My Wife Introvert

My Wife Introvert
terlambat datang bulan.


__ADS_3

"Bang Azlan gimana perasaan nya melihat istri nya tiba tiba berada di panggung hiburan...?"


Azlan senyum lalu merangkul pundak Julaika kemudian mencium pipi nya singkat membuat suasana semakin riuh.


"Sangat senang karena dia ini enggak pernah mau kalau aku ajak ke sini !"


Jawab Azlan membuat Julaika terkekeh.


"kenapa enggak mau mbak, coba cerita ?!"


Cakap salah satu pembawa acara.


Amar dan bunga kebetulan menonton acara tersebut di rumah, fardan dan Rida juga tersenyum melihat mereka berdua.


Ratna juga menonton sambil menggendong cucunya yang tidak mau tidur, sementara viona dan Kevin sudah tidur sejak tadi.


Ratna bersyukur karena Kevin mulai berubah semenjak kehadiran putra mereka, rafki Aprilio.


sikap nya lebih baik dan perhatian pada viona, hal itu membuat rumah tangga keduanya membaik.


"Istri ku ini luar biasa, baik, smart cuma dia ini...!"


Azlan memindai wajah Julaika yang tersipu.


"My wife introvert...dia paling enggak suka tempat ramai seperti ini, makanya jago loh yang berhasil bujuk istri aku untuk datang ke panggung ini. terimakasih "


Julaika mengulas senyum, memang butuh perjuangan untuk menyesuaikan diri di tempat ramai seperti ini, namun demi Azlan ia rela, apa lagi ini ulang tahun suami nya.


"dan yang menjadi kejutan, malam ini bukan hanya hari ulang tahun aku tapi anniversary pernikahan kita setahun pertama...!"


Julaika mengangguk, hal itu memang benar. pernikahan tak terencana untuk mereka berdua.


"sayang boleh enggak aku cerita tentang kita !"


Julaika mengangguk mengizinkan Azlan bercerita, semua orang terpukau mendengar kisah cinta tak terencana mereka berdua.


Dan saat itu Mala juga menonton acara itu, meskipun sebenarnya ia sudah tahu dari Adi.


Suami nya itu bercerita setelah fonis pengadilan Rasyid keluar.


"Aku bersyukur dengan kejadian itu, tidak pernah menyesali apa yang terjadi di antara aku dan Julaika, Aku bahkan sangat mencintai nya !"


Cakap Azlan lalu memeluk Julaika.


"Terima kasih sudah bertahan dengan ku....!"


sambung Azlan lalu memeluk Julaika.


"seharusnya aku yang berterima kasih karena kamu mau menerima aku apa adanya...!"


"tentu saja, aku mencintaimu Jul. sangat mencintai mu !"


Julaika mengulas senyum dengan mata berbinar bahagia bercampur haru karena Azlan mengatakan hal itu di halayak ramai dan pasti banyak yang menonton mereka berdua.


Setelah acara tiup lilin, berdoa bersama, Potong kue dan sedikit obrolan selesai Azlan mengajak Julaika pulang di ikuti oleh Rian dan Rena, acara berjalan lancar.


"besok kita pergi ya !"


"kemana bang ?"

__ADS_1


"Amsterdam.....!"


Julaika terperangah dengan wajah berbinar senang, Azlan langsung berbicara pada Rian dan Rena perihal rencana keberangkatan nya dengan Julaika untuk bulan madu.


Azlan begitu bahagia, momen ulang tahun yang begitu indah karena Julaika hadir memberikan kejutan untuk nya.


sontak hal itu ramai di perbincangkan di berbagai media sosial, semua orang tahu Awal pernikahan mereka yang tidak terencana, bagaimana indahnya skenario tuhan mempersatukan mereka dalam akad suci pernikahan.


Jodoh tak ada yang tahu, kita berencana dengan siapa namun tuhan menunjukkan orang lain menjadi teman hidup nya.


Pagi....


Azlan tertegun saat Melihat Julaika muntah muntah di kamar mandi, beberapa waktu mengeluh mual dan pusing.


"Sayang, kamu yakin mau berangkat ?"


Tanya Azlan sudah bersiap untuk pergi sementara Julaika malah mengeluh mual.


"Enggak apa apa, cuma masuk angin nanti Jul tidur di pesawat bang ! Jul mau pergi bang !"


Amsterdam adalah kota yang ingin sekali ia kunjungi sejak lama, apa lagi ia pergi bersama Azlan.


Julaika tak akan mau melewatkan kesempatan itu, telah lama ia menanti.


sepanjang perjalanan menuju bandara Julaika tertidur dengan pulas, Azlan memindai wajah nya pucat.


