My Wife Introvert

My Wife Introvert
jas hitam.


__ADS_3

Azlan berusaha menghubungi Julaika namun tidak bisa, Tiba tiba saja perasaan nya tidak enak.


"kenapa Kak ?"


tanya Rara duduk di hadapan Azlan, untuk pertama kalinya Rara ikut dengan Azlan, kebetulan Ia tengah luang.


"Kak Jul ke Bandung dengan Bos Nya dan sekarang tuh enggak bisa di hubungi..."


Azlan mulai cemas karena tidak bisa menghubungi Julaika.


"Mungkin sedang di perjalanan !"


Jawab Rara tenang lalu menghampiri Viona yang tengah terkekeh bersama Leka.


*


Amar tertegun saat Azis mengatakan mobil nya tidak bisa melintas karena Longsor, hujan turun dengan derasnya. kalau begitu Mereka tidak bisa pulang sampai pemerintah setempat menggaruk tanah yang menutup jalan.


"terus gimana Pak Amar?"


Tanya Julaika mulai gelisah karena Kemungkinan mereka akan menginap di Rumah makan tersebut.


Azlan Pasti marah kalau Ia sampai tidak pulang, gegas Amar memesan mobil online untuk mereka pulang, Ia juga tidak ingin berdiam diri saja.


"tenang saja Jul, sebentar lagi Mobil datang ! kita enggak usah nunggu Azis !"


Julaika mengangguk sambil mengusap tangan nya sendiri karena kedinginan, Amar menghampiri lalu membuka jas nya, Julaika tertegun saat Amar memakai kan jas tersebut pada nya.


"pakai saja jangan menolak"


hujan turun begitu deras di sertakan Petir yang menyambar berulang kali di tambah angin berhembus kencang.


Julaika gusar dan gelisah Karena cuaca begitu ekstrim, ia menggenggam erat jas milik Amar. Tak lama kemudian mobil yang Amar pesan datang.


"Ayo kita pulang"


waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, cukup lama mereka menunggu keadaan hingga reda.


**


Azlan Termenung menatap ponselnya, hingga waktu tengah malam ia belum bisa menghubungi Istri nya, Pembantu bilang Julaika belum pulang, apa yang terjadi hingga Julaika belum kembali dari Bandung ?


Viona menghampiri Azlan, ternyata dia tidak putus asa untuk kembali dekat dengan pria itu namun kali ini Azlan benar benar menghindar dari Viona, Azlan pergi keluar dari studio meninggalkan Viona yang belum sempat menyapa Azlan.


"Kak, kalau udah beres kita balik sekarang aja.. Rara mau menginap di rumah!"


Azlan mengangguk lalu mengambil barang barang nya setelah itu pulang bersama Rara.


"sialan, kemarin dia baik banget sama gue, sekarang pergi gitu aja..."


umpat Viona lalu mendengus kesal.


"ya kali Azlan lagi inget sama Dora yaki nya?

__ADS_1


balas Leka membuat Viona semakin kesal.


"Ke club' yuk, gue bete banget..."


Leka mengangguk mengikuti langkah viona ke dalam mobil.


Pukul satu Julaika sampai di rumah, berharap ia sampai lebih dulu di banding Azlan karena Jika Azlan sampai lebih dulu maka besar kemungkinan suaminya itu akan marah karena ia pulang pagi.


"Jul besok libur saja tidak usah masuk, kamu istirahat saja !"


Ujar Amar saat Julaika hendak keluar, Julaika mengangguk lalu bergegas masuk ke dalam rumah.


Julaika tertegun saat melihat Mobil Azlan sudah terparkir di halaman rumah, Julaika melangkah dengan berdebar, Ia takut kalau Azlan marah pada nya.


Julaika menghentikan langkahnya saat teringat jas Amar masih melekat pada tubuh nya, gegas Julaika membuka nya dan menyimpan nya di kursi yang berada di depan rumah.


"Julaika...!"


Azlan membuka pintu membuat Julaika terkejut.


"Assalamualaikum, Jul kaget.."


"walaikumsalam..., kamu kok baru pulang sih dek ?"


Tanya Azlan menyentuh kedua pundak Julaika, beranjak saat merasakan pakaian Julaika lembab.


