My Wife Introvert

My Wife Introvert
Duri menikam hati.


__ADS_3

Sampai Minggu pagi Azlan tak juga menghubungi Julaika, istri nya tertegun sendiri di meja makan.


"Sarapan nya non ?"


Julaika menoleh ke arah Asih yang menyodorkan Roti panggang.


Julaika dengar Lulu hendak berhenti bekerja di rumah itu, dan kemarin Ratna sudah memberikan gajih dan uang pesangon nya.


"Lu, kamu yakin mau berhenti ?"


Tanya Julaika saat Lulu keluar membawa tas nya.


"Ya non, enggak betah. Alhamdulillah tiga tahun berasa enggak punya badan karena tiap weekend di omelin terus."


Julaika termangu.


"Lulu mau kerja di rumah teman Lulu non, dia bilang lagi cari pembantu. kata temen Lulu majikan nya baik....!"


sambung Lulu yakin dengan keputusan nya.


"non Julaika yang sabar ya, Lulu cuma bisa doain yang terbaik. Sebenarnya kita sendiri yang berhak menentukan mana hal yang harus di perjuangkan dan tidak...kita harus mencari kebahagiaan itu..!"


Lulu semakin bijak, Julaika hanya mengulas senyum.


"ya sudah, kamu baik baik ya lu, ini untuk kamu !"


Julaika memberikan jam tangan yang ia pakai, harganya lumayan mahal.


"jangan non, pembantu kayak saya enggak pantas punya jam sebagus itu !"


Julaika menggelengkan kepalanya.


"jangan bicara seperti itu Lu, ayolah kamu sudah banyak membantu ku !"


"bantu berbohong ?"


Azlan tiba tiba masuk dan mengatakan hal itu.


"Abang sudah pulang ?"


"ya, kenapa ? kamu kaget ?"


Julaika tertegun. Lulu dan Asih langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Azlan langsung masuk dan melangkah naik ke kamar, gegas Julaika mengikuti langkah nya.


"bang, kamu kenapa sih ?"


Azlan langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang tanpa menghiraukan Julaika yang mematung sendiri, Julaika duduk di sofa membiarkan Azlan istirahat sampai keadaan dingin.


**


Azlan mengepal kan tangan nya saat Melihat video yang Viona sodor kan, Di situ terlihat Julaika dan Amar yang tengah bercanda, kedekatan keduanya saat di kantor dan hal lain nya yang membuat Azlan meradang.


"Gue enggak ada maksud apa apa, Tapi Lo harus tahu kalau Amar itu cinta pertama nya Julaika..."


Ujar Helen langsung, Ia sengaja datang ke Depok untuk menjemput Viona yang terkapar pusing dan terus muntah. dokter mengatakan bahwa Mahg nya kambuh, padahal ia sudah telat dua Minggu ini.


"Mereka tuh Deket banget kalau di kantor..."


Sambung Helen semakin membuat Azlan panas, Ia memang pernah mendengar langsung dari Julaika tentang cinta pertama nya itu.


Dan Azlan tidak menyangka kalau pria yang di maksud adalah Amar, pantas Julaika enggan berhenti kerja, Ia juga memilih tidak ikut ke Depok hanya untuk janji bertemu dengan Amar di Gramedia.

__ADS_1


Belum lagi masalah Lulu? sebenarnya Azlan yang memintanya untuk berhenti bekerja di rumah nya, hanya saja Lulu tidak banyak bicara.


*


"bang, kamu kenapa ?"


Tanya Julaika lirih duduk di samping Azlan.


"Aku ngantuk dan capek, biarkan aku tidur !"


Jawab Azlan membuat Julaika membeku seketika, Ia pun melangkah meninggalkan Azlan sendiri di kamar.


Julaika menghubungi Rian, Rasanya ingin sekali pergi ke rumah kakak nya itu, situasi semakin buruk. Azlan pulang dalam keadaan marah.


Namun Urung, Julaika berpikir untuk menyelesaikan sendiri masalah nya dengan Azlan.


Julaika duduk di hadapan kolam, Lulu sudah pergi. biasa nya Dia yang suka menemani nya ngobrol.


Julaika menoleh ke arah Azlan yang turun dari tangga, gegas Julaika menghampiri.


"bang Kamu mau kemana?"


Tanya Julaika menghentikan langkahnya lalu menatap julaika lekat.


