My Wife Introvert

My Wife Introvert
menginjak satu tahun.


__ADS_3

Bunga sakit dan Di saat seperti itu hanya amar yang bisa membantu nya, kedua orang tua nya berada di luar negeri, dan kakak nya tinggal di luar kota.


Awalnya bunga menolak namun Saat itu ia benar benar butuh seseorang yang bisa membantu nya, apa lagi saat dokter mengatakan kalau Ia terkena penyakit paru-paru.


Dan Amar dengan siaga berada di samping nya, mengantar nya ke rumah sakit dan menemani nya di rumah.


Pria itu benar benar mencurahkan perhatian nya pada bunga, dan berharap hubungan keduanya bisa seperti dulu, Amar juga tidak mungkin terus berharap pada seorang wanita yang sudah menikah.


"Kamu sakit ?"


Bunga mengangguk sambil tersenyum kecil, Julaika memindai wajah amar tampak santai.


"kalian mau pulang atau baru datang ?"


Tanya Julaika.


"HM, mau pulang ! Kita hanya berobat saja !"


Julaika mengangguk.


"kalian sedang apa ?"


tanya Amar memindai wanita yang terlihat bahagia, Amar bersyukur kalau hubungan mereka baik baik saja, berbeda dengan bunga yang tampak iri dengan Julaika karena memiliki Azlan.


"Kakak ipar mau melahirkan, kita sedang menunggu!" jawab Julaika senyum, Ia berharap kalau mereka bisa seperti dulu.


"oh seperti itu ?!"


Julaika mengangguk,. setelah itu keduanya pamit pulang. Azlan mengajak Julaika kembali ke ruang persalinan menghampiri Ratna dan Padli yang baru datang.


"Semoga mereka bisa CLBK ya?"


ujar Azlan mengulas senyum.


"HM, ini makanan siapa ?"


tanya Padli sambil mengunyah makanan tersebut, itu adalah bekal untuk Azlan makan.


Ratna sendiri asik memainkan ponselnya.


"Ayah itu punya Azlan ah !"


Ujar Azlan lalu mendengus kesal.


"ya udah enggak apa-apa bang!"


Sergah Julaika meraih tangan Azlan.


"ya, ayah lapar ! makanan nya enak !"


Julaika tersenyum.


"Ada apa sih kalian selalu saja gaduh ?"


ujar Ratna termangu saat mendengar suara tangis bayi dari dalam ruang persalinan.


"Alhamdulillah, Viona sudah melahirkan !"


sambung Ratna lalu menghampiri pintu, Julaika ikut senang mendengar hal itu.


Viona melahirkan bayi laki-laki yang tampan persis sekali dengan Kevin.


Saat ini Kevin tengah berada di perjalanan pulang, Ratna meminta nya untuk pulang waktu itu juga.

__ADS_1


"Alhamdulillah, bayi nya laki laki !"


Ujar Ratna langsung merengkuh bayi tersebut saat Suster membawa nya keluar.


"Alhamdulillah, semoga cepat ketularan ya!"


ujar Azlan mengusap perut Julaika.


"Amin...!"


jawab Ratna dan Padli bersama membuat Julaika tertegun kemudian mengulas senyum. keduanya mengamini doa Azlan, Julaika pikir mereka tidak akan peduli.


Setelah itu Azlan pamit pulang karena ia juga harus pergi ke studio, Sebentar lagi juga Kevin datang.


"sayang di rumah masih ada enggak makanan ?"


tanya Azlan masuk ke dalam mobil.


"enggak tahu, nanti Jul telpon bi Asih ya!"


Azlan mengangguk lalu melajukan mobil nya menuju rumah.


Julaika begitu lega saat Asih mengatakan bahwa makanan yang tadi ia masak masih tersisa di rumah, gegas Azlan mempercepat laju mobil nya menuju rumah.


"Makan dulu deh sebelum ke studio, lapar banget ! makanan malah habis sama ayah !"


Gerutu Azlan membuat Julaika terkekeh kecil.


"kok kamu malah ketawa sih sayang?"


"emang enggak boleh ?"


Tanya Julaika kembali terkekeh kecil, keduanya masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.


"Apa bang, katanya mau makan !"


Ujar Julaika senyum memindai hasrat pada netra milik suaminya itu.