Padahal semalam mereka langsung tidur saat sampai di rumah, Azlan berpikir untuk istirahat karena esok nya mereka hendak pergi.


"sayang, kamu yakin mau pergi ?"


Tanya Azlan meyakinkan istri nya sebelum mereka naik ke pesawat.


"Ya bang, Jul mau pergi ke Amsterdam...!"


Akhirnya mereka naik ke pesawat, Azlan berharap Julaika baik baik saja.


***


Azlan bercerita pada Rena tentang kondisi Julaika, Rena berpikir perihal itu apa mungkin Julaika hamil.


Tapi Pemikiran itu urung mengingat Azlan yang menggunakan pengaman seperti cerita Julaika, Rena tidak tahu kalau Azlan sudah lama membuka pengaman nya.


Beberapa jam berlalu....


Mereka sampai di Belanda, beberapa kali Jul mual dan muntah. hal itu membuat Azlan khawatir tapi mereka sudah terlanjur pergi.


Selepas Julaika tidur baru lah Azlan tenang karena Julaika tak lagi mual dan muntah.


Azlan langsung mengajak Julaika ke hotel untuk beristirahat.


Azlan memindai wajah Julaika yang terlelap di bawah selimut tebal, Kedatangan mereka di sambut oleh salju tebal yang turun sejak tadi sore.


kenapa di saat Seperti ini Julaika malah sakit, sejak awal hendak pergi Azlan tidak yakin dengan kondisi istri nya itu.


"bang, aku lapar !"


ucap Julaika lirih membalikkan tubuhnya menghadap Azlan yang langsung mendekati.


"Abang pesan makanan ya untuk kamu !"

__ADS_1


Julaika mengangguk, Azlan beranjak untuk memesan makanan.


Azlan memesan makanan khas negara itu salah satu nya adalah Wentelteefjes bisa dibilang sebagai French toast ala Belanda. Makanan satu ini terbuat dari roti tawar yang dicelupkan ke dalam kocokan telur, lalu roti tawar tersebut dipanggang hingga adonan telurnya matang. Saat disajikan, roti panggang tersebut diberi topping berupa kayu manis bubuk, gula, dan sirup.


Azlan harap Julaika suka dengan rasa manis dan gurih dari makanan tersebut.


Azlan juga memesan makanan yang lezat lainnya untuk Julaika, tertegun sejenak mengingat Julaika yang seperti nya terlambat datang bulan. apa mungkin istri nya itu hamil?


"sayang, kamu biasanya datang bulan tanggal berapa !?"


Julaika tertegun mendengar pertanyaan dari Azlan, ia memang sudah terlambat satu Minggu ini. apa mungkin dia hamil ?


"hm, seharusnya Minggu lalu bang !"


"mau cek tidak, siapa tahu Tuhan mengabulkan doa kita !"


"tapi kalau hasilnya negatif gimana ?"


"enggak apa apa, kita masih punya banyak waktu untuk berusaha !"


Julaika mengangguk setuju.


Setelah makan mereka kembali beristirahat waktu sudah larut, esoknya mereka berencana untuk keliling kota Amsterdam dan membeli alat tes kehamilan.


Pagi..


Julaika menatap kaca jendela hotel yang bersalju, udara begitu dingin dan Julaika tak pernah lepas dari pelukan suami nya itu.


Azlan tengah memainkan laptop nya karena pagi itu Rara meminta dekorasi pelaminan yang baru.


"emang Abang belum kasih sama Rara !"


"lupa sayang...!"


jawab Azlan lalu menutup laptop nya.


Memeluk Julaika dari belakang.


"mau pergi jalan jalan ?"


Julaika mengangguk, hal itu sudah pasti untuk apa ke Amsterdam kalau hanya diam di hotel.


"Ayo berangkat, sekalian kita cari sarapan ya di luar !"


Julaika mengangguk menggandeng tangan Azlan keluar dari kamar hotel.


Kota Amsterdam begitu indah, meski salju turun namun tetap banyak para turis asing yang berlalu lalang di jalanan kota itu.


Rasanya seperti mimpi, tapi ini adalah kenyataan...bukan kah ini adalah buah dari kesabaran nya bertahan bersama Azlan, Julaika yakin dengan cinta nya.


Azlan adalah pria yang sengaja Tuhan kirimkan untuk nya, bagaimana pun caranya Julaika yakini semua akan indah pada waktunya.


*


**


***


****

__ADS_1


bersambung..


Terimakasih sudah mampir dan masih setia sama author 😍😍😍


__ADS_2