dengan semua itu, Julaika menoleh pada pintu yang terbuka, waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
Azlan menyembul masuk ke dalam kamar, netra kedua nya bertemu dalam remang remang penerangan.
"kamu belum tidur ?"
Azlan melangkah menghampiri Julaika yang langsung terpaku.
__ADS_1
"Kamu masih menangis??"
Azlan memangku wajah Julaika lalu mencium nya sayang, merengkuh tubuh Julaika yang masih terisak.
"Apa yang membuka kamu menangis ? katakan padaku ? apa kamu ingin bersama Amar ?"
Julaika menggeleng kan kepala nya.
"Apa kamu suka sama Amar ? bilang sama aku Jul!"
Julaika bungkam.
"Aku juga terluka karena kamu tak sungkan dekat dengan pria lain sementara ada aku, aku memang sibuk tapi semua aku lakukan untuk kamu, untuk apa menghiraukan Viona, sebentar lagi dia juga akan menikah dengan Kevin, kakak ku...!"
Julaika tak menjawab.
"Julaika aku mencintaimu, Aku sangat mencintaimu ! Aku tidak pernah mabuk tapi melihat kamu bersama pria itu membuat aku hilang akal, Aku benar benar sakit hati dan aku tidak akan membiarkan dia merebut kamu dari ku...!"
Ujar Azlan penuh penekanan.
"sekarang istirahat lah, besok aku akan membawa mobil mu kemari...!"
Julaika memejamkan mata nya yang basah, tak bisa berpikir dan rasanya ingin sekali beristirahat membiarkan Azlan mendekapnya erat.
***
Esok itu Kevin sampai di Indonesia sesuai permintaan Azlan, ya Kevin tahu maksud Azlan namun ia tidak akan mau menikahi viona, Kevin juga mendapati Viona dalam keadaan tak suci.
Kevin sendiri sudah terbiasa melakukan hal itu dengan banyak perempuan, kalau hamil tinggal gugur kan saja.
Senyum Kevin mengembang saat melihat viona berada di rumah Ratna, ia langsung menghampiri mereka.
"Kevin, viona hamil. kalian harus menikah !"
ujar Ratna.
"Tidak, aku tidak menyukai nya, di ranjang saja kau payah ! gugur kan saja ! katakan kau ingin berapa? aku belum siap menikah, ikatan itu hanya merepotkan saja...!"
Ratna dan Viona terperangah mendengar apa Kevin sampai kan.
bersambung...
Ada yang pernah di posisi Julaika?
hehehe..
Jangan lupa like dan komentar 😍😍😍
__ADS_1
terima kasih