
Pagi itu Azlan sudah bersiap untuk pergi ke Bogor, Rara Baru saja tiba di rumah Azlan, seperti biasa mereka akan pergi bersama.
"Hai kak, mana kak Julaika?"
Tanya Rara duduk di samping Azlan, segelas kopi Hitam tersaji di atas meja.
"Ada di dalam ?! Gimana kuliah kamu ?"
"lancar enggak ada masalah ?"
Azlan mengangguk.
"kak julai ikut ke Bogor enggak ?"
Tanya Rara, Ia sendiri bersikap netral tidak berpihak pada siapapun, bagi Rara yang terpenting adalah Azlan bahagia.
"Ikut, kakak yang minta, kasihan kalau di rumah terus !"
Rara mengangguk.
"Ibu bicara apa padamu ?"
tanya Azlan penasaran, sang ibu pasti mengutarakan semua nya pada Rara.
"biasalah ibu, dia kan memang seperti itu dan lagi pernikahan kak Azlan sangat mengejutkan, sementara ibu udah suka sama Kak Viona !"
Tutur Rara apa adanya, tak ingin menyembunyikan apapun dari sang kakak agar ia berpikir bagaimana bersikap pada Viona.
"Kakak Tahu, biarkan saja nanti juga ibu akan terima kak Julaika!"
"ya, kak jangan terlalu di pikirkan !"
Azlan mengangguk.
Rara tersenyum saat Julaika menghampiri, kakak ipar nya memang cantik, dari sekian banyak perempuan yang hendak di dandani hanya Julaika yang semalaman Azlan amati wajah nya.
terlihat jutek dan acuh, namun Rara tahu kalau sebenarnya Julaika baik dan tidak neko-neko.
"Hai Ra, gimana kabar nya ?"
tanya Julaika duduk di hadapan Rara.
"Baik kak, kemarin kejar tugas biasalah mahasiswa kabur kaburan !"
Jawab Rara sambil terkekeh.
Semua team sudah berangkat lebih dulu kemarin sore, tinggal ia dan team Viona.
biasanya Viona akan ikut dengan Rara namun kali ini Ia pergi lebih dulu karena ada Julaika.
"ya udah Rara berangkat duluan ya sama Siva kalau kak Azlan pakai mobil pribadi !"
ujarnya Rara beranjak mencium tangan Azlan berganti pada Julaika, terlihat Siva sudah menunggu di depan mobil.
"Dia kerja sama kamu juga ?"
Tunjuk Julaika pada Siva.
"ya, baru. kasihan dia karena ayahnya meninggal dan butuh kerja untuk membantu ekonomi keluarga nya, ibu nya jualan mie ayam, adik nya tiga. Siva itu teman Rara di kampus. Maka nya aku ajak dia untuk gabung, lumayan lah untuk nambah biaya kuliah nya !"
Julaika mengangguk, suaminya ini memang baik.
berada dekat Azlan membuat nya lupa akan Erangan Rasyid di penjara, Ia tidak lagi memikirkan perihal pria itu.
__ADS_1
Julaika menautkan kedua alisnya saat Azlan berpindah tempat duduk di samping nya.
"kamu mau apa bang ?"
Tanya Julaika menyipitkan matanya ke arah Azlan yang langsung merengkuh tubuh nya, Memiliki Julaika rasanya enggan beranjak dari ranjang, Belum apa apa ia sudah di buat candu meski hanya sekedar cumbuan apa lagi lebih dari itu.
Julaika menoleh ke arah Azlan yang tengah merengkuh nya, menciumi pipi nya berulang kali.
layak nya seorang Ayah yang gemas pada bayi perempuan nya, Terus menciumi nya tanpa bosan.
"enggak Jadi berangkat ? Jul di rumah aja deh !"
Sahut Jul membuat Azlan tertegun.
"enggak boleh, pokoknya harus ikut !"
Julaika mendesah lalu membuang nafas, hal itu malah membuat Azlan terkekeh kecil.
"Ayo berangkat sekarang !"
Ajak Azlan menarik tangan Julaika, membuka pintu mobil untuk istri nya itu.
Tak sedikitpun sikap sang ibu menjadi beban untuk Azlan, Ia yakin kelak Ratna akan paham dan mau menerima Julaika.
"Mau beli sesuatu untuk di jalan ?"
Tanya Azlan melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumah.