"Jul boleh masuk dulu, nanti Jul cerita sama Abang !"


Azlan mengangguk lalu merengkuh tubuh Julaika masuk ke dalam meninggalkan jas hitam yang tergeletak di kursi.


"kamu sudah makan ?"


tanya Azlan membuat Julaika tertegun, Ia pikir Azlan akan marah karena ia pulang malam.


"sudah bang, Jul ke kamar mandi dulu !"


Azlan mengangguk membiarkan Julaika membersihkan diri, sebenarnya ia ingin marah karena Julaika pulang begitu larut, tapi saat melihat wajah nya lelah, Azlan merasa iba dan tidak tega memarahi Julaika, walau ia marah karena Julaika melebihi batas waktu orang kerja.


Julaika mengulas senyum lalu naik ke ranjang dimana Azlan tengah termenung sendiri.


"Bang, enggak marah kan sama jul!?"


Tanya Julaika mendekap erat tubuh Azlan, pria itu diam hanya membelai rambutnya.


"Jul, Abang cemas sampai enggak fokus kerja, untung nya Ada Rara bantuin Abang ! kamu enggak bisa di hubungi !"


"Ya, maaf bang ! di Bandung hujan deras...!"


Julaika menceritakan semua nya pada Azlan, bersyukur Suami nya itu mengerti.


"ya sudah Abang saran kan untuk berhenti bekerja !"


"ya, Jul akan berhenti bekerja tapi nanti habis tahun ini, Jul akan Risen bang !"

__ADS_1


Azlan mengangguk lalu mengajak Julaika untuk beristirahat.


**


Amar menghempas kan tubuhnya di ranjang, lelah tapi pikiran nya berkelana kemana mana, teringat wajah takut Julaika saat hujan deras, petir menyambar begitu kencang dan beruntun, Bukan sengaja atau mencari kesempatan dalam kesempitan, Ia merengkuh tubuh Julaika yang ketakutan namun Cepat wanita itu menghindar.


"Jul, begitu teguh nya dirimu akan Ikatan itu ?" padahal Ia tadi begitu ketakutan namun memilih untuk duduk di pojokan, di mobil juga seperti itu. tak henti ia berdoa untuk keselamatan mereka, hujan tak henti membasahi jalanan yang menanjak dan berkelok.


berandai-andai malah semakin membuat nya sakit, Julaika sudah menikah, dan ia akan berdosa jika mengharapkan mereka berpisah karena keinginan nya yang terlambat.


Amar memejamkan mata nya, seperti nya Ia harus lebih menghindari Julaika, kalau tidak ia akan kehilangan kewarasan.


*


Pagi...


Azlan mengajak Julaika berolahraga pagi bersama Rara, mumpung waktu luang. dan Azlan begitu senang saat mendengar Julaika di perbolehkan libur satu hari oleh bos nya.


Azlan tertegun lalu menilik jas hitam yang tergeletak di kursi tamu, milik siapa jas hitam itu?


"Ada apa bang ?"


Tanya Julaika terpaku melihat Azlan memegang jas milik Amar yang ia pakai semalam.


"punya siapa ini dek ?"


tanya Azlan membuat Julaika menelan Saliva nya.


"euh, enggak tahu bang !"


jawab Julaika berbohong karena jika Azlan tahu itu milik Amar, maka Julaika pastikan Azlan marah.


"lu, kemari kamu !"


Lulu langsung menghampiri.


"jas hitam ini punya siapa, yang pasti bukan punya aku !"


Lulu terdiam lalu memindai wajah Julaika langsung memucat.


"hm, punya pacar saya Den. Semalam datang bawakan saya makanan, lupa jas nya tertinggal !"


Julaika semakin membeku.


"pacar kamu pakai jas semahal ini ?"


tanya Azlan tak percaya, wangi parfum nya seperti.....


"sudah bang, ayo berangkat sekarang nanti keburu Siang, panas!"


Sergah Julaika menarik tangan Azlan dan di ikuti oleh Rara yang berlari kecil.


"Enggak aneh aja, emang pacar Lulu orang kaya ?"

__ADS_1


Julaika mengedikan bahu nya, Ia menoleh ke arah Lulu yang membawa jas hitam itu masuk ke dalam rumah.


bersambung.....


__ADS_2