"makan kamu aja lah dulu !"


Jawab Azlan lalu merebahkan tubuh Julaika di ranjang, membuka hijab'nya lalu mulai mencumbu nya perlahan hingga menuntun.


Julaika hanya bisa pasrah di bawah Kungkungan suami nya yang semakin menuntut lebih dari sekedar mencumbu.


***


*****


*********


Sore itu Azlan masuk ke dalam studi dengan wajah sumringah dan segar, ia menuntun paper bag berisi makanan yang Julaika bawakan untuk nya.


"seger bener bang Azlan, pasti udah ketemu sama istri nya...?"


salah satu kontestan mencari bakat terkekeh kecil.


"ya lah kalau udah ketemu pasti bahagia !"


Jawab Azlan senyum lalu membuka kotak nasi tersebut, Nasi, daging rendang dan capai kesukaan nya.


"wah di bawain makanan juga !"


ujar seseorang tersenyum.

__ADS_1


"ajak dong istri nya ke sini bang Azlan !"


"dia enggak bakal mau!"


jawab Azlan sambil mengunyah makanan nya.


"kenapa ?"


"my wife introvert, dia enggak suka tempat ramai kayak gini ! bagi nya pekerjaan yang berat berinteraksi dengan orang banyak !"


Ucap Azlan menjelaskan tentang keadaan istri nya, Azlan selalu berusaha menghargai dan tidak menuntut hal apapun dari Julaika, yang terpenting istri nya itu mau memahami pekerjaan nya.


Seseorang pun berbisik pada yang lain nya, membiarkan Azlan makan dengan lahap.


Beberapa waktu berlalu...


Julaika termenung sendiri di depan rumah, tukang kebun tengah merapikan tanaman.


Tak terasa usia pernikahan nya dengan Azlan hampir menginjak satu tahun, banyak hal yang sudah terlewati.


Julaika bersyukur karena Bunga akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Amar, keduanya menikah di Amrik dimana kedua orang tua Bunga berada, Julaika hanya bisa mendoakan kebaikan dan kebahagiaan untuk mereka berdua.


Julaika menoleh pada mobil yang masuk ke halaman rumah, seperti nya teman teman Azlan tapi suaminya itu baru saja berangkat ke studio.


"hai assalamualaikum... Mbak !"


ujar seorang perempuan cantik menghampiri lalu di ikuti oleh yang lain nya, dua pria dan dua perempuan.


"walaikumsalam....hm, mau ketemu bang Azlan ?"


tanya Julaika lalu mencuci tangan nya yang kotor.


"enggak, kita mau ngobrol sama Mbak Julaika sebentar boleh ?"


ujar Wina, ia seorang penyanyi yang memiliki suara merdu.


"Boleh, ayo masuk !"


Ajak Julaika membuka pintu lebar.


Asih langsung menyiapkan makanan dan minuman untuk para tamu.


Mereka langsung menyampaikan keinginan nya pada Julaika untuk memberikan kejutan pada Azlan besok malam tepat di malam ulang tahun Azlan.


"Mau kan datang ke panggung mencari bakat untuk kasih kejutan Mbak !"


Julaika tertegun sejenak mendengar apa yang mereka utarakan.


"Ayolah Mbak, bang Azlan pasti senang !"


Julaika berpikir, besok bukan hanya ulang tahun azlan tapi juga anniversary pernikahan mereka yang pertama, tepat dimana Azlan menjadi calon pengantin pengganti Rasyid.


"Ayo dong mbak Julaika, mau ya! please !"


ujar Wina memohon pada Julaika, mereka memang teman akrab Azlan, lalu datang Rara ikut mengompori agar Julaika mau datang ke panggung memberikan kejutan.


"Nanti sama Rara kak, ajak juga kak Rena dan kak Rian ?!"


Julaika belum menjawab.


"Rara yakin, kak Azlan pasti senang karena setiap tahun hanya merayakan dengan Rara saja, kali ini kan sudah ada kak Julaika...!"


Julaika mengangguk menerima permintaan mereka, tidak ada salah nya memberikan Azlan kejutan selama ini ia juga selalu memberi nya kejutan, berharap Azlan bahagia melihat kehadiran nya di panggung.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2