
Azlan tengah mengusap perut Julaika yang sudah terlihat buncit, maklum lah karena Julaika mengandung dua bayi sekaligus.
Julaika tersenyum saat Azlan mencium perut nya, tangan nya reflek mengusap kepala rambut Azlan yang sedikit gondrong.
"Menurut Abang bayi nya perempuan apa laki laki ?"
Azlan mendongak menatap wajah cantik istri nya, meski sering merasa mual dan pusing tapi Istri nya ini tidak pernah lupa untuk merias wajah nya.
Azlan menyentuh pipi Julaika yang merona merah, istri nya itu tersenyum membuat Azlan berhasrat.
Perlahan Azlan mendekati Julaika lalu meraup bibirnya, menciuminya dengan lembut hingga berubah semakin menuntut.
Tidak ada jawaban dari pertanyaan Julaika, Yang ada hanya cumbuan mesra yang membuat julaika tidak berdaya.
Selain pintar merias dan cukup ahli di bidang fashion, pria ini juga semakin mahir di Ranjang.
Tak ada yang bisa julaika lakukan selain membiarkan Azlan mencumbu nya sesuka hati, Membalas apa yang Julaika bisa.
Menciptakan gigitan kecil hingga meninggalkan bekas, hal yang menjadi favorit Azlan melihat Julaika mengigit bibir nya menahan desahannya.
Hujan deras yang masih mengguyur kawasan itu membuat keadaan semakin Syahdu, menyiram benih cinta yang telah tumbuh dalam rahim istri nya.
"Terimakasih Jul, keputusan paling tepat dalam hidup ku adalah mempertahankan kamu untuk tetap dengan ku..."
Ujar Azlan memeluk Julaika lepas percintaan mereka.
*
**
***
Pagi...
Julaika menyipitkan matanya saat sinar Surya menebus kaca jendela yang masih berembun.
Julaika memutus kan untuk kembali ke ranjang setelah sholat subuh.
"sayang ayo bangun !"
Julaika menoleh ke arah Azlan yang menyembul masuk ke dalam kamar.
"Kita jalan jalan yuk...!"
"Kemana bang ?"
Julaika beranjak dari ranjang dengan masih menggunakan piyama tidurnya.
"sekitar villa saja, kita pergi naik motor !"
__ADS_1
Azlan membuka lemari dan mengambil celana training serta kaos lengan panjang untuk istri nya itu.
"Ayo ganti pakaian nya!"
Julaika memindai tubuh nya di cermin, Julaika merasakan tubuh nya sedikit berisi di bagian depan dan belakang.
Julaika terkekeh sendiri melihat tubuh nya yang tidak ramping seperti dulu.
"Lihat sekarang udah enggak jelas bentuk nya ?"
Ujar julaika memiringkan tubuhnya ke samping kanan dan kiri.
"Ibu hamil itu seksi, apa yang tidak berbentuk. justru lebih menonjol di bagian depan dan belakang !"
"ih Abang !"
Azlan terkekeh lalu memeluk Julaika dari belakang, mengusap perut nya lagi.
"Weekend yang akan datang kan kita mau bikin acara di sini, jadi enggak usah pulang saja, nanti Ibu sama ayah suruh langsung ke sini saja sayang !"
"tapi kamu jauh ke studio bang, Aku enggak mau kamu kelelahan ! aku mau ketemu kamu tiap hari !"
"ya, Abang akan pulang tiap hari kamu tenang saja sayang !"
Jawab Azlan membalik kan tubuh Julaika lalu memeluk nya erat.
kedua nya pergi keluar bersama Rara dan juga Ratna, mereka pergi dengan tiga motor.
Pesan Ratna sebelum mereka berangkat pergi.
"ya, siap Bosque !"
jawab Azlan sembari terkekeh kecil lalu menarik tangan Julaika Agar memeluk pinggang nya.
Ketiga nya melaju menyisir kota Bogor yang begitu sejuk lepas hujan semalam.
Azlan menghentikan lajunya saat Julaika meminta nya membeli kue serabi kuah santan.
Julaika berjongkok memperhatikan Ibu tua itu menuangkan adonan ke dalam citakan serabi yang terbuat dari tanah liat.
"Mau beli banyak, nanti Kita bagikan ya bang !"
"boleh sayang, borong semua juga enggak apa-apa !"
Jawab Azlan sembari memegang pipi Julaika.
Ratna dan yang lainnya ikut bergabung dengan Julaika, mereka duduk di kursi sembari melihat pemandangan kebun teh dari kejauhan.
Julaika begitu senang karena memiliki suami yang begitu menyayangi nya, Azlan begitu baik pada nya.
__ADS_1
Setelah selesai mereka membagikan makanan itu ke para pengguna jalan yang melewati mereka.
Fadli memperhatikan Azlan dan Julaika, keduanya sama-sama memiliki jiwa sosial yang tinggi, untuk acara yang akan datang pun Julaika ingin mengundang banyak anak yatim piatu.
pernah beberapa kali melihat mereka membagikan sembako untuk para pemulung dan pedagang kecil di jalanan.
Fadli sempat heran melihat mereka membeli banyak sembako, Fadli kira untuk apa ? ternyata untuk mereka bagikan pada mereka yang kurang mampu.
setelah itu mereka mampir ke kebun teh, di sana ada warung kecil yang menjual kopi dan cemilan yang lain nya.
Ratna dan Fadli duduk berdua menikmati pemandangan alam, sementara Kedua anak nya tengah asik berfoto.
Keadaan langka karena mereka sebelumnya selalu sibuk dengan pekerjaan, tapi hari ini mereka rehat sejenak menikmati hidup.
Setelah matahari mulai naik, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah kaca. Julaika menjinjing plastik berisi Manggar muda.
"Mau makan rujak sekarang bang !"
"ya sudah Abang kasih ke bibi dulu ya!"
Julaika mengangguk lalu mengusap perut nya sendiri. Azlan tersenyum lalu beranjak ke dapur.
Lima belas menit kemudian rujak berada di hadapan mereka, Julaika langsung melahap nya tanpa sungkan.
"Nanti pakai dekorasi aja kak sama tenda, nanti kan bakal ada Ibu pengajian sama anak anak yatim !"
ujar Rara memberikan saran.
"ya, Abang sudah atur dan minta Andi untuk mempersiapkan semua nya untuk acara weekend yang akan datang !"
Rara mengangguk.
Julaika hanya mendengar kan kedua nya berbincang masalah WO dan yang lain nya.
"Boleh undang bang Amar ? Jul dengar mereka sekarang ada di Jakarta !"
"boleh sayang kenapa tidak, Abang tidak pernah melupakan kebaikan nya meskipun dia cari kesempatan dalam kesempitan !"
tukas Azlan membuat Julaika terperangah, sementara Azlan malah terkekeh kecil.
"Apa sih bang !?"
Julaika mengerucut kan bibir nya.
"enggak sayang, Abang bercanda ! biar Abang yang hubungi amar ya !"
Julaika mengangguk, Ia sendiri sudah memberi tahu semua kerabat termasuk kedua kakak dan sahabat nya di kantor.
kabar membahagiakan juga datang dari Reva, Ia sudah memiliki tunangan dan pria tersebut seorang pilot pesawat. kedua nya tak sengaja bertemu saat Reva mengantar kakak nya ke bandara, pertemuan singkat itu membuat kedua nya saling jatuh cinta hingga berlanjut sampai hari ini, Julaika ikut senang karena sahabat baik nya juga sudah menemukan kebahagiaan nya.
__ADS_1
bersambung...