"Jul, Abang cinta Sama kamu....!"


Ungkapan itu sering terlontar kan namun tak pernah sekalipun Julaika mengatakan bahwa ia pun mencintai nya.


dan sekarang Azlan tahu jawabannya!


Azlan melengos pergi meninggalkan Julaika yang mematung sendiri tanpa kata, Ia pergi menggunakan motor sport nya.


Julaika melangkah dengan air mata yang mengalir bebas tak tertahankan lagi.


"Sebenarnya kamu kenapa sih bang?"


Julaika merebahkan tubuh nya di ranjang kemudian terlelap dalam tidurnya...


malam....


Julaika mengerjapkan mata nya saat mendengar beberapa orang tengah tertawa, dan suara itu dari belakang rumah. Julaika beranjak dan melihat dari atas balkon, itu suara Azlan dan anak buahnya.


Azlan sudah kembali tapi tidak langsung ke kamar, sebenarnya ada apa sih? tak biasa nya Azlan seperti itu.


Julaika kembali meringkuk dan membiarkan Azlan benar benar tenang dan siap untuk bicara, memaksa pun tidak akan berbuah hasil yang baik jadi Lebih baik diam saja.


pagi.


Viona masuk ke dalam rumah bersama Ratna, wanita paruh baya itu langsung mencari keberadaan putranya yang terkapar di sofa.


"Azlan kamu mabuk?"


julaika turun dari tangga menghampiri kedua nya.


"Azlan...!"


Seru Ratna membangunkan Azlan.


"hei kamu kenapa sih biarkan Azlan mabuk, dasar istri enggak guna !"


Umpat Ratna membuat Azlan terbangun.


"Apa sih kalian datang pagi pagi buat onar, berisik tahu enggak !"

__ADS_1


Ujar Azlan mendengus menatap ketiga perempuan yang berada di hadapannya.


"Azlan, Viona hamil... kamu harus menikahi nya !"


Ujar Ratna membuat Julaika terperangah.


"hamil ?"


Azlan tertawa kecil, ia masih dalam pengaruh alkohol.


Julaika langsung menitikkan air mata nya saat viona membeberkan kedekatan mereka.


foto mesra mereka saat berada di ranjang.


"gue enggak pernah tidur sama Lo, itu bukan gue !"


Bantah Azlan tertegun melihat Julaika menangis, pagi hari yang begitu memilukan.


Entah mimpi apa semalam hingga pagi hari ia di suguhi pahit nya empedu.


"buat apa gue tidur sama Lo, gue punya istri yang cantik dan sempurna !"


sambung Azlan meraih pundak Julaika.


"meskipun dia enggak cinta sama gue, tapi gue cinta... dan di foto itu bukan gue, seperti nya itu Kevin !"


Julaika menoleh ke arah Azlan yang masih merangkul nya, bau alkohol menyeruak membuat sesak, berulang kali Julaika beristighfar dalam hati.


"Ini kamu Azlan, jangan mengelak lagi..."


Ujar viona tak mau kalah.


"Ya, ibu enggak keberatan kok kamu nikah lagi, kasihan Viona sudah hamil lan!"


Ratna menimpali tanpa hati.


Azlan melangkah menghampiri Mereka berdua.


"dengar Viona, Lo enggak akan hamil kalau tidur Sama gue, gue pakai pengaman jadi siapa pun perempuan yang tidur sama gue enggak akan hamil !"


"Astaghfirullah...!"


seperti duri menikam hati, Julaika tidak pernah tahu kalau Azlan melakukan hal itu.


pantas ia tidak juga hamil, ternyata Azlan sendiri yang mencegah nya.


Viona senyum melihat Julaika menangis tergugu, tidak apa lah Azlan mengelak tapi satu hal menyakitkan terbongkar, viona yakin hubungan mereka tidak akan baik baik saja setelah ini.


Satu dayung, dua tiga pulau terlampaui. Viona tersenyum senang melihat Julaika pergi meninggalkan mereka naik ke atas kamar. gegas Julaika mengunci pintu dan merosot ke bawah bersandar pada pintu.


"ya Allah sakit sekali....!"


*


**


***


****


bersambung...


Ayo mana komentar nya?🤭🤭😍

__ADS_1


jangan lupa like ya...


terima kasih 😍🤭


__ADS_2