My Wife Introvert

My Wife Introvert
mencintai pekerjaan nya.


__ADS_3

Setelah selesai mengganti pakaian terakhir, Azlan bergegas pulang karena khawatir dengan keadaan Julaika, mencoba kembali menghubungi nya namun nomor nya malah tidak aktif.


Julaika sendiri saat ini berada di depan super market, Ia tengah menunggu pesanan batagor nya setelah belanja beberapa cemilan.


Duduk asik tanpa memikirkan Azlan yang cemas akan dirinya, Julaika sudah tidak sabar menunggu pesanan nya tersaji. perut'nya sejak tadi demontrasi meminta makanan.


*


Azlan kembali ke villa, bergegas membuka pintu namun tidak bisa karena pintu terkunci, Azlan mengerutkan keningnya bertanya tanya kenapa di kunci, apa Julaika di dalam? atau pergi keluar?


"Jul, Abang pulang buka pintu nya...!"


Sepi tak ada jawaban.


"Julaika....!"


Seru Azlan lagi lalu melangkah ke samping villa, mungkin Julaika masih tidur tapi kamar juga kosong.


"kemana sih dia ?!"


gumam Azlan sendiri lalu bertanya pada penjaga villa yang tidak jauh dari tempat itu.


"pak, lihat istri saya keluar enggak ?!"


Tanya Azlan saat tiba di pos.


"Kalau enggak salah tadi keluar pak ?!"


Azlan mengangguk lalu melangkah ke depan.


"Apa mungkin Julaika pergi ke supermarket ?!"


gegas Azlan melangkah kan kakinya menuju supermarket yang tidak jauh dari villa.


Azlan menghentikan langkah nya saat melihat seseorang tengah duduk makan sendiri, Azlan lupa tidak membeli kan Julaika makanan sebelum pergi, istri nya itu pasti kelaparan !


"Abang....!"


Julaika beranjak dari duduknya namun cepat Azlan menahan nya.


"kamu lanjutkan saja makan nya dek !"


Julaika duduk tertegun.


"Abang cari jul? hm, Jul lapar banget, di villa enggak ada makanan jadi Jul pergi ke supermarket aja !"


"Ya, Abang cari kamu, maaf ya dek! Abang tadi lupa enggak beliin kamu makanan, Abang telpon malah enggak aktif !"


"Oh ya, itu baterai nya habis. Jul charger di kamar !"


Azlan mengangguk lalu membiarkan Julaika melanjutkan makan nya.


Azlan termenung sendiri, karena pekerjaan Ia menelantarkan Istrinya, bersyukur karena Julaika tidak marah ?l


keduanya kembali ke villa setelah Julaika selesai makan, Azlan menggenggam tangan nya erat sepanjang jalan.


"pekerjaan Abang udah selesai ?"


tanya Julaika masuk ke dalam villa bersama Azlan.


"udah, Di sana ada Rara sama Siva, Abang cemas karena kamu enggak jawab panggilan dari Abang !"


"Ya , maaf ya bang...Jul kira Abang enggak akan hubungi Jul !"

__ADS_1


"Mana mungkin jul, kamu sendirian di villa !"


Azlan langsung merengkuh tubuh Julaika sembari mengelus kepala nya sayang.


"ya sudah Abang mandi dulu ya sekalian sholat Maghrib !"


Julaika mengangguk membiarkan Azlan masuk ke dalam kamar.


Malam ini mereka masih menginap di villa, esok barulah keduanya pulang.


Julaika memperhatikan Azlan yang terlelap lebih dulu, Terlihat raut wajah nya yang letih.


Julaika termenung mengingat pesan dari Rasyid kala itu.


Julaika berpikir untuk menemui Rasyid dan menyelesaikan masalah mereka, Ia tahu Rasyid kecewa maka Julaika berpikir untuk meminta maaf agar tak ada dendam di antara mereka karena sakit hati.


"Jul, kamu belum tidur ?"


Azlan meregang kan tangan nya lalu beranjak duduk di samping Julaika.


"kenapa masih terjaga hm?"


Azlan langsung merengkuh kepala Julaika memeluk nya sayang.


"enggak apa-apa, Jul emang belum ngantuk !


mungkin karena tadi siang tidur cukup lama !"


