My Wife Introvert

My Wife Introvert
bagaimana rasanya jadi aku?


__ADS_3

Amar memperhatikan beberapa bunga tulip dengan berbagai warna, pemilik toko bunga mengatakan bahwa tidak setiap hari toko mereka menyediakan bunga tersebut.


"tolong bungkus ya sepuluh tangkai bunga tulip dan kirim kan ke alamat ini atas nama Julaika, tapi Jangan sertakan pengirim nya !"


Amar tak ingin Julaika tahu siapa pengirimnya.


Amar kira hari ini Julaika akan tetap mengambil cuti tapi ternyata ia tetap masuk meski dengan wajah murung.


"sore ya kirim nya !"


"baik pak...!"


Amar pergi setelah memberikan uang seratus ribu Lima lembar.


berharap Julaika senang melihat bunga tersebut.


*


Sore itu Julaikah pulang ke rumah, Mobil Azlan sudah tidak ada di halaman. apa mungkin Azlan sudah pergi ?


Julaika keluar dari mobil lalu melangkah ke pintu, namun terhenti saat seorang kurir menghampiri membawa buket bunga tulip.


"Nona Julaika...?"


Julaika mengangguk.


"Ada kiriman bunga untuk Anda...!"


ujar kurir tersebut bertepatan dengan mobil Azlan yang masuk ke halaman rumah.


Gegas Azlan menghampiri Julaika dan kurir tersebut.


"Bang, aku kira kamu sudah berangkat !"


Azlan menoleh pada buket bunga tersebut.


"Dari siapa ?"


tanya Azlan pada kurir tersebut.


"Tidak ada nama pengirim nya pak, silahkan di terima !"


Azlan langsung merampas buket itu lalu menanda tangani nya.


"Terimakasih, permisi pak ?"


Azlan mengangguk.


"Siapa kira kira yang mengirim kamu bunga Julaika, aku yakin dia suka sama kamu ! atau dari Rasyid ?"


Julaikah tertegun saat Azlan meremas bunga itu.

__ADS_1


"Aku enggak tahu siapa yang mengirimkan aku bunga itu, tapi aku enggak suka kamu merusak bunga itu !"


Ujar Julaika masuk ke dalam rumah, Azlan terdiam lalu melempar bunga tersebut.


"Abang yakin kamu tahu Jul, siapa yang mengirim bunga itu !"


Sahut Azlan mengikuti langkah Julaika masuk ke dalam kamar.


Lulu keluar lalu memungut bunga itu, wangi dengan berbagai macam warna. entah siapa yang mengagumi majikan nya itu ?


"Enggak, Jul enggak tahu ! kenapa sih Abang berpikir seperti itu ?"


"karena Abang tahu ada yang kamu sembunyikan, kenapa kamu enggak jujur ? apa karena itu kamu enggak mau ikut Abang ke Cianjur ?"


Julaika tertegun dengan berbagai macam pertanyaan dari Azlan.


"Jul enggak mau ikut karena Jul....!"


Julaika bungkam dengan nafas tersengal menahan air mata nya.


"kamu enggak tahu bagaimana rasanya jadi aku? Melihat pengantin lain bahagia di hari pernikahan nya ? Sementara aku ? apa kamu pikir semua itu mudah ?!"


Azlan tertegun mendengar apa yang Julaika ungkap kan.


"Aku tidak menyesali keberadaan kamu meski cara tuhan begitu memilukan, Aku merasa sedih saat melihat mereka bahagia di hari pernikahan nya, menyanyi dan berjoget bersama mempelai pria, sementara aku ? Stop ajak aku menyaksikan semua itu !


Aku mohon bang !"


Julaika berjongkok lalu menangis, Azlan menghampiri lalu memeluk Julaika kemudian membawa nya ke ranjang.


ujar Azlan mengusap punggung Julaika.


Azlan tak memaksa Julaika untuk ikut dengan nya, Seperti permintaan Julaika, Azlan mengantar nya ke rumah Rena, Awalnya hendak ke rumah Rian, namun kakak nya pergi keluar kota bersama Yulia.


"Ya sudah Abang berangkat ya, Abang pergi sama Rara dan Siva. kalau ada apa apa kamu hubungi Abang ya!"


Julaika mengangguk lalu masuk ke dalam rumah Rena.