"Ya nanti mampir ke supermarket ya bang !"
Azlan mengangguk.
Azlan menepikan mobilnya di depan Supermarket, Julaika keluar membeli cemilan untuk di jalan.
Seru seseorang memanggil, Julaika tertegun saat melihat Alisa menghampiri nya.
"Al, kamu ngapain ?"
Tanya Julaika, ini sudah masuk jam kantor tapi Alisa masih di luar.
"Abis beli Sesuatu di suruh CEO ?!"
jawab Alisa memeluk Julaika.
"gimana kabar mu, Jul. maaf aku enggak datang di acara pernikahan kamu dengan...."
Alisa sedikit berpikir karena Reva bilang Julaika batal menikah dengan Rasyid.
"Dengan Azlan...!"
jawab Julaika.
"ya, Jul... nanti kita ngobrol ya kalau kamu udah masuk kantor, kamu kerja lagi kan Jul !"
Julaika mengangguk.
"Sekarang di kantor CEO baru yang memimpin, nama nya pak Amar anak nya Mustofa. baik banget Jul...!"
Ujar Alisa memberi tahu keadaan kantor saat ini.
"oh gitu...!"
Julaika mengangguk mengingat ingat nama tersebut.
__ADS_1
'Amar....'
"ya, udah Jul aku duluan ya! nanti kita pergi Hangout lagi ya!"
Sahut Alisa lalu pergi setelah memeluk Julaika.
Dari jauh Azlan memperhatikan interaksi mereka hingga Julaika masuk ke supermarket dan tak lama kembali membawa bungkusan belanjaan nya.
"maaf ya bang, lama...."
Azlan mengangguk lalu melajukan mobil nya menuju jalan tol.
"Tadi siapa dek !?"
Tanya Azlan sambil fokus menyetir.
"Oh, Itu teman kantor, Alisa...!"
Jawab Julaika seadanya.
"Teman dekat ?"
Azlan melihat kedua nya begitu akrab.
"Ya, Teman dekat Julaika di kantor bang !"
Azlan mengangguk.
"kamu yakin mau lanjut kerja dek ?"
Sebenarnya Azlan ingin Julaika berhenti agar ia bisa menemani nya pergi kemanapun.
"ya, Jul mau lanjut kerja. di rumah juga enggak ada kerjaan !"
"ya, maksud Abang kalau kamu berhenti kerja, kamu bisa ikut kemana pun Abang pergi seperti sekarang ini, kadang kan Abang ada job di luar kota !"
Julaika termangu mendengar penuturan Azlan, Apa tidak apa apa kalau ia terus membuntuti Azlan ?
Julaika pikir ia lebih baik bekerja saja, dan biarkan Azlan dengan pekerjaan nya.
"ya, Jul ikut kalau weekend saja bang, hm... untuk hari hari biasa Jul kerja saja !"
"kamu enggak khawatir Abang banyak yang godain ?"
tanya Azlan senyum.
"ya, kalau soal itu bagaimana Abang bersikap. karena pria yang takut dengan Tuhan nya tidak akan pernah menyakiti istri nya !"
jawab Julaika dengan tegas.
Perihal Viona mengapa ia harus risau ? kalau kita menutup ruang Ia tidak akan berani masuk, kecuali pintu terbuka dia pasti akan menerobos masuk.
Pria yang setia tidak perlu di jaga oleh wanita nya, ia tahu batasan dengan Lawan jenisnya. tapi pria hidung belang di jaga seperti apapun percuma jika memiliki tabiat suka main perempuan.
"Kalau Abang setia tak perlu risau, Jangan ada istilah tidak ada kucing yang menolak di berikan ikan, apa lagi Kucing tersebut sudah kenyang terkecuali dia memang rakus. Jul malah ingin tahu bagaimana sikap Abang terhadap perempuan saat jauh dengan Julaika, tidak mungkin Abang tidak tertarik dengan perempuan yang lebih cantik dan seksi dari Jul, tapi jika Abang mengingat Jul di rumah Abang pasti bisa melewati ujian tersebut.. !"
Ujar Julaika membuat Azlan tertegun, menoleh ke arah Julaika yang tampak tenang.
Ia tapi tetap saja Azlan ingin Julaika terus berada di samping nya, dan entah kenapa malah ia yang risau sendiri.
bersambung.....
terimakasih yang sudah mampir dan berkomentar ya !😍😍😍
__ADS_1