Azlan mengangguk.


"lapar lagi ?"


tanya Azlan memindai wajah Julaika.


"enggak bang...!"


"kamu lelah ya bang !"


Azlan mengangguk lalu mengajak Julaika berbaring lagi.


"Ya , ayo tidur ini sudah malam. team juga sudah pulang, besok kita kembali ke Jakarta !"


Julaika mengangguk lalu memejamkan mata nya sambil memeluk tubuh Azlan yang hangat.


**


Pagi...


Udara kota Bogor begitu dingin, berbeda dengan ibu kota tentunya.


Julaika keluar dari villa menggunakan sweater Hoodie milik nya, Semua barang sudah ia kemas. mereka tinggal pulang.


Azlan tengah berada di villa sebelah membicarakan soal pekerjaan.


Terdengar suara perempuan yang seperti nya tengah berenang, mungkin Viona dan yang lain nya.


Julaika duduk di hadapan kolam renang, air nya begitu dingin tapi mereka kuat.


Julaika memeluk tubuh nya sendiri, menuggu Azlan kembali ke villa.


Julaika menoleh ke arah pintu yang di geser, Azlan berjalan menghampiri nya.


"Abang cari kamu ke kamar..."

__ADS_1


Ucap nya lalu memeluk Julaika, mencium pipi nya berulang kali hingga rasa dingin itu berganti hangat.


"kita mau langsung pulang bang..?"


Tanya Julaikah masih dalam dekapannya.


"ya, mau pergi jalan-jalan dulu juga boleh !"


jawab Azlan mengajak Julaika duduk di kursi panjang.


"kemana bang ?"


Julaika memindai wajah Azlan yang mengulas senyum.


"Banyak wisata yang bagus di Bogor, tapi kita pulang saja" sahut Azlan mengingat pekerjaan nya yang baru.


"nanti sore Abang ada kerjaan di salah satu studio, merias beberapa artis. kali ini Abang kerja dengan para senior yang sudah berpengalaman..."


sambung Azlan.


"setiap hari bang ?"


Azlan mengangguk.


"setiap hari karena acara musik nya juga setiap hari, Abang berangkat jam tiga sore dan pulang malam. enggak apa apa kan ?"


Julaika mengangguk.


Mana bisa Jul melarang sementara Azlan sangat mencintai pekerjaan nya itu.


"ya sudah ayo kita pulang sekarang !"


Ajak Azlan menuntun tangan Julaika keluar.


"kamu tunggu di depan, biar Abang yang bawa barang barang kita keluar !"


Julaika menurut dan menuggu di depan villa.


Tak lama Azlan kembali dengan membawa barang barang nya, milik Azlan lebih banyak karena keperluan pekerjaan nya.


"Sebentar ya Abang temui penjaga villa dulu !"


Julaika mengangguk lalu netra nya kembali menangkap seorang anak kecil berlari ke belakang villa.


Julaika menoleh namun sudah tidak ada, Ia pun kembali ke mobil karena Azlan sudah kembali.


"Ada apa dek ?"


Julaika menggeleng lalu masuk ke dalam mobil.


"yang lain sudah pulang bang ?"


"belum katanya siang, Rara juga Masih tidur di kamar nya dengan Siva !"


Julaika mengangguk, Azlan langsung membawa mobilnya melesat meninggalkan villa.


Tak ada percakapan apapun di antara mereka, Julaika juga memilih diam melihat lihat pemandangan sekitar.


Entah terakhir kapan ia pergi tamasya dengan keluarga ? mereka sama sama sibuk dan saat weekend memilih untuk istirahat di rumah.


Besok Julaika kembali ke kantor, ia harus siap menghadapi omongan miring tentang pernikahan nya yang tidak sesuai rencana, Apalagi Rosa, dia senior yang paling Rese, Senang mengomentari masalah orang, maka nya di kantor Julaika juga tidak pernah ngobrol selain dengan orang yang ia percaya.


seperti Reva dan Alisa, keduanya berteman sejak masuk di perusahaan itu, tepat nya empat tahun yang lalu.

__ADS_1


cukup lama Jul bekerja di sana, dan rasanya enggan untuk Risen terkecuali Ia memiliki anak, kemungkinan ia akan berhenti bekerja.


bersambung..


__ADS_2