Azlan melajukan mobilnya menuju rumah Ratna untuk menjemput Rara dan Siva.


Sejak tadi benak nya terus memikirkan Julaika, Ia tidak tahu kalau selama ini Julaika menghindar karena pengalaman pahit yang pernah terjadi pada nya, lalu bagaimana ? sementara itu adalah pekerjaan nya !?


Dan siapa yang mengirimkan bunga tulip tersebut, Azlan yakin ada seseorang yang mengagumi istri nya.


Rasyid juga bisa jadi karena Ia bisa menyuruh orang lain untuk membeli bunga tersebut.


"kak, mana kak Julaika?"


Azlan berpindah duduk saat Sholeh masuk mengemudi kan mobil mereka.


"enggak ikut, di rumah Kakak nya ?"

__ADS_1


Jawab Azlan lalu membuka laptop nya.


"loh kok enggak ikut ? sakit kak ?"


"enggak tapi dia mau di rumah !"


Rara mengangguk, itu Lebih baik karena ikut juga merepotkan Azlan, kakak ipar nya itu suka rewel kalau ikut dengan mereka, toh niatnya untuk kerja kan bukan liburan.


**


Julaika menceritakan tentang seseorang yang mengirim nya bunga tulip, seingat Julaika tidak ada yang tahu kalau ia menyukai bunga itu selain Rena dan Alisa.


"feeling kamu siapa Jul !?"


tanya Rena ikut berpikir.


"entah lah...!"


jawab Julaika menelungkup kan wajah nya pada bantal.


"ya, sudah istirahat sajalah... nanti kakak panggil kamu kalau mau makan malam !"


Julaika mengangguk lalu membalikkan tubuhnya.


*


Amar tertegun mendengar cerita dari kurir tersebut, bahwa bunga tersebut Azlan lah yang menerima nya. bahkan Ia seperti marah mendapati seseorang mengirim bunga untuk istri nya.


Pagi itu Amar pergi berolahraga menggunakan sepeda gunung nya, dalam benak tak henti memikirkan Julaika?


apa mereka bertengkar karena bunga itu?


Amar pikir Suami Julaika tidak ada di rumah dan tak akan mengetahui perihal bunga tersebut, tapi ternyata bunga sampai berpapasan dengan Suami Julaika yang juga Tiba di rumah.


Amar memperhatikan Julaika yang tengah menuntut sepeda gunung bersama seorang anak berusia tujuh tahunan, tak lama seorang wanita menghampiri mereka.


Suasana Monas pagi itu cukup ramai, Amar tidak menyangka bisa bertemu dengan Julaika.


Amar tersenyum lalu membidik Julaika yang tengah memesan kerak telor dengan kamera ponsel nya.


Pagi itu Rena sengaja mengajak Julaika ke Monas untuk berolahraga sekaligus hiburan dari pada di rumah terus, sebelum nya Julaika juga sudah meminta izin pada Azlan.


Dan Viona begitu senang saat mengetahui kalau Julaika tidak ikut meskipun Azlan menolak untuk di dekati, tapi bagi nya hal itu sebuah kemajuan dari hubungan mereka yang mulai meregang, itu menurut Viona.


Dalam benak Azlan justru ia tidak berhenti memikirkan Julaika.


Azlan termenung mengingat pernikahan mereka yang tanpa rencana, Tidak ada yang tahu bagaimana terluka nya Julaika saat menyaksikan pengantin lain berbahagia di hari pernikahan nya, sementara ia harus menikah dengan seorang pria yang tidak ia kenal sama sekali, meskipun saat ini kedua nya dekat lebih dari seorang yang sebelumnya ia kenal namun penuh dengan kebohongan.


Azlan menyilang kan tangan nya di dada, Kali ini ia merasa sepi karena Julaika tidak ikut bersama nya, padahal setelah acara ini selesai Azlan berniat mengajak istri nya itu jalan jalan.


"Udah jangan mikirin kak Jul terus, terkadang tak semua hal harus terpenuhi, biarkan kak Jul dengan dunia nya kak, jangan memaksa nya untuk nyaman dengan keadaan yang tidak ia sukai, kak Jul kan introvert jadi kak Azlan harus memahami keinginan nya..."

__ADS_1


ujar Rara memberikan saran pada kakaknya itu.


bersambung.


__ADS_2